
OTO Mounture — Di tengah dinamika pasar otomotif nasional, segmen kendaraan bekas menunjukkan tren positif dan menjadi pilihan rasional bagi masyarakat. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas, namun tetap diimbangi dengan kehati-hatian dalam mengatur pengeluaran.
PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance menilai pembiayaan kendaraan bekas masih memiliki prospek cerah dan berperan penting dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan otomotif secara keseluruhan.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan bahwa kendaraan bekas kerap menjadi alternatif karena harganya yang lebih terjangkau dibanding mobil baru.
Menurutnya, kebutuhan mobilitas masyarakat yang relatif stabil turut menjaga permintaan kendaraan di pasar, baik baru maupun bekas.
“Dalam kondisi tertentu, sebagian masyarakat memilih kendaraan bekas sebagai alternatif yang lebih ekonomis,” ujarnya melalui keterangan resmi, belum lama ini.
BACA JUGA: Auto2000 Siagakan 8 Posko Mudik dan 116 Bengkel Siaga Lebaran 2026
Dari sisi kinerja, BRI Finance mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen kendaraan bekas. Pertumbuhan pembiayaan mobil bekas mencapai 169,34% (year-on-year) hingga Februari 2026, kontribusi terhadap total portofolio sebesar 9,79%. Angka ini menunjukkan bahwa pasar mobil bekas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia.
Dari sisi kinerja, BRI Finance mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen kendaraan bekas.
Pertumbuhan pembiayaan mobil bekas mencapai 169,34% (year-on-year) hingga Februari 2026, kontribusi terhadap total portofolio sebesar 9,79%. Angka ini menunjukkan bahwa pasar mobil bekas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di Indonesia.
Untuk memperkuat pembiayaan kendaraan bekas, BRI Finance menjalankan sejumlah strategi, antara lain memperluas kerja sama dengan dealer dan mitra penjual, mengoptimalkan kanal pemasaran.
Kemudian meningkatkan efisiensi proses pembiayaan, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam seleksi kredit. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas portofolio sekaligus memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
(om/ril)








