Jangan Abaikan Oli Gardan Motor Matic, Suara Dengung dari Roda Belakang Bisa Jadi Tanda Kerusakan Mahal

Foto: Wahana Honda

OTO Mounture — Banyak pemilik motor matic rutin mengganti oli mesin, tetapi sering melupakan satu komponen penting lainnya, yaitu oli gardan. Padahal, cairan pelumas ini memiliki peran vital dalam menjaga kinerja sistem transmisi otomatis agar tetap halus dan awet.

Mengabaikan penggantian oli gardan dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari munculnya suara dengung di roda belakang hingga kerusakan serius pada komponen transmisi yang membutuhkan biaya perbaikan tidak sedikit.

Masih banyak pengendara yang beranggapan bahwa oli mesin sudah cukup untuk melumasi seluruh bagian motor. Faktanya, motor matic memiliki dua sistem pelumasan yang berbeda.

Oli mesin bertugas melumasi komponen di dalam ruang mesin seperti piston, kruk as, dan katup. Sementara itu, oli gardan atau oli transmisi berfungsi melumasi gigi rasio (gear ratio) yang meneruskan tenaga ke roda belakang.

Komponen gigi rasio bekerja dengan putaran tinggi dan beban yang cukup berat. Karena itu, diperlukan pelumas khusus agar gesekan antar logam tetap minimal dan komponen tidak cepat aus.

Ketika oli gardan sudah terlalu lama digunakan, kualitas pelumasnya akan menurun. Oli menjadi lebih encer, kehilangan daya lumas, bahkan dapat berubah warna menjadi keruh akibat tercampur serpihan logam halus dari proses gesekan komponen.

BACA JUGA: Secure Parking Andalkan Teknologi LPR untuk Kurangi Antrean Kendaraan Saat Jam Sibuk

Penggantian oli gardan sebenarnya cukup mudah diingat. Umumnya, mekanik menyarankan penggantian oli gardan dilakukan setiap dua kali penggantian oli mesin.

Dengan jadwal tersebut, sistem transmisi akan tetap mendapatkan pelumasan optimal sehingga usia pakai gigi rasio dan komponen pendukung lainnya bisa lebih panjang.

Dikutip dari laman Wahana Honda, disebutkan bahwa salah satu tanda paling umum adalah munculnya suara dengung atau suara kasar dari area roda belakang saat motor berjalan.

Suara ini biasanya terdengar semakin jelas ketika kecepatan meningkat atau saat pengendara menutup gas dan melakukan deselerasi. Kondisi tersebut terjadi karena gigi rasio tidak lagi mendapatkan pelumasan yang cukup sehingga terjadi gesekan langsung antar komponen logam.

Selain suara dengung, pengendara juga perlu mewaspadai munculnya getaran tidak normal pada area CVT. Gejala ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem transmisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika suara dengung sudah mulai terdengar, sebaiknya segera lakukan pengecekan dan penggantian oli gardan sebelum kerusakan semakin parah.

BACA JUGA: Lebih dari 560 Riders Ramaikan CLASSY Ride & Chill Yamaha di Bali

Banyak pemilik motor menunda penggantian oli gardan karena merasa motor masih bisa digunakan seperti biasa. Padahal, biaya penggantian oli gardan tergolong sangat murah dibandingkan risiko kerusakan yang bisa terjadi.

Harga satu botol oli gardan umumnya hanya berkisar belasan ribu rupiah. Sebaliknya, jika gigi rasio mengalami kerusakan akibat kurang pelumasan, biaya perbaikannya bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta, bahkan lebih jika kerusakan merembet ke bearing roda belakang atau seal oli.

Karena itu, mengganti oli gardan secara rutin merupakan salah satu bentuk perawatan paling ekonomis untuk menjaga performa motor matic tetap optimal.

Suara dengung dari roda belakang sering kali menjadi peringatan terakhir sebelum kerusakan serius pada sistem transmisi terjadi. Mengabaikannya hanya akan membuat biaya perbaikan semakin besar.

Dengan rutin mengganti oli gardan sesuai jadwal, pengendara dapat menjaga kenyamanan berkendara, mempertahankan performa motor tetap halus, sekaligus menghindari pengeluaran besar akibat kerusakan transmisi yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

(om/pd)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *