
OTO Mounture — Penjualan Hyundai di Indonesia masih menghadapi tekanan sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan secara wholesales maupun retail sama-sama mengalami penurunan secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski distribusi dari pabrik ke diler pada Juni 2026 berhasil mencatat pertumbuhan dibandingkan Juni tahun lalu, secara keseluruhan performa Hyundai selama enam bulan pertama tetap berada di bawah capaian 2025. Kondisi ini turut membuat pangsa pasar Hyundai mengalami penyusutan.
Pada Juni 2026, Hyundai membukukan wholesales sebanyak 1.225 unit. Angka tersebut meningkat 25,9 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 973 unit.
Namun, secara kumulatif Januari hingga Juni 2026, Hyundai hanya mencatatkan 9.041 unit, turun 19,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11.188 unit.
Berikut rincian wholesales Hyundai sepanjang semester pertama 2026:
– Januari: 1.425 unit
– Februari: 1.741 unit
– Maret: 1.608 unit
– April: 1.534 unit
– Mei: 1.508 unit
– Juni: 1.225 unit
Seiring penurunan tersebut, market share wholesales Hyundai ikut menyusut menjadi 2,1 persen, dari 3 persen pada semester pertama 2025.
BACA JUGA: Penjualan Chery di Indonesia Turun 39,1 Persen Semester I 2026, Pangsa Pasar Ikut Menyusut
Kondisi serupa juga terlihat pada penjualan retail atau distribusi dari diler ke konsumen. Pada Juni 2026, Hyundai menjual 1.261 unit kepada konsumen. Jumlah tersebut turun 26,7 persen dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 1.721 unit.
Sementara secara akumulatif Januari-Juni 2026, retail sales Hyundai tercatat 8.997 unit, turun 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11.583 unit.
Rincian retail sales Hyundai sepanjang 2026 adalah sebagai berikut:
– Januari: 1.403 unit
– Februari: 1.734 unit
– Maret: 1.687 unit
– April: 1.450 unit
– Mei: 1.462 unit
– Juni: 1.261 unit
Market share retail Hyundai juga turun menjadi 2,1 persen, dari 2,9 persen pada semester pertama 2025.
BACA JUGA: Ford Hadirkan Empat Mobil Baru di Indonesia, SUV Premium hingga Pikap Tangguh
Penurunan penjualan Hyundai terjadi ketika persaingan industri otomotif nasional semakin kompetitif. Berbagai merek, terutama pemain asal China, terus meluncurkan model baru di segmen kendaraan listrik, hybrid, dan SUV dengan strategi harga yang agresif.
Di sisi lain, pasar otomotif Indonesia juga mengalami perubahan komposisi selama semester pertama 2026. Beberapa merek berhasil meningkatkan volume penjualan dan memperbesar pangsa pasar, sementara Hyundai justru harus menghadapi penurunan kontribusi terhadap total pasar nasional.
Meski demikian, semester kedua 2026 masih membuka peluang bagi Hyundai untuk memperbaiki kinerja melalui peluncuran produk baru, program penjualan yang lebih agresif, hingga momentum pameran otomotif seperti GIIAS 2026.
(om/ril)








