
OTO Mounture — Penjualan Chery di Indonesia mengalami penurunan sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) maupun penjualan dari diler ke konsumen (retail sales) sama-sama menunjukkan tren negatif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut juga berdampak pada pangsa pasar (market share) Chery di pasar otomotif nasional yang ikut menyusut.
Pada sisi wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler, Chery mencatat penjualan sebanyak 962 unit pada Juni 2026. Angka tersebut turun 57,6 persen dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 2.271 unit.
Sementara secara kumulatif selama Januari-Juni 2026, Chery membukukan wholesales 6.264 unit. Capaian ini lebih rendah 39,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 10.283 unit.
Berikut rincian wholesales Chery sepanjang 2026:
– Januari: 1.064 unit
– Februari: 1.152 unit
– Maret: 995 unit
– April: 1.137 unit
– Mei: 954 unit
– Juni: 962 unit
Selain penjualan yang menurun, market share wholesales Chery juga mengalami penyusutan dari 2,7 persen menjadi hanya 1,4 persen.
BACA JUGA: Mitsubishi Xforce HEV Layak Jadi Teman Berkendara Wanita? Ini Pengalaman Kami
Setali tiga uang, penjualan retail atau distribusi dari diler ke konsumen jenama asal Wuhu, Tiongkok ini juga mengalami pelemahan.
Pada Juni 2026, Chery menjual 1.062 unit kepada konsumen. Jumlah tersebut turun 50,6 persen dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 2.150 unit.
Secara akumulatif Januari hingga Juni 2026, retail sales Chery tercatat 6.520 unit, turun 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 9.812 unit.
Berikut rincian retail sales Chery selama semester pertama 2026:
– Januari: 1.191 unit
– Februari: 1.167 unit
– Maret: 1.075 unit
– April: 1.057 unit
– Mei: 968 unit
– Juni: 1.062 unit
Market share retail sales Chery juga turun dari 2,5 persen pada semester pertama 2025 menjadi 1,5 persen pada periode yang sama tahun ini.
BACA JUGA: Heboh! 1.265 Pembeli BYD Terima Mobil Produksi Tahun Lama, Pabrikan Siapkan Refund
Penurunan penjualan Chery terjadi di tengah persaingan industri otomotif Indonesia yang semakin kompetitif. Sejumlah merek baru, khususnya dari segmen kendaraan elektrifikasi dan hybrid, terus menghadirkan produk baru dengan strategi harga yang agresif.
Di sisi lain, pasar otomotif nasional pada semester pertama 2026 juga mengalami perubahan komposisi, di mana sejumlah jenama berhasil meningkatkan pangsa pasar, sementara beberapa pemain termasuk Chery harus menghadapi penurunan penjualan.
Meski demikian, semester kedua 2026 masih menjadi peluang bagi Chery untuk memperbaiki performa. Kehadiran model baru, program promosi, hingga momentum pameran otomotif seperti GIIAS 2026 berpotensi menjadi pendorong peningkatan penjualan pada paruh kedua tahun ini.
Data Gaikindo menunjukkan bahwa performa Chery Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 masih berada dalam tekanan. Wholesales turun 39,1 persen menjadi 6.264 unit, sedangkan retail sales turun 33,6 persen menjadi 6.520 unit. Penurunan tersebut turut membuat pangsa pasar Chery di Indonesia menyusut baik pada sisi wholesales maupun retail sales.
Apakah Chery mampu membalikkan keadaan pada semester kedua 2026 akan sangat bergantung pada strategi peluncuran produk baru, promosi penjualan, serta respons pasar terhadap persaingan yang semakin ketat.
(om/mg)








