Leapmotor Siapkan Brand Baru di 2027, Bidik Segmen Mobil Premium di Atas Rp600 Juta

Leapmotor
Foto: 36KR

OTO Mounture — Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar untuk naik kelas ke segmen premium.

Berdasarkan laporan media otomotif Tiongkok, Latepost Auto, Leapmotor berencana meluncurkan brand kedua pada tahun 2027.

Brand baru ini akan fokus pada kendaraan dengan harga di atas 300.000 yuan (sekitar Rp600 jutaan), sekaligus menjadi pintu masuk Leapmotor ke pasar mobil listrik kelas atas.

Menariknya, brand baru tersebut disebut akan menggunakan jaringan penjualan yang terpisah dari Leapmotor saat ini. Strategi ini meniru langkah pabrikan global yang memisahkan brand mass market dan premium.

Hingga kini, pihak Leapmotor belum memberikan komentar resmi terkait kabar tersebut.

BACA JUGA: Kinerja Astra Kuartal I 2026 Turun, Laba Bersih Terkoreksi 16% Akibat Bisnis Tambang Melemah

Saat ini, lini produk Leapmotor mencakup berbagai model dari seri A hingga D, dengan rentang harga mulai dari 65.800 yuan hingga 269.800 yuan. Produk mereka meliputi sedan, SUV, hingga MPV, baik berbasis listrik murni maupun extended-range.

Dengan positioning tersebut, Leapmotor dikenal sebagai brand EV dengan harga relatif terjangkau di pasar Tiongkok.

Namun, untuk menembus segmen premium, strategi baru diperlukan. Masuk ke kelas harga di atas 300.000 yuan berarti Leapmotor harus keluar dari citra “value for money” yang selama ini melekat.

Secara bisnis, Leapmotor menunjukkan performa solid. Pada tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 64,73 miliar yuan dengan laba bersih 540 juta yuan.

Bersama Li Auto, Leapmotor menjadi salah satu dari sedikit startup EV China yang berhasil mencetak keuntungan tahunan.

Dari sisi penjualan, Leapmotor juga tampil impresif dengan total 596.000 unit terjual, menjadikannya pemimpin di antara startup EV di Tiongkok.

BACA JUGA: Geely Tampilkan Inovasi AI dan Mobil Listrik di Auto China 2026, Perkuat Ekspansi Global

Leapmotor memasang target ambisius untuk tahun 2026, yakni penjualan 1 juta unit kendaraan dan laba bersih 5 miliar yuan.

Untuk mencapai target tersebut, ekspansi ke segmen harga lebih tinggi dinilai menjadi langkah yang tak terhindarkan.

Sebagai perbandingan, strategi serupa telah dilakukan oleh pabrikan lain seperti Lexus milik Toyota, Infiniti milik Nissan, atau Denza dan Yangwang milik BYD.

Meski rencana brand baru sudah mencuat, strategi teknisnya masih menjadi tanda tanya. Leapmotor dihadapkan pada pilihan sulit yakni masuk ke segmen listrik murni (EV), yang kompetisinya sangat ketat, dan mengembangkan plug-in hybrid atau extended-range, namun harus berbeda dari model internal seperti D19 dan D99.

Jika menggunakan platform dan teknologi yang sama dengan brand utama, tantangan berikutnya adalah menjaga diferensiasi sekaligus menghindari benturan harga.

Langkah ini mengindikasikan perubahan besar dalam strategi Leapmotor. Jika sebelumnya fokus pada mobil listrik terjangkau tanpa margin tinggi, kini perusahaan mulai membidik profit lebih besar dari segmen premium.

Bagi industri otomotif global, langkah Leapmotor ini menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar EV tidak lagi soal harga murah, tetapi juga soal positioning brand dan teknologi.

(om/ril)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *