
OTO Mounture — Kinerja penjualan MG Motor di Indonesia mengalami tekanan signifikan pada awal 2026. Berdasarkan data Gaikindo, penurunan paling tajam terjadi di sisi retail sales atau penjualan ke konsumen.
Penjualan retail MG sepanjang Januari–Maret 2026 hanya mencapai 205 unit, jauh turun 66,1 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 605 unit. Penurunan
Secara bulanan, Maret 2026 memang mencatat 80 unit, naik dari Februari 2026 (59 unit). Namun jika dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai 197 unit, terjadi penurunan tajam sekitar 59,4 persen (YoY).
Angka ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk MG masih melemah signifikan.
BACA JUGA: Penjualan GAC Aion di Indonesia Turun Maret 2026, Wholesales Anjlok 34,5%
Sementara di sisi wholesales (distribusi dari pabrik ke diler), penurunan juga terjadi meski tidak sedalam retail. Pada periode Januari – Maret 2026, MG menjual sebanyak 454 unit, turun 16,7 persen dibanding periode sama tahun lalu (Januari – Maret 2025) yang mencetak 545 unit.
Meskipun pada Maret 2026 terjadi kenaikan bulanan menjadi 200 unit dari Februari 2026 (111 unit), tekanan secara tahunan masih terasa.
Penurunan tajam pada retail sales mengindikasikan bahwa daya serap pasar terhadap kendaraan MG sedang melemah. Bahkan, selisih besar antara wholesales dan retail menunjukkan potensi penumpukan stok di tingkat diler.
Kondisi ini kemungkinan bisa dipengaruhi oleh persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif nasional, perubahan preferensi konsumen atau faktor daya beli masyarakat di awal tahun.
(om/ls)








