
OTO Mounture — Bingung dan takut merupakan reaksi yang wajar ketika pengemudi menghadapi situasi darurat di perjalanan. Apalagi jika kondisi tersebut berkaitan dengan kerusakan teknis kendaraan, seperti mobil mogok, mesin overheat, hingga ban bocor.
Namun, kepanikan justru dapat membuat pengemudi kesulitan mengambil keputusan. Karena itu, tetap tenang dan mengetahui langkah yang harus dilakukan menjadi hal penting ketika menghadapi kondisi darurat saat berkendara.
Bagi pengemudi, termasuk wanita dan pengemudi awam, pemahaman mengenai penanganan kondisi darurat dapat membantu mengurangi risiko sekaligus menjaga keselamatan selama perjalanan.
Berikut beberapa situasi darurat yang mungkin terjadi saat berkendara dan langkah yang dapat dilakukan seperti dikutip dari laman Mitsubishi Motors.
1. Kendaraan Mogok
Ketika mobil tiba-tiba mogok di perjalanan, segera arahkan kendaraan ke tempat yang aman, seperti bahu jalan. Nyalakan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman untuk memberikan tanda kepada pengemudi lain.
Apabila mesin tidak dapat dihidupkan karena baterai atau aki lemah maupun mati, pengemudi dapat menggunakan kabel jumper dengan bantuan baterai dari kendaraan lain untuk menghidupkan mesin.
Jika tidak mengetahui penyebab kendaraan mogok, sebaiknya jangan memaksakan untuk melakukan pemeriksaan atau perbaikan sendiri. Hubungi bengkel resmi Mitsubishi Motors atau layanan Mitsubishi Motors Care 24 jam di nomor 0804-1-300-300 untuk mendapatkan bantuan.
2. Mesin Mengalami Overheat
Mesin yang bekerja terlalu panas atau mengalami overheat membutuhkan penanganan segera. Salah satu indikasinya adalah munculnya logo peringatan temperatur mesin di dasbor yang berkedip.
Jika kondisi tersebut terjadi, segera perlambat kendaraan dan berhenti di tempat yang aman. Selanjutnya, perhatikan apakah terdapat uap yang keluar dari ruang mesin.
Matikan mesin dan tunggu hingga uap berhenti. Setelah itu, kap mesin dapat dibuka untuk membantu memberikan ventilasi pada ruang mesin.
Pengemudi juga dapat memeriksa apakah kipas pendingin mesin berputar. Jika kipas tidak berfungsi, segera hubungi bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat.
Selain itu, periksa level cairan pendingin mesin melalui tabung cadangan atau reservoir. Jika volumenya kurang, tambahkan cairan pendingin sesuai kebutuhan.
Periksa pula selang radiator untuk memastikan tidak terdapat kebocoran. Drive belt juga perlu diperiksa dari kemungkinan kendur atau mengalami kerusakan. Jika ditemukan kerusakan, sebaiknya jangan melanjutkan perjalanan dan segera meminta bantuan bengkel resmi.
Catatan penting: jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena cairan pendingin dapat berada dalam kondisi bertekanan dan menyebabkan luka bakar.
BACA JUGA: Wholesales vs Retail Agustus 2026: Penjualan Mobil Indonesia Tunjukkan Sinyal Menarik
3. Ban Bocor
Ban kehilangan tekanan angin biasanya dapat dirasakan dari perubahan perilaku kendaraan. Mobil bisa terasa oleng atau setir cenderung menarik ke salah satu arah. Jika mengalami kondisi tersebut, segera kurangi kecepatan secara bertahap dan arahkan kendaraan ke tempat yang aman.
Sebelum mengganti ban, pastikan kendaraan berada di permukaan yang rata dan stabil serta jauh dari kerikil atau bebatuan. Aktifkan rem parkir dengan baik.
Pada kendaraan transmisi manual (M/T), matikan mesin dan posisikan tuas transmisi pada posisi R (Reverse). Sementara pada kendaraan transmisi otomatis (A/T), posisikan tuas selektor pada P (Park) sebelum mematikan mesin.
Nyalakan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman pada jarak yang aman dari kendaraan. Jika memungkinkan, penumpang sebaiknya keluar dari kendaraan dan berada di lokasi yang relatif aman, jauh dari arus lalu lintas.
Selanjutnya, keluarkan dongkrak dan kunci roda dari bagasi. Pada beberapa model Mitsubishi Motors, peralatan tersebut berada di bagian dinding bagasi yang tertutup. Ban cadangan juga perlu dikeluarkan apabila posisinya berada di bawah bagasi.
Sebelum mendongkrak kendaraan, pasang pengganjal pada roda secara diagonal berlawanan dengan roda yang akan diganti. Langkah ini bertujuan mencegah kendaraan bergerak ketika diangkat.
Setelah itu, ganti ban yang bocor dengan ban cadangan. Pastikan seluruh baut roda terpasang dengan benar sebelum kendaraan kembali digunakan.
4. Kapan Kendaraan Perlu Diderek?
Tidak semua kondisi kendaraan mogok dapat diselesaikan di lokasi. Dalam situasi tertentu, kendaraan justru lebih aman dibawa menggunakan truk derek.
Beberapa kondisi yang menjadi tanda kendaraan sebaiknya diderek antara lain:
– Mesin dapat hidup, tetapi kendaraan tidak bergerak.
– Muncul suara yang tidak normal dari kendaraan.
– Terdapat kebocoran oli atau cairan lain di bawah kendaraan.
– Kendaraan terjebak di parit atau kondisi lain yang membuatnya tidak dapat bergerak.
Untuk mengurangi risiko kerusakan tambahan, proses penderekan sebaiknya dilakukan oleh diler resmi Mitsubishi Motors atau layanan truk derek yang memiliki peralatan sesuai. Pengemudi juga dapat menghubungi Mitsubishi Motors Care 24 jam di nomor 0804-1-300-300 untuk mendapatkan bantuan.
BACA JUGA: Ada Apa dengan Chery? Penjualan Mobilnya Terus Merosot di Indonesia
Situasi darurat dapat dialami siapa saja, termasuk pengemudi yang belum terbiasa menangani masalah teknis kendaraan. Karena itu, persiapan sebelum perjalanan menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara.
Pertama, pastikan kendaraan berada dalam kondisi layak jalan. Servis secara berkala di bengkel resmi dapat membantu mendeteksi potensi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Kedua, jangan panik ketika terjadi masalah di perjalanan. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu hazard, kemudian cari tempat yang aman untuk berhenti.
Ketiga, gunakan segitiga pengaman dan lampu darurat untuk memberi tahu kendaraan lain bahwa mobil sedang mengalami masalah.
Keempat, simpan nomor layanan bantuan kendaraan di ponsel sehingga mudah dihubungi ketika keadaan darurat terjadi.
Selama menunggu bantuan, pengemudi dan penumpang perlu memperhatikan kondisi sekitar. Jika situasi lalu lintas dan lokasi memungkinkan, tetap berada di dalam kendaraan dengan pintu terkunci serta amankan barang-barang berharga.
Yang tidak kalah penting, jangan memaksakan diri melakukan perbaikan jika tidak memahami masalah teknis kendaraan. Meminta bantuan profesional merupakan pilihan yang lebih aman dibandingkan mengambil risiko kerusakan yang lebih parah atau membahayakan keselamatan.
Dengan mengetahui langkah dasar menghadapi mobil mogok, mesin overheat, ban bocor, dan kondisi darurat lainnya, pengemudi dapat lebih siap menghadapi situasi tak terduga di perjalanan.
(om/mg)








