
OTO Mounture — Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara.
Selama 32 hari penyelenggaraan, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026, ajang tahunan ini berhasil menarik 6,1 juta pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun.
Besarnya jumlah pengunjung tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur mobilitas kendaraan yang keluar masuk kawasan JIExpo Kemayoran.
Di balik kelancaran aktivitas jutaan orang, terdapat peran penting Secure Parking Indonesia (SPI) yang mengelola sistem parkir selama acara berlangsung.
Jakarta Fair 2026 diikuti oleh lebih dari 2.800 perusahaan yang menempati sekitar 1.800 stan di berbagai area pameran. Tingginya aktivitas ekonomi selama lebih dari satu bulan membuat kawasan JIExpo Kemayoran dipadati kendaraan sejak pagi hingga malam.
Mobilitas tersebut menjadi tantangan karena pola kedatangan pengunjung terus berubah setiap harinya, dipengaruhi oleh hari kerja, akhir pekan, hingga jadwal konser dan hiburan yang digelar selama pameran.
BACA JUGA: Honda Kian Terpuruk, Penjualan Mobil Anjlok hingga 42,5 Persen
Untuk mengantisipasi tingginya arus kendaraan, Secure Parking Indonesia mengoperasikan layanan parkir selama 24 jam di tiga zona utama, yakni sisi timur, utara, dan barat kawasan JIExpo Kemayoran.
Secara keseluruhan, sistem parkir didukung oleh 20 pintu masuk dan 15 pintu keluar kendaraan roda empat, serta 21 pintu masuk dan 8 pintu keluar kendaraan roda dua.
Pengaturan ini memungkinkan distribusi kendaraan lebih merata sehingga kepadatan di pintu akses dapat diminimalkan.
Volume kendaraan meningkat signifikan setiap akhir pekan. Untuk menjaga operasional tetap berjalan lancar, SPI menambah jumlah personel menjadi 293 petugas pada akhir pekan, dibandingkan 237 personel pada hari kerja.
Selain itu, larangan parkir di badan jalan sekitar kawasan JIExpo yang telah diberlakukan dalam dua tahun terakhir juga membuat kebutuhan terhadap area parkir resmi semakin tinggi.
General Manager Operation Secure Parking Indonesia, Andiyanto, mengatakan tantangan terbesar bukan sekadar melayani kendaraan dalam jumlah besar, tetapi memastikan mobilitas tetap mengalir ketika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung berubah setiap waktu.
Menurutnya, pemantauan seluruh titik akses dilakukan secara berkelanjutan agar potensi antrean dapat diantisipasi sebelum menimbulkan kemacetan yang mengganggu kenyamanan pengunjung.
BACA JUGA: Moladin Luncurkan Platform Mobil Baru, Cari Mobil dan Simulasi Kredit Lebih Mudah
Managing Director Secure Parking Indonesia, Rustam Rachmat, menjelaskan bahwa pengelolaan parkir kini bukan hanya menyediakan ruang bagi kendaraan, tetapi menjadi bagian penting dari infrastruktur penyelenggaraan sebuah event berskala besar.
Menurutnya, pengalaman pengunjung dimulai sejak memasuki kawasan. Ketika akses masuk, sirkulasi kendaraan, hingga proses keluar area berlangsung lancar, maka seluruh ekosistem acara dapat berjalan lebih efektif.
Kesuksesan Jakarta Fair 2026 tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjung maupun nilai transaksi yang fantastis, tetapi juga oleh kesiapan sistem pendukung di balik layar.
Dengan lebih dari 6,1 juta pengunjung, 2.800 peserta pameran, serta aktivitas yang berlangsung hampir tanpa henti selama 32 hari, pengelolaan mobilitas menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian acara tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Keberhasilan mengatur jutaan kendaraan selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 menjadi bukti bahwa sistem parkir modern kini berperan sebagai bagian vital dalam mendukung kesuksesan event berskala nasional maupun internasional.
(om/ns)








