
OTO Mounture — Peluncuran Mitsubishi Xforce HEV sebagai mobil hybrid pertama PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) tak hanya menarik perhatian karena teknologi elektrifikasinya. Salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah absennya ban serep pada SUV hybrid tersebut.
Berbeda dengan sebagian besar model Mitsubishi yang dipasarkan di Indonesia, Mitsubishi Xforce HEV hanya dibekali tire repair kit sebagai solusi ketika ban mengalami kebocoran.
Menanggapi hal tersebut, General Manager of Product Strategy Division PT MMKSI, Adam Rahman, membenarkan bahwa Mitsubishi Xforce HEV memang tidak menyediakan ban cadangan.
“Memang tidak ada,” ujarnya di sela acara Media Test Drive, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, keputusan tersebut telah dibarengi dengan kesiapan layanan purna jual yang dapat membantu konsumen kapan pun dibutuhkan.
Pemilik Mitsubishi Xforce HEV dapat memanfaatkan layanan bantuan darurat melalui aplikasi MMID maupun kanal komunikasi resmi Mitsubishi yang beroperasi selama 24 jam.
“Kita ada aplikasi MMID yang bisa memberikan bantuan 24 jam kepada konsumen. Begitu juga kanal-kanal komunikasi lain yang sudah terbukti selama 55 tahun mampu menjembatani kebutuhan konsumen,” jelas Adam.
Selain layanan darurat, Mitsubishi juga membekali kendaraan dengan tire repair kit yang dapat digunakan sebagai solusi sementara ketika ban mengalami kebocoran ringan.
“Selain itu kami juga menyediakan tire repair kit,” tambahnya.
Dengan perangkat tersebut, pengemudi tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju bengkel terdekat tanpa harus mengganti ban menggunakan ban serep.
Sementara itu, Director of Product Strategy & Branding Division PT MMKSI, Kazuto Azuma, memastikan seluruh jaringan dealer Mitsubishi di Indonesia telah dipersiapkan untuk menangani kendaraan hybrid.
Menurutnya, tenaga penjual maupun teknisi telah menjalani pelatihan intensif selama lebih dari satu bulan agar memahami teknologi hybrid Mitsubishi.
“Kita memiliki staf yang sudah di-training. Jadi di dealer, baik sales maupun servisnya sudah mendapatkan pelatihan lebih dari satu bulan untuk memahami teknologi dan mekanisme hybrid,” ungkapnya.
Tak hanya itu, MMKSI juga memastikan ketersediaan suku cadang di gudang pusat Cibitung sudah lengkap sehingga kebutuhan servis dapat dipenuhi sejak awal peluncuran.
Salah satu kekhawatiran calon konsumen mobil hybrid adalah biaya perawatan dan umur baterai. Namun, MMKSI menegaskan biaya servis Mitsubishi Xforce HEV pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan model bermesin bensin (ICE).
Kazuto menjelaskan, sebagian besar komponen perawatan masih sama seperti kendaraan konvensional. Perbedaan utama hanya terdapat pada baterai hybrid yang justru telah mendapatkan perlindungan garansi jangka panjang.
“Baterainya mendapatkan garansi selama 10 tahun. Jadi sebenarnya konsumen tidak perlu khawatir karena komponen lainnya sama dengan perawatan mobil ICE.”
Garansi baterai hingga satu dekade tersebut menjadi salah satu nilai tambah Mitsubishi Xforce HEV di tengah persaingan pasar SUV hybrid di Indonesia.
BACA JUGA: VinFast Hadirkan Tiga Motor Listrik Baru, Jarak Tempuh Tembus 150 Km
Melalui kombinasi tire repair kit, layanan bantuan darurat 24 jam, kesiapan jaringan dealer, stok suku cadang, hingga garansi baterai selama 10 tahun, MMKSI menilai konsumen tidak perlu khawatir meski Mitsubishi Xforce HEV tidak dilengkapi ban serep.
Strategi tersebut juga menunjukkan fokus Mitsubishi dalam memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan hybrid yang praktis sekaligus didukung layanan purna jual yang siap membantu di berbagai situasi.
(om/ls)








