Viral Keluhan Geely EX2 di Media Sosial, Inden 7 Bulan Dipakai 3 Hari Langsung Rusak

OTO Mounture — Keluhan terhadap mobil listrik kembali mencuat di media sosial. Kali ini, pemilik akun Facebook bernama Hanz Christianto membagikan pengalaman kurang menyenangkan terkait unit Geely EX2 miliknya di grup komunitas pengguna Geely EX2 Indonesia.

Unggahan tersebut langsung menjadi perhatian warganet setelah mengungkap bahwa mobil yang telah ditunggu selama berbulan-bulan itu mengalami kerusakan serius hanya dalam hitungan hari setelah digunakan.

Dalam keterangannya, Hanz mengaku telah menunggu hingga tujuh bulan sejak pemesanan. Unit kendaraan akhirnya diterima pada 13 Maret 2026.

Namun, baru tiga hari digunakan, ia mulai mencurigai adanya masalah pada kendaraan. Setelah dilakukan pengecekan mandiri, ditemukan indikasi kebocoran pada bagian baterai.

Keesokan harinya, mobil langsung dibawa ke bengkel resmi Geely untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil diagnosis menyebutkan adanya kebocoran pada sistem pendingin baterai yang diduga akibat faktor eksternal.

BACA JUGA: Wuling dan Traveloka Umumkan Pemenang Gebyar Traveloka 2025, BinguoEV Pro Diboyong Top Spender

Pihak bengkel menyatakan bahwa kerusakan tersebut tidak termasuk dalam cakupan garansi karena dianggap disebabkan faktor luar. Pemilik kendaraan pun membantah klaim tersebut karena merasa tidak pernah mengalami benturan atau kejadian yang dapat menyebabkan kerusakan.

Ia juga menyebut tidak ada tanda peringatan (warning) dari sistem kendaraan sebelum masalah muncul.

Hingga awal Mei 2026, mobil tersebut masih berada di bengkel tanpa kejelasan solusi, sementara komunikasi dengan pihak terkait disebut berjalan lambat dan tidak konsisten.

Selain masalah teknis, pemilik juga mengeluhkan sejumlah hal lain terkait layanan dealer, antara lain respons sales yang dinilai menurun setelah pembayaran dilakukan, informasi garansi yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal.

Kemudian kompensasi keterlambatan pengiriman yang dianggap tidak transparan, pembatalan layanan derek gratis yang sebelumnya dijanjikan, dan minimnya tindak lanjut atas keluhan pelanggan.

Ia mengaku kecewa karena sebagian besar janji tersebut tidak tertuang jelas dalam dokumen resmi, sehingga sulit untuk diklaim.

Geely EX2 Rusak
Foto: Tangkapan Layar/Facebook

BACA JUGA: Perawatan Filter AC Mobil Saat Musim Kemarau: Kunci Kabin Tetap Sejuk dan Sehat

Geely EX2 Rusak
Foto: Tangkapan Layar/Facebook

Unggahan ini pun memicu berbagai tanggapan dari anggota komunitas. Beberapa pengguna menyoroti pentingnya layanan purna jual (after sales) dalam industri otomotif, terutama untuk kendaraan listrik yang masih berkembang di Indonesia.

Ada pula yang menyarankan calon pembeli untuk lebih teliti saat serah terima kendaraan, termasuk melakukan pengecekan menyeluruh pada bagian bawah mobil.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa selain inovasi produk, kualitas layanan purna jual menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan konsumen.

Sebagai merek global, Geely dikenal memiliki posisi kuat di pasar otomotif internasional. Namun di tingkat lokal, pengalaman pelanggan di jaringan dealer dan layanan servis tetap menjadi penentu utama kepuasan pengguna.

Viralnya keluhan ini menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap kendaraan listrik tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada transparansi, kejelasan garansi, serta kecepatan penanganan masalah.

Jika tidak ditangani dengan baik, isu layanan purna jual berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap brand maupun industri kendaraan listrik secara keseluruhan.

(om/ls)

 

 

, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *