
OTO Mounture — PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) menyerahkan unit truk listrik eCanter kepada PT Takari Kokoh Sejahtera pada 20 April 2026.
Seremoni penyerahan dilakukan secara simbolis melalui mockup kunci yang diberikan kepada PT DSV Contract Logistics sebagai konsumen pertama dalam kolaborasi ini.
Dalam kerja sama tersebut, Takari berperan sebagai penyedia layanan dengan skema Operating Lease (OPL). Skema ini memungkinkan pelaku usaha mengadopsi truk listrik tanpa harus membeli unit secara langsung.
Model bisnis ini dinilai menjadi solusi praktis bagi industri logistik yang ingin beralih ke kendaraan listrik secara bertahap, tanpa beban investasi awal yang besar.
General Manager Sales KTB, Hironaga Tanaka, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses terhadap teknologi kendaraan listrik.
“eCanter kini semakin dipercaya sebagai solusi transportasi masa depan. Penyerahan ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri untuk mengadopsi truk listrik melalui skema yang fleksibel,” ujarnya.
BACA JUGA: GT World Challenge Asia 2026 Digelar di Mandalika, Pertamina Fastron Dukung Sean Gelael
Takari menawarkan layanan OPL dengan skema bulanan dan tahunan, memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengevaluasi efisiensi kendaraan listrik dalam operasional mereka.
Paket sewa eCanter dimulai dari Rp 35 juta per bulan, yang sudah mencakup berbagai layanan, antara lain layanan operasional 24/7, roadside assistance, perawatan rutin (full service & maintenance), perpanjangan STNK, asuransi all risk, dan unit pengganti.
Selain itu, tersedia pula layanan tambahan seperti pengemudi, fasilitas pengisian daya, hingga emergency mobile charger.
Vice President Director Takari, Tadashi Sasaki, menyebut minat terhadap eCanter terus meningkat.
“Kami melihat antusiasme besar dari pelaku logistik. Skema OPL ini dirancang agar konsumen mendapatkan efisiensi operasional sekaligus pengelolaan finansial yang lebih terukur,” jelasnya.
BACA JUGA: Cara Parkir Paralel yang Benar Saat Libur Panjang, Ini Panduan Aman dari Korlantas Polri
Sebagai pengguna perdana, DSV Indonesia memanfaatkan eCanter untuk memperkuat armada logistiknya. Perusahaan global ini menilai kendaraan listrik mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi.
Country Manager Road DSV Indonesia, Ajeng Nurul, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan target keberlanjutan perusahaan.
DSV menargetkan pengurangan emisi Scope 1 dan 2 sebesar 50% pada 2030, serta mencapai net zero emission pada 2050.
Penggunaan truk listrik dinilai memberikan berbagai keuntungan, mulai dari pengurangan ketergantungan bahan bakar hingga peningkatan keandalan rantai pasok.
Kolaborasi antara Mitsubishi Fuso, Takari, dan DSV menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik di sektor logistik Indonesia mulai terbentuk.
Dengan dukungan skema pembiayaan yang fleksibel, adopsi truk listrik seperti eCanter diprediksi akan semakin cepat dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Mitsubishi Fuso sebagai salah satu pemain utama dalam inovasi kendaraan niaga listrik di Indonesia.
(om/pd)








