Tips Merawat Ban Motor Saat Musim Hujan, Michelin Bagikan 3 Hal Penting

Foto: Michelin

OTO Mounture — Memasuki musim hujan, pengendara sepeda motor perlu lebih memperhatikan kondisi kendaraan, terutama ban. Pasalnya, jalanan basah dan genangan air dapat memengaruhi daya cengkeram ban sehingga berisiko mengurangi stabilitas serta pengendalian sepeda motor.

Ban menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisi tapak, tekanan udara, hingga pemilihan jenis ban perlu diperhatikan untuk mendukung keselamatan berkendara, terutama ketika menghadapi jalanan licin.

Michelin Indonesia mengingatkan pengendara agar tidak hanya mempertimbangkan daya tahan ban, tetapi juga kemampuan mencengkeram jalan, kestabilan, dan kenyamanan saat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.

Product Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengatakan bahwa pemeriksaan rutin dan pemilihan ban yang tepat menjadi hal penting selama musim hujan.

“Saat musim hujan, kondisi ban menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pengendara. Permukaan jalan yang basah dapat memengaruhi daya cengkeram ban, sehingga pemeriksaan rutin dan pemilihan ban yang tepat sangat diperlukan,” ujar Rozi.

Menurutnya, hal sederhana seperti menjaga tekanan udara, memperhatikan kondisi tapak, dan menyesuaikan cara berkendara dapat membantu pengendara merasa lebih aman dan percaya diri selama perjalanan.

BACA JUGA: Pabrik VinFast Subang Siap Jadi Basis Ekspor EV, Target TKDN Capai 80% pada 2030

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengendara untuk menjaga performa ban motor ketika menghadapi kondisi jalan basah.

1. Periksa Kondisi Tapak dan Keausan Ban

Tapak ban memiliki peran penting dalam membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan permukaan jalan. Oleh karena itu, pengendara perlu memeriksa kondisi alur tapak serta indikator keausan ban secara berkala.

Ban dengan tapak yang sudah terlalu aus berpotensi mengalami penurunan kemampuan mencengkeram jalan, terutama ketika melintasi permukaan basah.

Selain memperhatikan kedalaman alur, periksa pula kondisi fisik ban. Pastikan tidak terdapat retakan, benjolan, maupun kerusakan lain yang dapat memengaruhi keamanan berkendara.

2. Pastikan Tekanan Udara Ban Sesuai Rekomendasi

Tekanan udara yang tidak sesuai standar dapat memengaruhi kestabilan, pengendalian, dan tingkat keausan ban.

Pengendara disarankan memeriksa tekanan udara secara rutin ketika ban dalam kondisi dingin. Pastikan tekanan mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan, bukan sekadar perkiraan atau kebiasaan pribadi.

Hindari mengurangi tekanan udara secara sembarangan dengan anggapan bahwa ban akan memiliki daya cengkeram lebih baik saat melewati jalanan basah.

3. Pilih Ban Motor Sesuai Kebutuhan Berkendara

Setiap pengendara memiliki kebutuhan mobilitas berbeda, mulai dari perjalanan harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh.

Karena itu, pemilihan ban motor perlu mempertimbangkan ukuran yang direkomendasikan pabrikan kendaraan, karakter penggunaan, serta performa yang dibutuhkan.

Saat musim hujan, desain alur tapak menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan. Pola alur yang dirancang untuk membantu mengalirkan air dapat mendukung daya cengkeram pada permukaan jalan basah.

Karakteristik tersebut berbeda dengan ban berpola semi-slick yang lebih berorientasi pada kebutuhan berkendara tertentu. Meski demikian, kemampuan ban dalam memberikan daya cengkeram tidak hanya ditentukan pola tapak, tetapi juga kompon, kondisi keausan, dan desain ban secara keseluruhan.

BACA JUGA: Moto Guzzi The Trip 500 Hadir, Bobot 180 Kg dan Tenaga Hampir 48 HP

Untuk memenuhi kebutuhan pengendara dengan karakter penggunaan yang berbeda, Michelin menghadirkan beberapa pilihan ban motor, di antaranya Michelin Pilot Street, Michelin Pilot Street 2, dan Michelin City Extra.

Michelin Pilot Street merupakan ban serbaguna yang dirancang untuk penggunaan di perkotaan dan menunjang mobilitas sehari-hari.

Sementara itu, Michelin Pilot Street 2 memiliki pola tapak yang terinspirasi dari MotoGP. Ban ini menggunakan alur tengah berukuran kecil dan alur samping progresif yang dirancang untuk membantu pembuangan air serta mendukung daya cengkeram di jalan basah maupun kering.

Adapun Michelin City Extra dikembangkan dengan fokus pada ketahanan dan keandalan untuk penggunaan harian. Ban ini mengombinasikan konstruksi yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap kebocoran, daya tahan tapak, serta teknologi Water Sipe untuk mendukung daya cengkeram pada permukaan basah.

Rozi menambahkan bahwa pemilihan ban sebaiknya tidak hanya berorientasi pada ketahanan produk, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter berkendara masing-masing pengguna.

Selain mengingatkan pentingnya perawatan ban motor, Michelin Indonesia juga menghadirkan program promosi bertajuk Michelin HEMAT (Hadiah Extra Michelin Akhir Tahun).

Program yang berlangsung pada 1 Oktober hingga 30 November 2026 ini tersedia di sejumlah dealer terpilih di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Melalui program tersebut, konsumen yang membeli satu ban motor Michelin berkesempatan mendapatkan satu kaus eksklusif Michelin.

Sementara itu, pembelian dua ban motor Michelin akan mendapatkan satu kaus eksklusif dan voucher bahan bakar senilai Rp100.000. Adapun dealer yang berpartisipasi dalam program ini meliputi:

– Jabodetabek: Khay Tire, Rumah Ban, Super Ban, Proking, dan Garasi Motocare.
– Malang dan Surabaya: Juragan Ban dan Danumas.

Promo tersebut hanya berlaku di dealer yang berpartisipasi selama periode program dan mengikuti syarat serta ketentuan yang berlaku. Konsumen disarankan menghubungi dealer terkait untuk memastikan ketersediaan produk dan hadiah sebelum melakukan pembelian.

Dengan memperhatikan kondisi tapak, menjaga tekanan udara sesuai rekomendasi, serta memilih ban berdasarkan kebutuhan kendaraan, pengendara dapat mempersiapkan sepeda motor untuk menghadapi kondisi jalan selama musim hujan.

(om/pd)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *