
OTO Mounture — GSrek Indonesia Jakarta Chapter kembali menghadirkan pengalaman touring berbeda melalui gelaran Behind The Sea 2026 yang berlangsung pada 1–5 Juli 2026.
Mengusung konsep “Two Routes, One Destination”, kegiatan ini mengajak 38 riders menjelajahi hampir 500 kilometer perjalanan menuju Pantai Krui, Lampung, melalui dua karakter jalur yang berbeda namun berakhir di tujuan yang sama.
Konsep tersebut menjadi daya tarik utama Behind The Sea 2026 karena memberikan kebebasan kepada peserta untuk memilih jalur sesuai gaya berkendara mereka, tanpa menghilangkan nilai kebersamaan sebagai sebuah komunitas.
Sebagai Intellectual Property (IP) terbaru GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Behind The Sea menawarkan dua pilihan rute yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda.
Dual Purpose Route menyuguhkan petualangan sejauh sekitar 251 kilometer dengan melintasi jalur tanah, perkebunan, kawasan perbukitan, hingga lintasan off-road yang menantang.
Sementara itu, National Route memiliki panjang sekitar 248 kilometer, memanfaatkan jalur aspal dengan panorama pesisir, pegunungan, dan bentang alam khas Provinsi Lampung yang memanjakan mata sepanjang perjalanan.
Meski mengambil jalur berbeda, seluruh peserta akhirnya bertemu di Pantai Krui sebagai titik akhir perjalanan.
BACA JUGA: Honda Culture Indonesia Night Meet Up Diserbu 200 Mobil Honda
Perjalanan Dual Purpose Route dimulai dari Bandar Lampung pada 1 Juli 2026 setelah peserta mengikuti technical meeting.
Keesokan harinya, rombongan mulai menjelajahi berbagai wilayah seperti Desa Sungai Langka, Kawasan hutan karet Gedong Tataan, Desa Gading, Gisting, Kota Agung, Semuong, Danau Asam, Gunung Sugih, dan Bukit Barisan.
Setelah dua hari perjalanan melintasi berbagai karakter medan, peserta akhirnya tiba di Pantai Krui pada 3 Juli 2026.
Di hari yang sama, peserta National Route memulai perjalanan dari Bandar Lampung melalui jalur aspal.
Rute tersebut melintasi Ganjaran, Gadingrejo, Pringsewu, Tanjung Heran, Gisting, Kota Agung, Bukit Barisan, dan Bangkunat.
Jalur ini memberikan pengalaman touring yang lebih santai dengan suguhan panorama alam khas Lampung sebelum akhirnya bertemu dengan rombongan Dual Purpose Route di Krui.
BACA JUGA: Wahana Gelar Safety Riding Kontes Regional 2026, Siapkan Wakil ke Nasional
Setelah seluruh peserta berkumpul, rangkaian acara dilanjutkan dengan Beach Activity di Pantai Ilahan Walur pada 4 Juli 2026.
Beragam kegiatan dilakukan untuk mempererat kebersamaan, mulai dari permainan kelompok, menikmati suasana pantai, hingga bermain motor di atas pasir.
Malam harinya, seluruh peserta mengikuti Gala Dinner yang dikemas santai dengan hiburan live music sebagai penutup perjalanan sebelum kembali ke kota masing-masing pada 5 Juli 2026.
Suasana kebersamaan selama kegiatan juga semakin hangat berkat dukungan Kopi Maut Tanpa Sianida sebagai supporting sponsor.
Produk kopi tersebut hadir dalam berbagai momen, mulai dari coffee break, waktu istirahat, hingga gala dinner. Kehadirannya menjadi bagian dari hospitality yang mendukung kenyamanan peserta sekaligus mempererat hubungan antarrider setelah menuntaskan perjalanan panjang menuju Pantai Krui.
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, mengatakan Behind The Sea dirancang sebagai perjalanan yang memberikan pengalaman baru, bukan sekadar touring biasa.
Menurutnya, konsep dua jalur berbeda memungkinkan setiap peserta memilih pengalaman berkendara sesuai preferensi masing-masing, sekaligus menikmati proses perjalanan, mempererat persaudaraan, dan mengenalkan keindahan alam Indonesia kepada para anggota komunitas.
Ia berharap Behind The Sea dapat menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh para pecinta touring adventure.
(om/pd)








