Kendaraan Komersial Terpapar Abu Vulkanik, Ini yang Harus Segera Dicek

OTO Mounture — Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dan sebaran abu vulkanik menjadi perhatian, termasuk bagi pengguna kendaraan komersial yang tetap harus menjalankan aktivitas operasional di tengah kondisi tersebut.

Paparan abu vulkanik tidak hanya dapat mengganggu jarak pandang pengemudi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sejumlah komponen kendaraan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Melihat kondisi tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengingatkan pengguna kendaraan komersial untuk melakukan pemeriksaan kendaraan, terutama pada filter udara dan saluran pemasukan udara ke mesin, setelah kendaraan terpapar abu vulkanik.

Langkah sederhana tersebut penting untuk membantu menjaga performa kendaraan sekaligus mendukung kelancaran operasional bisnis.

Business Solution Director Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosjadi, mengatakan pengguna kendaraan komersial perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kendaraan ketika beroperasi di tengah hujan abu vulkanik.

“Dalam kondisi hujan abu vulkanik seperti saat ini, pengguna kendaraan komersial perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kendaraan, terutama pada bagian yang berhubungan dengan sistem pemasukan udara ke mesin. Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus sehingga dapat membuat filter udara lebih cepat kotor,” ujar Anjar.

Karena itu, Isuzu mengimbau pengguna kendaraan komersial untuk melakukan pengecekan setelah kendaraan digunakan atau terpapar abu vulkanik.

BACA JUGA: Geely EX2 Lulus Uji Keselamatan Euro NCAP dan ANCAP 2026 dengan Bintang Lima

1. Periksa Filter Udara Mesin

Filter udara kendaraan menjadi salah satu komponen yang perlu mendapatkan perhatian ketika kendaraan digunakan di lingkungan berdebu atau terkena abu vulkanik.

Partikel abu yang masuk ke sistem pemasukan udara dapat membuat filter udara lebih cepat kotor. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran udara menuju mesin apabila tidak ditangani sesuai prosedur perawatan kendaraan.

Pemilik atau pengelola kendaraan komersial disarankan memeriksa kondisi filter udara setelah kendaraan beroperasi di wilayah yang terdampak abu vulkanik. Pemeriksaan secara berkala membantu memastikan sistem pemasukan udara tetap bekerja sebagaimana mestinya.

Hal ini semakin penting bagi kendaraan komersial yang memiliki intensitas penggunaan tinggi. Semakin sering kendaraan beroperasi di lingkungan dengan paparan debu atau abu, semakin besar perhatian yang perlu diberikan terhadap kondisi filter udara sesuai rekomendasi perawatan kendaraan.

2. Waspadai Udara Kotor yang Masuk ke Mesin

Udara yang membawa debu maupun abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena sistem pemasukan udara memiliki peran penting dalam mendukung proses pembakaran mesin.

Pada kendaraan yang menggunakan turbocharger, sistem pemasukan udara menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan. Karena itu, sistem penyaringan udara harus dipastikan bekerja dengan baik untuk membantu mencegah masuknya partikel pengotor ke dalam sistem mesin.

“Udara yang kotor dan membawa debu atau abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan beban kerja sistem penyaringan udara. Filter udara yang sudah kotor perlu diperiksa dan ditangani sesuai prosedur perawatan kendaraan,” jelas Anjar.

Pengguna kendaraan juga perlu memastikan pipa dan hose saluran udara menuju mesin dalam kondisi baik serta memiliki tingkat kekencangan yang sesuai.

Pemeriksaan tersebut penting karena sistem pemasukan udara memiliki peran dalam menjaga performa mesin, termasuk pada kendaraan yang dilengkapi turbocharger.

3. Cek Pipa dan Hose Saluran Udara

Selain filter udara, pipa dan hose saluran udara juga perlu diperiksa setelah kendaraan digunakan di wilayah yang terpapar abu vulkanik. Pemilik kendaraan komersial dapat memastikan pipa dan hose masih terpasang dengan baik serta tidak mengalami kondisi yang dapat mengganggu aliran udara.

Sambungan yang kurang kencang maupun kondisi saluran yang tidak sesuai dapat mengganggu sistem pemasukan udara. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama apabila kendaraan memiliki intensitas operasional tinggi di lingkungan dengan paparan debu atau abu vulkanik.

4. Jangan Langsung Lap Kaca yang Terkena Abu Vulkanik

Selain komponen mesin, kaca kendaraan yang terkena abu vulkanik juga harus dibersihkan dengan cara yang tepat. Salah satu hal yang perlu dihindari adalah langsung mengelap kaca ketika masih terdapat abu yang menempel.

Partikel abu vulkanik memiliki sifat abrasif sehingga dapat meningkatkan risiko munculnya goresan pada permukaan kaca. Cara yang disarankan adalah menyiram kaca terlebih dahulu menggunakan air mengalir hingga partikel abu luruh.

Setelah permukaan kaca relatif bersih dari abu, proses pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sabun dan air bersih. Cara tersebut juga penting untuk menjaga visibilitas pengemudi, terutama pada kendaraan komersial yang memiliki aktivitas operasional tinggi.

“Selain komponen mesin, kebersihan kaca kendaraan juga tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan visibilitas pengemudi. Jika kaca terkena abu vulkanik, sebaiknya jangan langsung dibersihkan dengan cara dilap atau menggunakan wiper dalam kondisi kering,” kata Anjar.

“Siram terlebih dahulu dengan air mengalir untuk menghilangkan partikel abu yang menempel, kemudian cuci menggunakan sabun dan air bersih. Dengan begitu, visibilitas tetap terjaga dan risiko kaca tergores akibat partikel abu dapat diminimalkan,” sambungnya.

BACA JUGA: Waspada Tabrakan Beruntun di Tol, Kenali 8 Pemicu dan Cara Mencegahnya

5. Periksa Kendaraan Sebelum Kembali Beroperasi

Setelah kendaraan melewati wilayah yang terdampak abu vulkanik, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas operasional secara intensif.

Pemeriksaan terutama diperlukan pada kendaraan yang terpapar abu dalam jumlah cukup banyak atau digunakan dalam waktu lama di wilayah terdampak.

Pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan sesuai prosedur perawatan kendaraan. Apabila menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pemeriksaan dapat dilakukan di bengkel resmi atau bengkel mitra.

Langkah tersebut membantu memastikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal dan siap digunakan untuk menunjang aktivitas bisnis.

6. Manfaatkan Bengkel Resmi dan Bengkel Isuzu Berjalan

Untuk memastikan kondisi kendaraan setelah terpapar abu vulkanik, pengguna kendaraan komersial Isuzu dapat melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel resmi Isuzu maupun bengkel mitra Isuzu.

Pemeriksaan oleh teknisi yang memahami karakteristik kendaraan komersial dapat membantu memastikan berbagai komponen, khususnya sistem pemasukan udara dan bagian pendukung lainnya, berada dalam kondisi baik.

Isuzu juga menyediakan layanan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) sebagai solusi bagi pengguna yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan kendaraan di lokasi.

Layanan tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengguna kendaraan komersial yang membutuhkan perawatan tanpa harus selalu membawa kendaraan ke bengkel.

“Selain melakukan pengecekan secara mandiri, kami menyarankan pengguna kendaraan komersial untuk melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel Isuzu apabila kendaraan terpapar abu vulkanik dalam jumlah cukup banyak atau digunakan secara intensif di wilayah terdampak,” ujar Anjar.

“Isuzu juga menyediakan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) untuk memberikan kemudahan layanan perawatan kendaraan di lokasi, sehingga pengguna dapat tetap fokus menjalankan aktivitas bisnis,” lanjutnya.

7. Booking Service melalui MyIsuzuID

Pengguna Isuzu yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan kendaraan dapat memanfaatkan aplikasi MyIsuzuID.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai layanan Isuzu sekaligus mencari lokasi bengkel resmi dan bengkel mitra yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

Pengguna juga dapat melakukan booking service sehingga proses perawatan kendaraan dapat dipersiapkan dengan lebih mudah.

(om/mg)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *