FJGS 2026 Ramai Pengunjung, Secure Parking Catat Lonjakan Kendaraan 6,5 Persen

Festival Jakarta Great Sale 2026
Foto: Secure Parking

OTO Mounture — Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 kembali menjadi salah satu agenda belanja terbesar di ibu kota. Dengan target transaksi mencapai Rp16 triliun yang melibatkan 104 pusat perbelanjaan di Jakarta, ajang ini diperkirakan mendorong lonjakan kunjungan masyarakat selama musim diskon berlangsung.

Di balik ramainya aktivitas belanja tersebut, kelancaran mobilitas kendaraan menjadi salah satu faktor penting yang turut menentukan kenyamanan pengunjung. Hal inilah yang menjadi perhatian Secure Parking Indonesia (SPI), pengelola parkir di sejumlah pusat perbelanjaan peserta FJGS 2026.

Program diskon hingga 70 persen, All Day Sale, Midnight Sale, serta berbagai aktivitas belanja lainnya membuat pusat perbelanjaan dipadati pengunjung.

SPI mencatat, selama tiga pekan pertama penyelenggaraan Festival Jakarta Great Sale 2026, volume kendaraan di pusat perbelanjaan yang dikelolanya meningkat rata-rata sekitar 6,5 persen dibandingkan hari normal.

Peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh momentum libur sekolah yang berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan FJGS, sehingga lebih banyak keluarga memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.

BACA JUGA: 3 Aturan Membonceng Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Meningkatnya jumlah kendaraan tidak hanya berdampak pada kapasitas parkir, tetapi juga mengubah pola mobilitas pengunjung.

Jam kedatangan dan kepulangan menjadi lebih panjang dan dinamis dibandingkan hari biasa. Kondisi ini menuntut pengelolaan operasional yang lebih adaptif agar arus kendaraan tetap lancar sepanjang hari.

General Manager Operation Secure Parking Indonesia, Andiyanto, mengatakan tantangan selama FJGS bukan sekadar melayani lebih banyak kendaraan, tetapi memastikan mobilitas tetap mengalir ketika pola kunjungan berubah.

“Pada periode seperti FJGS, tantangannya bukan sekadar melayani lebih banyak kendaraan, tetapi memastikan mobilitas tetap mengalir ketika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung berubah dibandingkan hari-hari biasa.”

Untuk menjaga kelancaran tersebut, SPI mengoptimalkan sumber daya yang telah tersedia melalui penempatan petugas secara lebih adaptif di area pintu masuk dan keluar, meningkatkan pemantauan arus kendaraan, serta memperkuat koordinasi dengan pengelola pusat perbelanjaan.

Pendekatan ini memungkinkan kualitas layanan tetap terjaga tanpa harus menambah jumlah petugas maupun mengubah jam operasional.

BACA JUGA: Auto2000 Donasikan Ambulans MOKES2000 untuk Lebak dan Manggarai Timur, Perkuat Layanan Kesehatan

Menurut Secure Parking Indonesia, pengalaman pengunjung sebenarnya dimulai jauh sebelum memasuki pusat perbelanjaan.

Kemudahan menemukan area parkir, kelancaran masuk ke kawasan, hingga proses keluar setelah selesai berbelanja menjadi bagian dari keseluruhan customer journey yang memengaruhi kepuasan pengunjung.

Deputy Managing Director SPI, Queenta Sylvia, menjelaskan bahwa layanan parkir kini tidak lagi dipandang sekadar menyediakan ruang kendaraan.

“Ketika akses menuju kawasan berjalan lancar, mereka memulai kunjungan dengan suasana yang berbeda dibanding ketika harus menghadapi antrean sejak awal. Karena itu, kami melihat pengelolaan parkir sebagai bagian dari customer journey, bukan sekadar layanan pendukung,” ujarnya.

Menurutnya, semakin tinggi ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pusat perbelanjaan, semakin penting pula seluruh elemen pendukung bekerja secara konsisten agar pengalaman pelanggan tetap positif dari awal hingga akhir kunjungan.

Keberhasilan sebuah festival belanja tidak hanya ditentukan oleh besarnya diskon atau banyaknya tenant yang berpartisipasi.

Kelancaran akses menuju pusat perbelanjaan, waktu antrean kendaraan yang terkendali, hingga sistem parkir yang tertata menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan pengunjung.

Hal serupa juga terlihat pada berbagai agenda besar di Jakarta, termasuk Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang mencatat transaksi sekitar Rp8,2 triliun dengan lebih dari 6,1 juta pengunjung.

Besarnya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa kesiapan sistem pendukung, termasuk layanan parkir dan pengelolaan mobilitas, memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman.

Dengan tingginya aktivitas selama Festival Jakarta Great Sale 2026, pengelolaan parkir kini tidak lagi sekadar menjadi fasilitas pendukung, melainkan bagian penting dalam memastikan seluruh perjalanan pengunjung berlangsung lancar sejak datang hingga meninggalkan pusat perbelanjaan.

(om/pd)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *