Chery Makin Tertekan di Indonesia, Penjualan Anjlok Lebih dari 50 Persen pada Mei 2026

Chery di GIIAS 2025

OTO Mounture — Pasar otomotif Indonesia semakin kompetitif, terutama bagi para produsen mobil asal Tiongkok. Di tengah agresivitas sejumlah merek Negeri Tirai Bambu yang terus mencatat pertumbuhan, Chery justru menghadapi tantangan besar sepanjang 2026.

Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan Chery pada Mei 2026 mengalami penurunan tajam baik dari sisi wholesales maupun retail sales.

Bahkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penurunan penjualan merek asal China tersebut mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi ini membuat pangsa pasar atau market share Chery di Indonesia ikut menyusut secara signifikan.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales Chery atau distribusi dari pabrik ke diler pada Mei 2026 tercatat sebanyak 954 unit.

Angka tersebut turun dibandingkan April 2026 yang mencapai 1.137 unit. Secara bulanan atau month-to-month (MoM), penjualan Chery mengalami koreksi sebesar 16,1 persen.

Penurunan yang lebih tajam terlihat jika dibandingkan dengan Mei 2025. Saat itu, Chery masih mampu membukukan wholesales sebanyak 1.993 unit.

Artinya, secara tahunan atau year-on-year (YoY), penjualan wholesales Chery merosot 52,1 persen. Penurunan tersebut menjadi salah satu yang terdalam di antara merek otomotif yang beroperasi di pasar Indonesia sepanjang Mei 2026.

BACA JUGA: Wuling Hadir di Jakarta Fair 2026, Tawarkan Mobil Listrik Terbaru dan Promo Menarik

Tren pelemahan Chery tidak hanya terjadi pada bulan Mei. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Chery mencatatkan total wholesales sebanyak 5.302 unit. Jumlah tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 8.012 unit.

Dengan demikian, penjualan wholesales Chery selama lima bulan pertama tahun ini mengalami penurunan sebesar 33,8 persen. Penurunan tersebut turut berdampak pada posisi Chery di pasar otomotif nasional.

Market share wholesales Chery tercatat hanya 1,5 persen, turun dari 2,5 persen pada periode sebelumnya.

Tidak hanya distribusi ke jaringan diler, penjualan langsung ke konsumen juga menunjukkan pelemahan yang cukup serius.

Pada Mei 2026, retail sales Chery tercatat sebanyak 968 unit, turun dibandingkan April 2026 yang mencapai 1.057 unit. Secara bulanan, penjualannya terkoreksi 8,4 persen.

Sementara jika dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 2.067 unit, penurunan yang terjadi jauh lebih dalam. Secara tahunan, retail sales Chery anjlok 53,2 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk-produk Chery mengalami perlambatan dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA: Di Balik Dominasi BYD di Indonesia, Ada Tiga Fakta Menarik yang Perlu Dicermati

Akumulasi penjualan retail sales Chery sepanjang Januari hingga Mei 2026 juga mengalami penurunan. Selama lima bulan pertama tahun ini, Chery berhasil menjual 5.458 unit kepada konsumen.

Sebagai perbandingan, pada periode Januari-Mei 2025, penjualan ritel Chery mencapai 7.662 unit. Dengan demikian, penjualan retail sales Chery mengalami penurunan sebesar 28,8 persen. Dampaknya, market share retail sales Chery ikut menyusut dari 2,3 persen menjadi hanya 1,5 persen.

Penurunan penjualan Chery terjadi di tengah persaingan yang semakin sengit di segmen kendaraan elektrifikasi dan SUV.

Sejumlah merek asal Tiongkok lain terus memperluas jaringan diler, menghadirkan model baru, serta menawarkan strategi harga yang agresif untuk merebut konsumen Indonesia.

Situasi tersebut membuat setiap pemain harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan pangsa pasar.

Selain faktor kompetisi, konsumen saat ini juga memiliki lebih banyak pilihan kendaraan dengan teknologi yang semakin beragam, mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga kendaraan listrik murni.

Tak hanya itu, data Gaikindo menunjukkan penurunan penjualan Chery berdampak langsung terhadap pangsa pasar perusahaan.

Adapun pangsa pasar wholesales Chery pada Januari-Mei 2025 mencapai 2,5 persen, sedangkan pada Januari-Mei 2026 turun menjadi 1,5 persen.

Setali tiga uang, pangsa pasar retail sales pun sama, pada Januari-Mei 2025 mencapai 2,3 persen, kini pada Januari-Mei 2026 sebesar 1,5 persen.

Turunnya market share menandakan bahwa pertumbuhan pasar secara keseluruhan belum mampu diimbangi oleh performa penjualan Chery sepanjang tahun ini.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *