
OTO Mounture — Industri sepeda motor nasional menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor domestik mencapai 5.016.421 unit hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 3,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Melihat tren tersebut, AISI optimistis penjualan sepeda motor sepanjang 2026 dapat mencapai 6,5 juta hingga 6,7 juta unit. Jika target tersebut terealisasi, capaian ini berpotensi menjadi salah satu rekor penjualan tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Ketua Umum AISI, Thomas Wijaya, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung perkembangan industri sepeda motor nasional melalui penguatan inovasi, daya saing, serta penyediaan beragam pilihan kendaraan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami selalu berkomitmen mendukung industri otomotif, khususnya sepeda motor di Indonesia. Kami yakin industri sepeda motor dapat terus berkembang. Pertumbuhan ini akan memperkuat inovasi dan daya saing industri serta menghadirkan beragam sepeda motor untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya pada acara jumpa pers Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi nasional turut menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan pasar sepeda motor sepanjang tahun ini.
AISI melihat kondisi ekonomi selama sembilan bulan pertama 2026 cukup baik. Selain itu, tingkat inflasi dinilai masih terkendali di bawah 3 persen sehingga daya beli masyarakat relatif stabil. Kondisi harga komoditas, khususnya di luar Pulau Jawa, juga dinilai cukup mendukung pasar sepeda motor.
BACA JUGA: PEVS 2026 Resmi Dibuka, Ada Cashback Kendaraan Listrik hingga Rp200 Juta
Di tengah optimisme pertumbuhan pasar, AISI berharap pameran kendaraan roda dua, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 yang akan berlangsung pada 20 – 29 November 2026 di ICE BSD, Tangerang dapat menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan industri sepeda motor nasional.
Thomas menilai IMOS tidak hanya menjadi ajang pameran untuk memperkenalkan produk terbaru, tetapi juga dapat berperan sebagai barometer industri kendaraan roda dua sekaligus mendorong aktivitas pasar.
“Kami berharap IMOS 2026 dapat menjadi barometer industri kendaraan roda dua, bukan hanya pameran, tetapi juga mampu memacu pasar, pencapaian industri, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
AISI optimistis penyelenggaraan IMOS 2026 dapat memberikan dorongan terhadap penjualan sepeda motor. Kehadiran berbagai merek dan pelaku industri juga diharapkan memberikan dampak berganda atau multiplier effect bagi sektor otomotif dan industri pendukungnya.
Lebih jauh, penyelenggaraan IMOS tahun ini juga diarahkan untuk mendukung perkembangan mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.
Semangat tersebut akan ditampilkan melalui kehadiran beragam produk sepeda motor, mulai dari kendaraan listrik, sepeda motor bermesin dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien, hingga teknologi alternatif lainnya.
BACA JUGA: VinFast Kasih Promo Motor Listrik hingga Rp3,44 Juta, Ini Syaratnya
Terkait semakin banyaknya merek sepeda motor asal Tiongkok yang memasuki pasar Indonesia, Thomas menegaskan bahwa AISI terbuka terhadap kehadiran merek dari berbagai negara.
Menurutnya, AISI memiliki sejumlah fokus utama, mulai dari pengembangan pasar sepeda motor, penyediaan solusi mobilitas bagi konsumen, penguatan industri dan ekosistemnya, hingga mendukung para pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri serta perekonomian nasional.
Keempat hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab asosiasi dalam mendorong pertumbuhan industri sepeda motor Indonesia.
“Baik merek apa pun dan dari negara mana pun, kami terima. Terkait investasi dan full manufacturing, selama memiliki tujuan yang sama, memenuhi kriteria, serta bisa mengembangkan industri, tentu kami terbuka,” kata Thomas.
Dengan demikian, peluang bagi merek sepeda motor asal Tiongkok maupun negara lainnya untuk bergabung dengan AISI tetap terbuka selama memenuhi persyaratan dan memiliki komitmen terhadap pengembangan industri serta ekosistem sepeda motor di Indonesia.
AISI berharap pertumbuhan pasar dan penyelenggaraan IMOS 2026 dapat menjadi fondasi bagi perkembangan industri kendaraan roda dua pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya.
(om/ls)








