
OTO Mounture — Tim balap Formula 1 Mercedes-AMG Petronas resmi meningkatkan sistem teknologi operasionalnya dengan mengadopsi TeamViewer ONE, platform Autonomous Endpoint Management (AEM) berbasis Artificial Intelligence (AI).
Langkah tersebut diumumkan menjelang gelaran Formula 1 Miami Grand Prix 2026 dan menjadi bagian dari transformasi digital Mercedes-AMG Petronas dalam mendukung operasional balap yang semakin kompleks dan serba cepat.
Melalui sistem baru ini, Mercedes-AMG Petronas F1 Team kini memiliki kemampuan memantau dan mengelola ribuan endpoint IT dan OT secara real-time, mulai dari pabrik tim di Brackley hingga garasi balap di lintasan Formula 1.
Platform TeamViewer ONE memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi sekaligus menyelesaikan gangguan teknis sebelum berdampak pada operasional tim. Dalam dunia Formula 1, masalah kecil pada sistem IT dapat memengaruhi strategi hingga hasil balapan.
Team Principal dan CEO Mercedes-AMG Petronas F1 Team, Toto Wolff, menegaskan pentingnya keandalan teknologi dalam setiap sesi balapan.
“Selama balapan, saya mengandalkan puluhan aliran data mulai dari telemetri, cuaca, hingga radio, dan teknologi di baliknya harus bekerja tanpa gagal,” ujar Toto Wolff.
Ia menambahkan bahwa Formula 1 merupakan lingkungan dengan standar performa yang sangat tinggi bagi seluruh mitra teknologi.
“TeamViewer menghadirkan dua hal yang tidak pernah kami kompromikan: keandalan dan performa. Beralih ke TeamViewer ONE adalah langkah strategis untuk masa depan tim,” lanjutnya.
BACA JUGA: Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition Resmi Meluncur di Indonesia
IT Director Mercedes-AMG Petronas F1 Team, Michael Taylor, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi TeamViewer sebenarnya telah menjadi bagian penting dari operasional tim selama bertahun-tahun.
Menurutnya, upgrade ke TeamViewer ONE dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi downtime selama operasional berlangsung.
“Dalam Formula 1, setiap milidetik sangat berarti. TeamViewer membantu kami menghadirkan kualitas data yang lebih baik serta produktivitas yang meningkat di seluruh tim,” kata Michael Taylor.
CEO TeamViewer, Oliver Steil, mengatakan bahwa lingkungan IT Mercedes-AMG Petronas F1 Team menjadi salah satu yang paling menantang di dunia olahraga.
“Ribuan endpoint kritis, tanpa toleransi downtime, serta operasional real-time antara pabrik, kantor, dan lintasan balap merupakan lingkungan yang memang dirancang untuk TeamViewer ONE,” ujar Oliver Steil.
BACA JUGA: Motul Indonesia Dukung Mini Turnamen Padel di Bekasi, Perkuat Engagement Komunitas Lifestyle
Dalam dunia Formula 1 modern, teknologi kini menjadi bagian penting yang menentukan performa tim di lintasan.
Gangguan seperti laptop yang berhenti bekerja di garasi atau radio komunikasi yang terputus saat balapan bukan lagi sekadar masalah teknis biasa, melainkan situasi kritis yang harus segera diselesaikan dalam hitungan detik.
TeamViewer ONE menghadirkan kombinasi endpoint management, secure remote connectivity, serta Digital Employee Experience (DEX) dalam satu sistem terintegrasi.
Platform ini juga tetap dapat berjalan secara lokal di perangkat, sehingga aktivitas operasional di lintasan tetap berlangsung meski koneksi jaringan terganggu.
Teknologi AI di dalamnya menggunakan sistem closed-loop learning yang mampu mendeteksi anomali, memicu perbaikan otomatis, hingga menyelesaikan masalah sebelum dirasakan pengguna.
TeamViewer mencatat platform mereka telah melampaui satu juta sesi dukungan AI, dengan lebih dari 300 ribu sesi tambahan hanya pada Maret 2026.
Autonomous Endpoint Management diprediksi akan menjadi salah satu tren terbesar dalam industri operasional IT global, dengan adopsi luas diperkirakan terjadi sebelum 2029.
(om/ns)








