
OTO Mounture — Rasa lelah saat mengemudi tidak selalu disebabkan oleh jarak tempuh yang jauh. Dalam banyak kasus, faktor utama justru berasal dari posisi duduk yang kurang tepat.
Kebiasaan duduk yang salah sering kali membuat tubuh cepat pegal, menurunkan konsentrasi, hingga memperlambat respons saat berkendara.
Padahal, posisi duduk yang ideal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan di jalan.
Dikutip dari laman Mitsubishi Motors, disebutkan bahwa ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap rileks, kendali kendaraan optimal, dan perjalanan terasa lebih aman, terutama saat menempuh jarak jauh.
BACA JUGA: Cara Parkir Paralel yang Benar Saat Libur Panjang, Ini Panduan Aman dari Korlantas Polri
1. Atur Jarak Jok untuk Respons Maksimal
Langkah pertama dimulai dari pengaturan jarak jok. Posisi duduk yang benar memungkinkan kaki menginjak pedal gas dan rem secara penuh tanpa harus meluruskan lutut hingga terkunci.
Idealnya, lutut tetap sedikit menekuk agar kaki lebih responsif saat dibutuhkan. Pastikan juga paha menempel dengan dudukan jok, sementara tumit tetap bertumpu di lantai.
Selain itu, karakter jok juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Permukaan jok yang mampu menjaga suhu tetap stabil akan membantu pengemudi tetap nyaman, terutama saat berkendara di cuaca panas atau perjalanan panjang.
2. Sudut Sandaran Punggung Jangan Terlalu Rebahan
Sudut sandaran punggung memegang peran penting dalam menjaga postur tubuh selama berkendara.
Sandaran yang terlalu rebah bisa membuat pengemudi kurang sigap saat bermanuver. Sebaliknya, posisi terlalu tegak berisiko menimbulkan ketegangan pada punggung dan bahu.
Sudut yang ideal adalah yang mampu menopang tulang belakang secara alami, sehingga tekanan pada pinggang dan bahu dapat diminimalkan. Dengan posisi ini, tubuh tidak mudah lelah meski harus duduk lama di balik kemudi.
BACA JUGA: Tips Charge Mobil Listrik yang Benar, Biar Baterai Awet dan Aman Dipakai
3. Sesuaikan Posisi Setir agar Tidak Cepat Pegal
Pengaturan setir juga tidak kalah penting. Posisi yang tepat ditandai dengan siku yang sedikit menekuk saat kedua tangan menggenggam kemudi.
Dengan posisi ini, pengemudi memiliki ruang gerak yang cukup saat bermanuver tanpa membuat bahu atau lengan cepat lelah.
Selain itu, posisi setir yang ideal membantu menjaga visibilitas ke panel instrumen dan kondisi jalan tetap optimal, sehingga pengemudi tidak perlu mengalihkan fokus saat berkendara.
4. Headrest Bukan Sekadar Pelengkap
Banyak pengemudi mengabaikan pengaturan headrest atau sandaran kepala, padahal komponen ini merupakan bagian penting dari sistem keselamatan.
Posisi headrest yang benar adalah sejajar dengan bagian atas telinga. Pengaturan ini membantu menopang kepala dengan baik sekaligus melindungi leher dari risiko cedera, terutama saat terjadi benturan dari belakang.
Sebaliknya, posisi yang terlalu rendah atau terlalu maju justru dapat mengurangi fungsi perlindungannya.
Dengan pengaturan jok, sandaran punggung, setir, dan headrest yang tepat, pengemudi bisa mendapatkan posisi duduk ergonomis sejak awal perjalanan.
Hasilnya bukan hanya kenyamanan, tetapi juga mengurangi kelelahan saat berkendara, menjaga fokus dan konsentrasi, meningkatkan kontrol kendaraan, serta meminimalkan risiko cedera.
Posisi duduk yang benar menjadi langkah sederhana namun krusial untuk memastikan perjalanan, terutama jarak jauh, tetap aman dan menyenangkan.
(om/ns)








