
OTO Mounture — Penjualan Nissan di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan tajam. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik wholesales maupun retail sales pada Maret 2026 mengalami kontraksi signifikan, baik secara bulanan maupun tahunan.
Distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) Nissan pada Maret 2026 tercatat hanya 24 unit, turun 33,3 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai 36 unit.
Penurunan lebih drastis terlihat jika dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai 84 unit. Artinya, secara tahunan (year-on-year), penjualan wholesales Nissan merosot hingga 71,4 persen.
BACA JUGA: BRI Finance Ungkap Penyebab Pembiayaan Mobil Baru Lesu 2026
Tidak hanya di level distribusi, penjualan dari dealer ke konsumen (retail sales) juga mengalami nasib serupa.
Pada Maret 2026, retail Nissan hanya menyentuh 33 unit, turun 26,7 persen dibanding Februari 2026 yang sebesar 45 unit.
Jika dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai 163 unit, penjualan retail Nissan anjlok hingga 79,8 persen, menjadi salah satu penurunan terdalam di pasar otomotif nasional.
BACA JUGA: Servis Motor Jangan Cuma Ganti Oli, Motul Edukasi Bengkel di Yogyakarta
Penurunan tajam ini menjadi sinyal kuat bahwa posisi Nissan di pasar otomotif Indonesia semakin tertekan. Minimnya peluncuran model baru serta persaingan ketat dari merek Jepang lainnya hingga pabrikan China menjadi faktor yang tak bisa diabaikan.
Selain itu, perubahan preferensi konsumen yang kini mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Nissan.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin eksistensi Nissan di Indonesia akan semakin tergerus. Dibutuhkan strategi baru, mulai dari penyegaran produk, inovasi teknologi, hingga pendekatan pemasaran yang lebih agresif agar mampu kembali bersaing.
(om/ls)








