
OTO Mounture — Persaingan kendaraan komersial di Indonesia semakin ketat pada semester pertama 2026. Meski berhasil mencatat pertumbuhan positif, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) masih belum mampu mengejar dominasi Mitsubishi Fuso maupun Isuzu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Hino masih bertahan di peringkat ke-10 nasional, sedangkan Mitsubishi Fuso dan Isuzu berada di posisi ke-7 serta ke-9.
Artinya, pertumbuhan penjualan Hino belum cukup untuk mengangkat posisinya di tengah persaingan pasar kendaraan komersial yang semakin kompetitif.
Mitsubishi Fuso Melesat Paling Tinggi
Jika dibandingkan dua rival utamanya, Mitsubishi Fuso menjadi merek dengan performa paling impresif.
Sepanjang Januari-Juni 2026, wholesales Mitsubishi Fuso mencapai 17.535 unit, melonjak 53,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.442 unit.
Sementara pada Juni 2026 saja, distribusi dari pabrik ke diler mencapai 4.076 unit, naik 80,7 persen dibanding Juni 2025 yang sebesar 2.256 unit.
Pangsa pasar wholesales Mitsubishi Fuso juga meningkat menjadi 4 persen, naik dari 3 persen pada tahun sebelumnya.
Di sisi retail sales, performanya bahkan lebih kuat. Penjualan ke konsumen selama enam bulan pertama mencapai 17.974 unit, tumbuh 54,4 persen dibanding tahun lalu.
Retail sales Juni 2026 mencapai 4.071 unit, melonjak 91,9 persen secara tahunan dengan market share meningkat menjadi 4,1 persen.
BACA JUGA: Penjualan Chery di Indonesia Turun 39,1 Persen Semester I 2026, Pangsa Pasar Ikut Menyusut
Isuzu Tetap Stabil di Atas Hino
Sementara Isuzu juga masih mempertahankan jarak yang cukup jauh dari Hino. Wholesales Isuzu sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 13.890 unit, naik 23,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Market share wholesales meningkat menjadi 3,2 persen dari sebelumnya 3 persen.
Sementara retail sales mencapai 13.430 unit, bertumbuh 18,9 persen secara tahunan dengan market share naik menjadi 3,1 persen.
Pada Juni 2026, wholesales Isuzu mencapai 3.070 unit, sedangkan retail sales menyentuh 3.122 unit, menunjukkan permintaan yang tetap solid.
Hino Memang Bertumbuh, tetapi Gap Masih Terlalu Besar
Di sisi lain, Hino memang menunjukkan perbaikan dibanding tahun lalu. Wholesales semester pertama 2026 mencapai 10.660 unit, meningkat 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 8.202 unit.
Distribusi pada Juni 2026 juga naik signifikan menjadi 2.319 unit, atau meningkat 51,1 persen dibanding Juni 2025. Namun, market share wholesales Hino baru mencapai 2,4 persen, hanya naik tipis dari 2,2 persen tahun lalu.
Pada retail sales, Hino membukukan 10.569 unit selama Januari-Juni 2026. Penjualan Juni mencapai 2.332 unit, meningkat 66,3 persen dibanding Juni tahun lalu.
Meski demikian, market share retail justru berada di 2,4 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2,6 persen.
Penurunan pangsa pasar retail tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan volume penjualan Hino belum mampu mengikuti laju pertumbuhan pasar secara keseluruhan.
BACA JUGA: Honda Vario Evo 160 Diduga Rembes Oli, AHM Buka Suara soal Keluhan Konsumen
Secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler selama Januari-Juni 2026, Mitsubishi Fuso masih memimpin di antara tiga merek kendaraan komersial tersebut dengan penjualan 17.535 unit. Angka ini tumbuh 53,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan menguasai market share 4 persen.
Di posisi kedua ada Isuzu yang membukukan 13.890 unit atau meningkat 23,2 persen secara tahunan. Pangsa pasar wholesales Isuzu juga naik menjadi 3,2 persen.
Sementara itu, Hino berada di belakang kedua rivalnya dengan penjualan 10.660 unit. Meski tumbuh 30 persen dibanding semester pertama 2025, market share Hino baru mencapai 2,4 persen, sehingga masih belum mampu mengejar Mitsubishi Fuso maupun Isuzu.
Apabila dilihat dari retail sales atau distribusi diler ke konsumen, persaingannya juga menunjukkan pola serupa. Mitsubishi Fuso menjadi yang tertinggi dengan penjualan 17.974 unit, naik 54,4 persen dibanding tahun lalu dan menguasai pangsa pasar 4,1 persen.
Isuzu menyusul dengan 13.430 unit, meningkat 18,9 persen secara tahunan. Market share retail Isuzu ikut naik menjadi 3,1 persen.
Sedangkan Hino hanya mencatat retail sales 10.569 unit atau naik 2,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pangsa pasar retail Hino justru turun dari 2,6 persen menjadi 2,4 persen, menunjukkan pertumbuhan penjualannya masih belum mampu mengimbangi laju pasar maupun dua kompetitor utamanya.
Secara keseluruhan, selisih penjualan antara ketiga merek masih cukup lebar. Pada wholesales semester pertama 2026, Hino tertinggal 6.875 unit dari Mitsubishi Fuso dan 3.230 unit dari Isuzu.
Sementara pada retail sales, Hino masih terpaut 7.405 unit dari Mitsubishi Fuso serta 2.861 unit dari Isuzu. Angka tersebut memperlihatkan bahwa meski penjualan Hino mengalami kenaikan, jaraknya dengan dua pemain utama di segmen kendaraan komersial nasional masih belum berhasil diperkecil.
(om/mg)








