Penjualan Sepeda Motor Indonesia April 2026 Naik 28 Persen, Ekspor CBU Ikut Melonjak

FIFGroup di IMOS 2025

OTO Mounture — Penjualan sepeda motor di Indonesia menunjukkan tren positif pada April 2026. Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik maupun ekspor kendaraan roda dua mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pada April 2026, penjualan sepeda motor domestik tercatat mencapai 520.972 unit. Angka tersebut naik 28,1 persen dibanding April 2025 yang berada di angka 406.691 unit.

Selain pasar domestik, ekspor motor utuh atau Completely Built Up (CBU) juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Data AISI mencatat penjualan domestik sepeda motor sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 2.135.063 unit. Jumlah tersebut naik sekitar 2,16 persen dibanding periode Januari–April 2025 yang mencatatkan penjualan sebanyak 2.089.953 unit.

Sementara itu, secara bulanan, penjualan April 2026 juga meningkat dibanding Maret 2026 yang berada di angka 448.974 unit.

Berikut data penjualan domestik motor 2026:

– Januari: 577.763 unit
– Februari: 587.354 unit
– Maret: 448.974 unit
– April: 520.972 unit

BACA JUGA: Subsidi Mobil Listrik Mulai Juni 2026, Pemerintah Siapkan Kuota 100 Ribu Unit

Sementara kinerja ekspor sepeda motor Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif, terutama untuk kategori CBU. Pada April 2026, ekspor CBU tercatat sebanyak 52.411 unit atau naik 37 persen dibanding April 2025 yang sebesar 38.254 unit.

Secara kumulatif Januari–April 2026, ekspor CBU mencapai 211.993 unit. Jumlah tersebut meningkat 22,5 persen dibanding periode sama tahun lalu yang berada di angka 173.029 unit.

Untuk ekspor Completely Knocked Down (CKD), April 2026 tercatat sebanyak 723.220 unit. Namun angka tersebut masih turun sekitar 11,3 persen dibanding April 2025 yang mencapai 647.426 unit.

Secara total Januari–April 2026, ekspor CKD mencapai 2.521.778 unit atau turun sekitar 7,4 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 2.724.596 unit.

Di sisi lain, ekspor komponen atau part by part mengalami lonjakan sangat tinggi. Pada April 2026, ekspor part by part mencapai 14.381.642 unit, melonjak sekitar 122,7 persen dibanding April 2025 yang berada di angka 6.459.278 unit.

Sementara total Januari–April 2026 mencapai 50.288.977 unit atau naik sekitar 29,7 persen dibanding periode Januari–April 2025 yang sebesar 38.764.681 unit.

BACA JUGA: Formula 1 Makin Canggih, Mercedes-AMG Petronas Gunakan Sistem IT Otonom Berbasis AI

Kenaikan penjualan domestik dan ekspor menunjukkan industri sepeda motor Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup kuat di tengah persaingan pasar otomotif.

Pertumbuhan ekspor CBU dan part by part juga memperlihatkan bahwa produk sepeda motor buatan Indonesia masih memiliki permintaan yang tinggi di pasar internasional.

Meski ekspor CKD mengalami penurunan, performa penjualan domestik yang tetap stabil menjadi salah satu penopang utama industri roda dua nasional sepanjang awal 2026.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *