
OTO Mounture — Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi dapat memberikan dampak buruk terhadap mobil, mulai dari merusak cat dan kaca, mengganggu sistem pendinginan, hingga memengaruhi kinerja rem dan sensor kendaraan.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pengendara, terlebih sejumlah gunung api di Indonesia sedang mengalami aktivitas erupsi. Sebagian wilayah operasi cabang Auto2000 juga berada di daerah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
Abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang dapat membawa material seperti silika. Partikel tersebut bersifat abrasif sehingga dapat menimbulkan goresan apabila dibersihkan dengan cara yang tidak tepat.
Selain itu, abu vulkanik juga dapat bersifat korosif. Jika dibiarkan menempel terlalu lama pada kendaraan, terutama pada bagian yang mengalami kerusakan atau goresan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah dalam jangka panjang.
Karena itu, konsumen Auto2000 perlu mengetahui cara merawat mobil setelah terkena abu vulkanik agar kendaraan tetap aman dan kondisinya terjaga.
BACA JUGA: Geely EX2 Lulus Uji Keselamatan Euro NCAP dan ANCAP 2026 dengan Bintang Lima
Berikut sejumlah dampak yang perlu diwaspadai ketika mobil digunakan atau terparkir di wilayah yang terkena abu vulkanik.
1. Merusak Cat Mobil
Abu vulkanik yang menempel membuat permukaan mobil terlihat kotor. Namun, masalahnya bukan sekadar penampilan. Partikel abu yang sangat halus dan bersifat abrasif dapat menggores permukaan cat mobil apabila langsung digosok atau dilap.
Karena itu, hindari membersihkan bodi mobil dengan kain ketika abu masih menempel tebal di permukaannya.
2. Mengganggu Kerja Radiator
Tumpukan abu vulkanik juga dapat menempel pada bagian luar radiator, termasuk di antara sirip-sirip radiator. Jika endapan tersebut menghambat aliran udara, proses pelepasan panas dapat terganggu dan berpotensi mengurangi efektivitas sistem pendinginan mesin.
Karena itu, kebersihan radiator perlu diperhatikan setelah mobil digunakan di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
3. Menghambat Pendinginan AC Mobil
Abu vulkanik juga dapat memengaruhi sistem AC mobil.
Kondensor AC berada di bagian depan kendaraan sehingga dapat terkena paparan abu. Tumpukan kotoran pada area tersebut berpotensi menghambat proses pelepasan panas dan mengurangi efektivitas pendinginan.
Selain itu, partikel abu yang masuk ke kabin dapat membuat filter kabin lebih cepat kotor dan berpotensi mengganggu sirkulasi udara.
4. Merusak Kaca dan Karet Wiper
Kaca mobil termasuk komponen yang harus mendapat perhatian khusus setelah terkena abu vulkanik.
Partikel abu yang masih berada di permukaan kaca dapat bertindak seperti material abrasif. Jika pengemudi langsung mengaktifkan wiper atau mengelapnya dalam kondisi kering, risiko kaca mengalami goresan menjadi lebih besar.
Kerusakan kaca tentu dapat mengganggu visibilitas sekaligus menimbulkan biaya perbaikan atau penggantian yang tidak sedikit.
5. Membuat Jalan Licin dan Mengurangi Traksi
Endapan abu vulkanik di permukaan jalan juga dapat membahayakan pengendara. Lapisan abu yang menyerupai pasir tipis dapat membuat permukaan jalan menjadi lebih licin sehingga daya cengkeram ban berkurang.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kehilangan traksi, terutama ketika kendaraan melakukan pengereman atau manuver secara mendadak. Selain itu, abu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang pengemudi dan berpotensi masuk ke berbagai komponen kendaraan.
6. Mengganggu Sensor Mobil
Mobil modern dilengkapi berbagai sensor untuk mendukung sistem kontrol elektronik dan fitur keselamatan. Paparan kotoran atau abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat mengganggu komponen tertentu, terutama sensor yang berada di area luar kendaraan.
AutoFamily sebaiknya memperhatikan panel instrumen dan lampu indikator. Jika muncul peringatan terkait sistem kendaraan, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.
7. Berpotensi Mengontaminasi Cairan Kendaraan
Sistem cairan kendaraan pada dasarnya dirancang dalam kondisi tertutup. Namun, dalam kondisi tertentu, abu vulkanik yang sangat halus dapat masuk melalui kerusakan, celah, atau bagian yang tidak tertutup dengan baik.
Kontaminasi dapat berpotensi memengaruhi kondisi dan kinerja cairan kendaraan, termasuk pada sistem yang berkaitan dengan minyak rem maupun cairan pendingin. Jika terdapat indikasi kontaminasi atau kerusakan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh teknisi.
8. Mengganggu Sistem Pengereman
Abu vulkanik dapat menempel pada komponen sistem rem, termasuk piringan rem cakram.
Ketika kampas rem menekan permukaan yang terdapat partikel abrasif, gesekan tersebut berpotensi menyebabkan goresan pada permukaan cakram. Pada sistem rem tromol, kondisi serupa juga dapat memengaruhi permukaan tromol.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kinerja sistem pengereman. Pengemudi perlu memperhatikan tanda seperti bunyi mencicit atau perubahan rasa pedal rem. Jika muncul gejala tidak normal, jangan menunggu sampai performa rem semakin menurun.
BACA JUGA: Chery J6T CSH Punya Tenaga 428 PS dan Jarak Tempuh 1.000 Km Lebih
Setelah mobil digunakan di wilayah yang terdampak abu vulkanik, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan.
1. Bersihkan Kaca dengan Air Terlebih Dahulu
Jangan langsung mengoperasikan wiper atau mengelap kaca ketika masih terdapat abu vulkanik. Semprotkan cairan pembersih wiper terlebih dahulu. Jika abu masih menempel, siram kaca menggunakan air mengalir hingga partikel tersebut luruh.
Setelah permukaan kaca relatif bersih, barulah proses pembersihan dapat dilanjutkan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kaca mobil tergores akibat abu vulkanik.
2. Siram Bodi Mobil dengan Air Mengalir
Hal serupa berlaku pada bodi mobil. Jangan langsung menggosok atau mengelap bodi ketika abu vulkanik masih menempel. Siram terlebih dahulu menggunakan air mengalir untuk membantu meluruhkan partikel abu.
Setelah itu, kendaraan dapat dicuci menggunakan metode yang sesuai.
Pembersihan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah kendaraan digunakan di wilayah terdampak, mengingat abu vulkanik memiliki sifat yang dapat bersifat korosif. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada bagian bodi yang memiliki goresan atau lapisan cat yang sudah rusak.
3. Periksa Filter Udara Mesin
Filter udara mobil menjadi salah satu komponen penting yang harus diperiksa setelah kendaraan melewati wilayah dengan paparan abu vulkanik. Partikel abu yang sangat halus dapat masuk ke sistem pemasukan udara dan membuat filter lebih cepat kotor.
Jika kondisi filter sudah tidak sesuai, lakukan penggantian mengikuti rekomendasi perawatan kendaraan. Bagi mobil yang sering digunakan di wilayah terdampak abu vulkanik, pemeriksaan dan servis berkala juga dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan.
4. Bersihkan Kabin dan Periksa Filter AC
Abu vulkanik yang masuk ke dalam kabin dapat memengaruhi kualitas udara yang dihirup penumpang. Setelah melewati wilayah terdampak, bersihkan kabin, terutama area sekitar dasbor dan kolong dek depan yang berkaitan dengan sirkulasi udara.
Periksa pula kondisi filter kabin. Jika sudah kotor, penggantian dapat dilakukan meskipun belum memasuki jadwal penggantian rutin.
5. Periksa Sistem Rem
Perhatikan perubahan pada sistem pengereman setelah kendaraan digunakan di wilayah yang terdampak abu. Bunyi mencicit, rem terasa kurang pakem, atau perubahan respons pedal rem dapat menjadi tanda bahwa sistem pengereman perlu diperiksa.
Jangan menunda pemeriksaan apabila muncul gejala tersebut. Bawa mobil ke bengkel resmi untuk memastikan sistem pengereman tetap bekerja dengan baik.
6. Perhatikan Lampu Indikator dan Sensor
Tidak semua sensor kendaraan mudah diperiksa secara visual karena sejumlah komponen berada di lokasi yang sulit dijangkau. Karena itu, panel instrumen dapat menjadi salah satu indikator awal.
Apabila lampu peringatan menyala setelah mobil digunakan di wilayah terdampak abu vulkanik, jangan mengabaikannya. Segera lakukan pemeriksaan menggunakan peralatan diagnostik di bengkel.
“Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat. Jangan ragu untuk berkunjung ke bengkel Auto2000 meskipun belum saatnya servis berkala kalau merasakan ada masalah pada mobil sebagai dampak dari abu vulkanik,” kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.
(om/ns)








