Motor Brebet dan Boros BBM? Bisa Jadi Busi Bermasalah, Kenali 4 Tandanya

 

Bikers
Foto: Wahana Honda

OTO Mounture — Banyak pengguna sepeda motor sering mengabaikan kondisi busi karena ukurannya kecil dan terlihat sepele. Padahal, komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga performa mesin tetap optimal.

Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk memulai proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di ruang mesin. Jika proses pengapian terganggu, performa motor bisa langsung menurun, mulai dari tenaga terasa loyo hingga konsumsi BBM menjadi lebih boros.

Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi menjelaskan bahwa busi bermasalah dapat berdampak besar pada kinerja kendaraan.

“Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” jelasnya.

BACA JUGA: Penjualan Sepeda Motor Indonesia April 2026 Naik 28 Persen, Ekspor CBU Ikut Melonjak

Pengendara motor perlu memahami gejala busi mulai rusak agar tidak menimbulkan kerusakan lebih serius pada mesin. Berikut beberapa tanda yang paling umum terjadi:

1. Mesin Sulit Dinyalakan

Busi yang sudah lemah tidak mampu menghasilkan percikan api secara maksimal. Akibatnya, motor menjadi susah di-starter terutama saat kondisi mesin dingin.

2. Tarikan Motor Brebet dan Tidak Responsif

Saat gas ditarik, tenaga motor terasa tertahan atau tersendat-sendat. Kondisi ini biasanya terjadi karena proses pembakaran di ruang mesin tidak sempurna.

3. Konsumsi BBM Lebih Boros

Pembakaran yang tidak optimal membuat mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama.

4. Suara Mesin Kasar atau Misfire

Mesin terdengar pincang, kasar, hingga muncul getaran berlebih saat posisi idle. Gejala ini muncul akibat pembakaran yang tidak konsisten.

BACA JUGA: Viral Keluhan Geely EX2 di Media Sosial, Inden 7 Bulan Dipakai 3 Hari Langsung Rusak

Selain memahami gejalanya, pengendara juga perlu mengetahui waktu ideal mengganti busi agar performa motor tetap terjaga.

Berikut beberapa indikator busi harus segera diganti:

– Jarak tempuh motor sudah mencapai 8.000 hingga 12.000 kilometer
– Elektroda busi mulai aus
– Muncul kerak karbon tebal pada busi
– Busi terlihat kotor atau berkarat
– Motor mulai terasa kurang bertenaga
– Konsumsi BBM meningkat
– Busi telah digunakan lebih dari satu tahun

PT Wahana Makmur Sejati selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta dan Tangerang mengingatkan pentingnya melakukan penggantian busi secara berkala.

Menurut mereka, kondisi busi yang prima membuat proses pembakaran lebih sempurna sehingga tenaga mesin tetap maksimal dan efisiensi bahan bakar lebih terjaga.

Penggantian busi juga disarankan dilakukan di AHASS agar sesuai standar pabrikan dan menggunakan suku cadang asli atau Honda Genuine Parts.

Selain menjaga performa motor tetap optimal, servis di AHASS juga membantu menjaga garansi kendaraan karena ditangani mekanik tersertifikasi dengan standar perawatan resmi Honda.

(om/pd)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *