Dickies x Harley-Davidson “Built to Outlast”: Gaya Streetwear Rasa Biker yang Siap Dipakai Gaspol

Dickies x Harley-Davidson

OTO Mounture — Kolaborasi antara Dickies dan Harley-Davidson kembali hadir, tapi kali ini bukan sekadar apparel—ini soal gaya hidup. Lewat koleksi terbaru bertajuk “Built to Outlast”, keduanya menyatukan DNA workwear, streetwear, dan kultur otomotif dalam satu paket yang terasa lebih relevan untuk generasi sekarang.

Bukan cuma untuk dipakai kerja atau riding, koleksi ini jelas menyasar mereka yang ingin tampil effortless tapi tetap punya statement. Dari workshop ke jalanan kota, hingga turing jarak jauh, setiap item dirancang fleksibel—kasual, tapi tetap tangguh.

Kalau bicara streetwear dengan sentuhan otomotif, koleksi ini punya karakter kuat. Siluet klasik seperti Eisenhower Jacket dirombak jadi lebih modern dengan detail riding-friendly, mulai dari hidden snap collar hingga potongan ergonomis yang mendukung mobilitas saat di atas motor. Ini bukan jaket gaya doang, tapi benar-benar siap diajak jalan jauh.

Di sisi lain, Denim Carpenter Pant jadi jawaban buat yang cari celana santai tapi tetap “niat”. Potongan relaxed fit dengan material denim tebal bikin celana ini cocok dipakai harian, tanpa kehilangan aura rugged khas biker. Dipadukan dengan boots atau sneakers, tampilannya langsung naik level.

BACA JUGA: Mitsubishi Fuso Resmikan Service Center Pertama di Kolaka, Perkuat Layanan di Sulawesi Tenggara

Masuk ke ranah streetwear yang lebih bold, Boxy Denim Jacket tampil dengan potongan loose dan grafis vintage yang terinspirasi dari era balap Harley-Davidson tahun 1930-an. Ini tipe outer yang gampang jadi statement piece—cukup pakai kaos polos di dalam, look langsung “jadi”.

Buat layering yang lebih santai, Denim Vest hadir sebagai opsi timeless yang nggak lekang tren. Sementara itu, Winged Bar & Shield Ribbed Tank memberi sentuhan ringan untuk cuaca panas, tetap dengan identitas kuat khas dua brand ini.

Yang menarik, koleksi ini tidak terjebak di satu gaya saja. Ia bisa masuk ke berbagai skena—mulai dari anak motor, pecinta vintage, sampai penggemar streetwear yang suka eksplor look berbeda. Semua dirangkai dalam satu benang merah: durability dan attitude.

Lebih dari sekadar kolaborasi, “Built to Outlast” seperti jadi simbol pertemuan dua dunia—pekerja dan rider—yang sama-sama mengandalkan ketahanan, fungsi, dan gaya.

Koleksi ini sudah tersedia mulai 22 April 2026 melalui situs resmi Harley-Davidson dan Dickies, serta di sejumlah diler pilihan. Siap-siap, karena kalau melihat rilisan sebelumnya, koleksi ini bukan tipe yang lama nongkrong di rak.

(om/ril)

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *