Viral Pengunjung Ngaku Diabaikan di Showroom BYD Bali, Diduga Karena Penampilan Sederhana

Ilustrasi

OTO Mounture — Seorang wanita dengan akun Instagram @dellaaseptt menjadi sorotan setelah membagikan pengalamannya saat mengunjungi showroom mobil listrik BYD di Bali.

Dalam unggahan video yang viral di media sosial, ia mengaku tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pihak showroom saat datang untuk mencari informasi pembelian mobil listrik.

Dalam videonya, wanita tersebut menceritakan bahwa ia datang bersama beberapa temannya dengan penampilan santai, mengenakan hoodie dan celana panjang hitam, serta menggunakan sepeda motor.

Namun, alih-alih mendapat sambutan ramah, ia merasa diabaikan oleh tenaga penjual di lokasi tersebut.

“Gua ngecek-ngecek mobil ke showroom BYD di Bali, dengan keadaan seperti ini. Pakaian gua gini, naik motor sama tim gua, tapi salesnya gitu (dijutekin),” ujarnya dalam video.

BACA JUGA: Seminggu Bareng Suzuki Fronx GL AT, Nyaman untuk Harian

Ia juga mengaku sempat mencoba bertanya terkait unit mobil yang dipajang di showroom. Namun respons yang diterima dinilai kurang ramah.

Salah satu pertanyaan yang ia ajukan adalah apakah mobil display bisa dinyalakan. Ia mengaku mendapat jawaban singkat tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Iya boleh, itu udah nyala,” ucapnya menirukan jawaban yang diterima.

Menurutnya, tidak ada penjelasan tambahan ataupun pendekatan dari pihak sales selama dirinya berada di showroom.

Wanita tersebut menegaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar melihat-lihat, melainkan benar-benar ingin mencari mobil listrik sebagai alternatif di tengah kenaikan harga BBM.

“Gua nggak dilayanin sama sekali. Gua bener-bener mau cari mobil listrik karena BBM naik,” tuturnya.

Dalam video tersebut, ia tetap mencoba menggali informasi, termasuk mengenai harga lini premium seperti Denza yang disebut berada di kisaran Rp967 juta, serta fasilitas pengisian daya (charging).

BACA JUGA: Penjualan Nissan Makin Merana, Turun Tajam di Maret 2026

Kejadian ini pun ramai dibahas di media sosial karena menyoroti dugaan adanya perbedaan perlakuan terhadap calon pembeli berdasarkan penampilan.

Banyak warganet menilai bahwa pelayanan di showroom otomotif seharusnya tetap profesional tanpa memandang gaya berpakaian atau kendaraan yang digunakan pengunjung.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor penting dalam industri otomotif, terlebih di segmen kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Pendekatan yang ramah, informatif, dan inklusif dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan konsumen, terutama bagi calon pembeli yang baru pertama kali menjajaki kendaraan listrik.

(om/ls)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *