Hino Perkuat Investasi dan Produksi Lokal, Dorong Indonesia Jadi Basis Ekspor Kendaraan Niaga Global

OTO Mounture — Industri kendaraan niaga nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya investasi, penguatan produksi lokal, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Kementerian Perindustrian RI, Faisol Riza, dengan jajaran manajemen Hino Motors Ltd bersama entitasnya di Indonesia.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Satyakam Arya, Shingo Sakai, serta Hiroshi Terawaki, dan membahas perkembangan industri kendaraan niaga serta peluang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global.

Dalam kesempatan tersebut, Hino memaparkan kontribusinya terhadap industri otomotif nasional melalui peningkatan investasi dan kapasitas produksi dalam negeri. Hingga saat ini, total investasi Hino di Indonesia telah mencapai USD 112,5 juta.

Melalui entitasnya, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia dan PT Hino Motors Sales Indonesia, perusahaan ini mampu memproduksi hingga 75.000 unit kendaraan per tahun.

Tak hanya itu, aktivitas manufaktur Hino juga telah menyerap sekitar 1.547 tenaga kerja, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan industri kendaraan niaga nasional di tengah dinamika pasar.

BACA JUGA: Penjualan Polytron Anjlok di Maret 2026, Wholesales Turun Lebih dari 50 Persen

Selain memperkuat pasar domestik, Hino juga menargetkan Indonesia sebagai hub ekspor global untuk kendaraan niaga. Dengan dukungan fasilitas produksi modern serta rantai pasok lokal yang semakin kuat, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi basis produksi bagi pasar regional maupun internasional.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan nilai tambah dalam negeri, Hino terus meningkatkan kandungan lokal produknya. Saat ini, nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Hino berada di kisaran 44,35% hingga 57,26% untuk berbagai tipe kendaraan.

Bahkan, untuk enam tipe kendaraan seperti Hino 300 Series 115 SD, 136 HD, 136 HDX, 136 MDL, 115 SDB, dan 115 SDBL, TKDN telah mencapai 71,85%. Pencapaian ini menjadi bukti nyata penguatan industri komponen lokal sekaligus dukungan terhadap ekosistem manufaktur nasional.

BACA JUGA: Auto2000 Tambah Armada MOKES2000, Perluas Layanan Kesehatan Gratis ke Berbagai Daerah

Tak hanya fokus pada produksi, Hino juga aktif dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi, penyediaan fasilitas laboratorium, serta kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat layanan purna jual guna menjaga performa kendaraan pelanggan di berbagai sektor industri.

“Langkah strategis ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia. Selain berfokus pada peningkatan produksi lokal, kami juga memastikan dukungan layanan purna jual yang menyeluruh,” ujar Shingo Sakai.

Ia menambahkan, melalui jaringan layanan luas, ketersediaan suku cadang, perawatan berkala, hingga dukungan teknis profesional, Hino berupaya memastikan operasional pelanggan tetap optimal dan produktif.

Pemerintah Indonesia turut mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan pemangku kepentingan guna mengoptimalkan kapasitas produksi nasional.

Dengan sinergi tersebut, industri otomotif Indonesia diharapkan mampu terus tumbuh, semakin kompetitif, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

(om/ns)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *