Jangan Asal Lap! Begini Cara Bersihkan Kendaraan yang Terkena Abu Vulkanik

Abu Vulkanik
Ilustrasi dihasilkan AI

OTO Mounture — Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi pada Minggu, 6 September 2026. Badan Geologi melaporkan erupsi pada pukul 03.53 WIB dengan durasi 30 detik dan amplitudo maksimum 46 mm. Sebaran abu vulkanik juga terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.

Kondisi tersebut membuat kendaraan yang berada di wilayah terdampak berpotensi terkena abu vulkanik. Bagi pemilik mobil maupun sepeda motor, abu yang menempel sebaiknya tidak langsung dilap menggunakan kain karena partikel halus tersebut dapat bersifat abrasif dan berisiko menimbulkan baret pada permukaan kendaraan.

Lantas, bagaimana cara membersihkan kendaraan dari abu vulkanik yang benar?

1. Jangan Langsung Mengelap Abu Vulkanik

Kesalahan yang perlu dihindari adalah langsung menggunakan kain atau kemoceng untuk membersihkan abu yang menempel pada bodi.

Partikel abu vulkanik yang masih berada di permukaan dapat bergesekan dengan cat ketika kendaraan dilap. Karena itu, langkah pertama sebaiknya adalah membilas kendaraan menggunakan air untuk mengangkat sebanyak mungkin abu dan debu.

Teknik pre-wash juga penting dalam mencuci kendaraan karena partikel debu dan kotoran yang bersifat abrasif dapat meningkatkan risiko munculnya baret halus jika langsung digosok.

2. Bilas Kendaraan dengan Air

Gunakan air untuk membilas seluruh bagian kendaraan, mulai dari atap, kaca, kap mesin, pintu, hingga bagian bawah. Jangan terburu-buru menggunakan spons atau lap. Biarkan air membantu melepaskan abu vulkanik yang menempel pada permukaan.

Perhatikan pula bagian yang sering menjadi tempat berkumpulnya kotoran seperti celah bodi, wiper dan area sekitar kaca, spion, grille, bumper, pelek dan kolong kendaraan.

3. Gunakan Sampo Khusus Kendaraan

Setelah sebagian besar abu terangkat, cuci kendaraan menggunakan sampo mobil atau motor yang sesuai. Hindari menggunakan deterjen atau sabun rumah tangga karena formulanya tidak dirancang untuk permukaan cat kendaraan. Sampo kendaraan yang tepat membantu membersihkan kotoran tanpa memberikan efek terlalu keras terhadap lapisan pelindung cat.

Jika memungkinkan, gunakan metode two bucket, yakni satu ember untuk larutan sampo dan satu ember untuk membilas sarung tangan atau spons.

BACA JUGA: Begini Cara Pakai Electric Shifter Mitsubishi Xforce HEV

4. Gunakan Kain atau Wash Mitt Microfiber

Setelah kendaraan dibilas, gunakan wash mitt atau kain microfiber untuk mencuci permukaan. Lakukan secara perlahan dari bagian atas menuju ke bawah.

Bagian bawah kendaraan biasanya memiliki kotoran lebih banyak sehingga sebaiknya dicuci terakhir agar kotoran tersebut tidak terbawa kembali ke area yang lebih bersih. Jangan menekan permukaan kendaraan terlalu kuat.

5. Bersihkan Kaca dengan Lebih Teliti

Abu vulkanik yang menempel pada kaca dapat mengganggu visibilitas pengemudi, terutama ketika terkena air hujan. Setelah kaca dibilas, bersihkan menggunakan cairan pembersih kaca dan microfiber bersih. Pastikan tidak ada sisa abu yang tertinggal di area kaca depan maupun wiper.

6. Jangan Lupakan Pelek dan Kolong

Abu vulkanik juga dapat menempel pada bagian bawah kendaraan. Bilas bagian roda, fender, bumper, dan kolong dengan air. Gunakan alat dan kain yang berbeda dari yang dipakai untuk mencuci bodi agar partikel kasar dari area tersebut tidak berpindah ke permukaan cat.

7. Keringkan dengan Microfiber Bersih

Setelah seluruh kendaraan selesai dicuci dan dibilas, keringkan menggunakan microfiber yang bersih. Hindari membiarkan kendaraan kering sendiri jika terdapat banyak mineral atau kotoran pada air karena dapat meninggalkan bercak pada permukaan.

Jangan menggunakan kain yang sudah kotor karena justru dapat membawa kembali partikel abrasif ke permukaan cat.

8. Bersihkan Bagian Kabin dan Filter Udara

Jika kendaraan digunakan ketika terjadi sebaran abu vulkanik, jangan hanya membersihkan bagian eksterior. Abu juga dapat masuk melalui pintu, jendela, ventilasi, maupun sistem AC. Bersihkan karpet, dashboard, jok, dan area sekitar ventilasi.

Filter kabin juga patut diperiksa, terutama jika kendaraan cukup sering digunakan di wilayah yang terdampak abu. Filter kabin memang berfungsi menyaring debu dan partikel sebelum udara masuk ke dalam kabin.

BACA JUGA: Mengulik Filosofi Taihe pada Hongqi E-HS9, Gabungkan Estetika Timur dan Modern

Jika wilayah tempat kendaraan berada masih mengalami hujan abu, sebaiknya jangan terburu-buru mencuci kendaraan di ruang terbuka.

Prioritaskan keselamatan terlebih dahulu. Masyarakat juga disarankan menggunakan perlindungan seperti masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan karena abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan.

Dalam kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, informasi mengenai arah dan sebaran abu sebaiknya terus dipantau melalui kanal resmi. BMKG juga menyediakan pemantauan citra sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Intinya, jangan langsung menggosok abu vulkanik yang menempel pada kendaraan. Bilas terlebih dahulu, gunakan sampo khusus kendaraan, pakai microfiber yang bersih, lalu keringkan dengan benar. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko baret dan menjaga kondisi cat kendaraan setelah terpapar abu vulkanik.

(om/mg)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *