
OTO Mounture — Penjualan mobil listrik GAC Aion di Indonesia menunjukkan tren penurunan pada Maret 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, baik distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) maupun penjualan ke konsumen (retail sales) mengalami koreksi dibanding bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Pada sisi wholesales, GAC Aion mencatat penjualan sebanyak 603 unit pada Maret 2026. Angka ini turun 34,5% dibanding Februari 2026 yang mencapai 921 unit.
Lalu jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu atau Maret 2025 yang sebesar 959 unit, penurunan tercatat sebesar 37,1% secara tahunan (year-on-year).
BACA JUGA: Asosiasi Ekosistem Kendaraan Listrik Apresiasi Insentif PKB dan BBNKB 0 Persen
Setali tiga uang, penjualan retail pun sama atau mengalami penurunan. Adapun penjualan ke konsumen tercatat sebanyak 553 unit di Maret 2026.
Angka ini turun 22,3% dibanding Februari 2026 yang mencapai 712 unit. Secara tahunan, penjualan juga mengalami penurunan sebesar 22,3% dibanding Maret 2025 yang juga berada di angka 712 unit.
Penurunan ini menunjukkan adanya perlambatan permintaan dalam jangka pendek, baik dari sisi distribusi ke jaringan diler maupun penyerapan pasar oleh konsumen.
BACA JUGA: MG Motor Indonesia Hadirkan MGS5 EV di Makassar, SUV Listrik untuk Mobilitas Keluarga
Meski demikian, angka penjualan yang masih berada di ratusan unit per bulan menandakan bahwa segmen kendaraan listrik, khususnya dari pabrikan Tiongkok, tetap memiliki basis pasar di Indonesia.
Tren ini juga mencerminkan dinamika pasar kendaraan listrik nasional yang masih dalam fase pertumbuhan, di mana faktor harga, infrastruktur, serta kebijakan pemerintah turut memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Ke depan, performa penjualan GAC Aion akan sangat bergantung pada strategi distribusi, penetrasi produk baru, serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang semakin kompetitif.
(om/ls)








