
OTO Mounture — Waktu berbuka puasa kerap bertepatan dengan jam pulang kerja. Kondisi ini membuat banyak pengendara terpaksa berbuka puasa di jalan, bahkan saat masih mengemudi mobil. Situasi tersebut memang sulit dihindari, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi selama Ramadan.
Namun, keselamatan berkendara tetap harus menjadi prioritas utama. Lantas, bagaimana cara aman buka puasa saat masih berada di balik kemudi?
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar tetap aman dan nyaman di perjalanan seperti dikutip dari siaran pers Auto2000.
1. Siapkan Bekal Sederhana untuk Berbuka
Membawa bekal untuk berbuka puasa adalah langkah paling praktis. Pilih minuman sederhana seperti air mineral atau minuman manis yang menyegarkan.
Hindari minuman bersoda atau kopi karena dapat membuat perut tidak nyaman. Pastikan juga suhu minuman tidak terlalu panas atau terlalu dingin agar bisa langsung diminum tanpa mengganggu konsentrasi.
Untuk makanan, cukup siapkan camilan ringan seperti kurma atau biskuit lembut. Tidak disarankan membawa makanan berat seperti nasi dan lauk pauk karena berisiko membuat mengantuk serta merepotkan saat dikonsumsi di dalam mobil.
Selain itu, hindari makanan yang mudah hancur dan berantakan. Remahan makanan yang berserakan bisa mengotori kabin dan berpotensi mengalihkan perhatian saat mengemudi, yang tentu meningkatkan risiko kecelakaan.
BACA JUGA: Laba Astra 2025 Turun 3 Persen, Bisnis Otomotif Tetap Stabil di Tengah Lesunya Pasar Mobil
2. Persiapkan Makanan dan Minuman Sebelum Berkendara
Sebelum mulai perjalanan, sebaiknya buka terlebih dahulu segel kemasan makanan dan minuman. Langkah ini penting agar Anda tidak perlu repot membuka kemasan saat mobil sedang berjalan.
Letakkan makanan dan minuman di tempat yang mudah dijangkau seperti panel pintu, konsol tengah, atau cup holder. Pastikan kemasan tersimpan dengan aman dan tidak mudah jatuh, terutama saat terjadi pengereman mendadak atau mobil bermanuver.
3. Jangan Berhenti di Bahu Jalan
Jika memungkinkan, menepilah di tempat yang aman untuk berbuka puasa, seperti rest area jalan tol, SPBU, masjid, minimarket, atau area parkir resmi.
Hindari berhenti di bahu jalan, meskipun hanya sebentar. Berhenti di pinggir jalan dapat menghambat arus lalu lintas dan meningkatkan risiko tertabrak dari belakang.
Selain itu, pastikan lokasi parkir aman dari potensi tindak kriminal serta tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
4. Tetap Waspada Jika Terpaksa Berbuka Sambil Mengemudi
Apabila situasi tidak memungkinkan untuk berhenti, batalkan puasa dengan minum air putih atau minuman manis terlebih dahulu. Konsumsi makanan ringan secukupnya dan kunyah perlahan.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu jangan memegang makanan dan minuman dengan kedua tangan sekaligus, satu tangan harus tetap memegang kemudi, kurangi kecepatan ke batas aman, dan hindari minum berlebihan agar tidak memicu keinginan buang air kecil.
Setelah menemukan lokasi yang aman untuk berhenti, Anda bisa melanjutkan proses berbuka dengan lebih nyaman.
(om/ril)








