Ini Faktor Penyebab RPM Mobil Tidak Stabil

Ilustrasi – Foto: Suzuki Indonesia

OTO Mounture — Revolutions Per Minute atau biasa disebut RPM merupakan indikator yang menunjukkan jumlah putaran atau rotasi per menitnya. Adapun dalam konteks mobil, RPM mengacu pada jumlah putaran atau rotasi dari poros engkol (crankshaft) dalam satu menit. Jika RPM tidak stabil, artinya perputaran mesin bermasalah.

Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, disebutkan bahwa setiap mobil sebenarnya memiliki rentang putaran atau RPM yang berbeda-beda, tergantung pada desain dan karakteristik mesinnya.

Pada saat mobil berada dalam kondisi diam atau mesin tidak beroperasi, RPM akan berada di angka 0. Kemudian ketika mobil dihidupkan, RPM akan naik ke angka tertentu. Namun jika angka yang tercantum tidak stabil, berikut ini beberapa faktor penyebab yang paling umum.

1. Rusaknya Idle Speed Control (ISC)

ISC adalah komponen yang berfungsi untuk mengontrol putaran mesin pada saat mobil berada dalam kondisi diam (idle). ISC bekerja dengan cara mengatur jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold agar RPM tetap stabil.

Ketika ISC mengalami kerusakan, mesin tidak dapat mengatur jumlah udara dengan baik, hingga menyebabkan RPM jadi tidak stabil. Gejala yang mungkin terjadi adalah mesin mati tiba-tiba setelah dihidupkan atau RPM naik turun secara tidak wajar.

BACA JUGA: Penjualan Mobil di Indonesia Meningkat 10 Persen pada Agustus 2023

2. Throttle Body yang kotor

Kotornya komponen throttle body biasanya diakibatkan oleh penumpukan kerak atau kotoran dari udara. Throttle body adalah katup gas yang berfungsi sebagai pintu masuknya udara ke dalam intake manifold.

Ketika throttle body kotor, aliran udara akan terhambat, dan campuran antara udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang. Hal ini menyebabkan RPM menjadi tidak stabil karena mesin kesulitan untuk berakselerasi.

3. Sensor Mass Air Flow (MAF) kotor

Sensor MAF berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam sistem pembakaran. Sensor ini menggunakan elemen pengukur yang peka terhadap kotoran dan debu dari udara.

Jika sensor MAF kotor, data yang diterima oleh ECU (Electronic Control Unit) menjadi tidak akurat, sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang. Akibatnya, RPM mobil menjadi tidak stabil dan performa mesin menurun.

4. Celah platina terlalu renggang

Pada kendaraan konvensional yang masih menggunakan sistem pengapian konvensional dengan platina, celah pada platina sangat penting untuk menentukan waktu pengapian.

Jika celah platina terlalu renggang, bunga api yang dihasilkan busi menjadi kurang kuat. Ini dapat membuat mesin tidak dapat berjalan dengan baik atau mati tiba-tiba. RPM pun bisa menjadi tidak stabil karena waktu pengapian menjadi tidak tepat.

BACA JUGA: Ini 30 Model Motor Listrik yang Terima Subsidi Pemerintah

5. Masalah pada selang Vacum Advancer

Selang vacuum advancer berfungsi untuk mengatur waktu pengapian sesuai dengan beban dan kecepatan mesin. Jika selang ini mengalami retak atau kebocoran, tekanan vakum menjadi tidak stabil dan menyebabkan waktu pengapian tidak akurat.

Akibatnya, RPM tidak stabil dan mesin akan bekerja dengan kurang efisien. Karena itu, penting untuk memeriksa selang vacuum advancer secara berkala dan memastikan tidak ada retak atau kebocoran.

6. Selang vakum karburator rusak

Selain vakum advancer, vakum karburator juga berperan penting. Tugasnya yaitu untuk mengatur aliran bahan bakar dan udara ke dalam mesin. Jika selang ini rusak atau bocor, aliran bahan bakar dan udara menjadi tidak stabil.

Akibatnya, campuran antara bahan bakar dengan udara menjadi tidak seimbang dan berdampak pada ketidakstabilan RPM. Karena itu, periksa selang vakum karburator secara berkala untuk memastikan tidak ada kerusakan.

BACA JUGA: Tokopedia Sebut Transaksi di Kategori Otomotif Meningkat

7. Baut pengikat Intake Manifold bocor

Intake manifold adalah komponen yang menghubungkan throttle body dengan silinder mesin dan bertanggung jawab untuk mengalirkan campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder.

Jika baut pengikat intake manifold kendur atau bocor, dapat menyebabkan kebocoran udara sehingga campuran pembakaran tidak seimbang. Hal ini akan membuat RPM tidak stabil dan performa mesin menurun.

8. Baterai mesin melemah

Baterai merupakan sumber daya listrik utama untuk menghidupkan mesin mobil. Biasanya, komponen baterai yang sudah tua akan sering mengalami masalah karena sudah melemah.

Jika baterai mesin melemah, maka sistem pengapian dan komponen elektronik lainnya tidak akan berfungsi dengan baik. Akibatnya, RPM mobil menjadi tidak stabil, dan mesin bisa jadi akan mati secara tiba-tiba. (OM/RIL/SZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *