
OTO Mounture — Penjualan mobil Honda di Indonesia mengalami penurunan tajam sepanjang Januari–September 2026, meski pasar otomotif nasional justru tumbuh.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penurunan tersebut terutama terlihat pada keluarga Honda Brio yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan merek tersebut.
Secara wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer, Honda mencatatkan 29.903 unit selama sembilan bulan pertama 2026. Angka ini turun 35,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 46.623 unit.
Sementara itu, retail sales atau penjualan dari dealer kepada konsumen tercatat sebanyak 35.885 unit, merosot 33,7% dari 54.113 unit pada Januari–September 2025.
Data penjualan per model menunjukkan bahwa pelemahan Honda terkonsentrasi pada keluarga Brio, yang terdiri dari Brio Satya dan Brio RS. Kedua model tersebut mencatatkan total wholesales 18.623 unit atau setara 62,3% dari keseluruhan pengiriman Honda sepanjang Januari–September 2026.
Brio Satya E AT menjadi varian dengan kontribusi terbesar, yakni 10.678 unit atau sekitar 35,7% dari total wholesales Honda. Di bawahnya, Honda HR-V mencatatkan 4.736 unit, disusul WR-V sebanyak 4.351 unit dan BR-V sebanyak 1.406 unit.
Adapun model lainnya, termasuk CR-V, Step WGN, Prelude, e, dan Super-One, secara gabungan menyumbang 787 unit.
Besarnya kontribusi Brio membuat perubahan volume pengiriman model ini berpengaruh signifikan terhadap kinerja wholesales Honda secara keseluruhan.
BACA JUGA: Penjualan Chery di Indonesia pada September 2026 Terjun Bebas, Wholesales Anjlok 78,8 Persen
Jika dilihat berdasarkan periode kuartalan, penurunan pengiriman Honda paling tajam terjadi pada Kuartal II 2026. Wholesales yang sebelumnya mencapai 13.530 unit pada Kuartal I merosot menjadi 7.143 unit pada Kuartal II, atau turun 47,2%.
Dari penurunan sebanyak 6.387 unit tersebut, keluarga Brio menyumbang 4.403 unit atau sekitar 69%. Honda HR-V berkontribusi terhadap penurunan sebanyak 1.024 unit, sedangkan WR-V sebanyak 956 unit. Sebaliknya, Honda BR-V justru mencatatkan kenaikan 82 unit pada periode tersebut.
Memasuki Kuartal III, pengiriman Honda mulai kembali meningkat menjadi 9.230 unit, naik sekitar 29,2% dibandingkan Kuartal II. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan capaian pada Kuartal I.
Pergerakan penjualan Brio juga memperlihatkan perubahan komposisi antarvarian. Brio Satya E AT mencatatkan wholesales sebanyak 3.069 unit pada Januari dan 2.829 unit pada Februari. Namun, jumlahnya turun menjadi 860 unit pada Maret, kemudian berada di kisaran 1.000 unit per bulan hingga Juni.
Pada Juli, Agustus, dan September, pengiriman Brio Satya E AT masing-masing tercatat sebanyak 241 unit, 253 unit, dan 443 unit. Di sisi lain, Brio Satya S MT mengalami peningkatan. Pengiriman varian ini naik dari 960 unit pada Kuartal I menjadi 3.930 unit pada Kuartal III.
Bahkan, pada September 2026, Brio Satya S MT mencatatkan wholesales 1.465 unit, menjadikannya model Honda dengan distribusi terbesar pada bulan tersebut. Keluarga Brio secara keseluruhan menyumbang 60,5% dari wholesales Honda pada September.
Perubahan tersebut memperlihatkan adanya pergeseran komposisi pengiriman antarvarian Brio. Namun, data Gaikindo belum menjelaskan apakah perubahan ini berkaitan dengan strategi pasokan, permintaan konsumen, atau faktor lainnya.
BACA JUGA: Sudah 350 Ribu Km, Mitsubishi Colt L300 Ini Malah Bikin Pemiliknya Viral
Di tengah pelemahan sejumlah model, Honda BR-V menjadi salah satu model utama yang menunjukkan peningkatan pengiriman pada Kuartal III 2026.
Wholesales BR-V naik dari 340 unit pada Kuartal II menjadi 808 unit pada Kuartal III. Kenaikan tersebut terutama terlihat pada Agustus dengan 337 unit dan September sebanyak 352 unit.
Sebagian pengiriman tersebut berasal dari varian BR-V S untuk kebutuhan taksi, yang tercatat sebanyak 100 unit. Secara keseluruhan, kenaikan BR-V berkontribusi sekitar 22% terhadap pertumbuhan wholesales Honda pada Kuartal III.
Sementara itu, Honda HR-V mengalami perubahan komposisi pengiriman antarvarian. HR-V RS e mencatatkan 1.941 unit pada Kuartal I, tetapi hanya 160 unit pada Kuartal III. Pada periode yang sama, varian HR-V E+, E, dan e lainnya menunjukkan peningkatan setelah Maret.
Secara total, wholesales HR-V turun sekitar 47% dari Kuartal I ke Kuartal II sebelum kembali meningkat 20,6% pada Kuartal III.
Honda juga mulai mencatatkan distribusi sejumlah model baru atau kendaraan impor dalam jumlah terbatas. Prelude hybrid tercatat sebanyak 144 unit sejak Mei, Super-One sebanyak 68 unit sejak Agustus, dan e sebanyak 55 unit.
Penurunan wholesales Honda sepanjang 2026 terlihat lebih tajam dibandingkan penjualan retail. Pada Kuartal I, Honda mencatatkan wholesales 13.530 unit dan retail sales 13.001 unit.
Memasuki Kuartal II, wholesales turun menjadi 7.143 unit, sedangkan retail sales mencapai 10.846 unit. Pada Kuartal III, wholesales meningkat menjadi 9.230 unit dan retail sales mencapai 12.038 unit.
Dengan demikian, penjualan retail Honda turun 16,6% dari Kuartal I ke Kuartal II, sebelum kembali meningkat pada Kuartal III. Pergerakan ini berbeda dengan wholesales yang merosot 47,2% pada Kuartal II, kemudian naik 29,2% pada Kuartal III.
Sejak Kuartal II, angka retail Honda berada di atas wholesales. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya penyesuaian pasokan kendaraan ke dealer, tetapi tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan kondisi stok.
Data Gaikindo tidak mencakup informasi stok kendaraan di tingkat dealer. Selain itu, selisih retail yang lebih tinggi daripada wholesales juga terjadi sepanjang 2025. Karena itu, diperlukan konfirmasi dari Honda maupun jaringan dealernya untuk menjelaskan faktor di balik pola tersebut.
BACA JUGA: MG ZS Hybrid+ Mulai Diserahkan ke Konsumen, Ada Harga Spesial untuk 1.000 Pembeli
Penurunan penjualan Honda terjadi ketika pasar otomotif nasional justru mencatatkan pertumbuhan. Gaikindo mencatat wholesales mobil nasional sepanjang Januari–September 2026 mencapai 679.020 unit, naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, pangsa wholesales Honda turun dari 8,3% menjadi 4,4%. Pangsa retail-nya juga menyusut dari 9,2% menjadi 5,3%.
Pada saat yang sama, sejumlah merek lain mencatatkan penjualan retail dalam jumlah besar. BYD membukukan 21.396 unit, Jaecoo 26.422 unit, dan Geely 12.861 unit sepanjang Januari–September 2026.
Meski demikian, perbandingan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa pertumbuhan merek-merek tersebut menjadi penyebab penurunan Honda. Data yang tersedia hanya menunjukkan perkembangan penjualan masing-masing merek, bukan hubungan sebab-akibat di antara keduanya.
Pertanyaan penting berikutnya adalah apa yang menyebabkan pengiriman Brio Satya E AT melemah sejak Maret 2026, sementara varian Satya S MT justru meningkat pada Kuartal III. Apakah kondisi ini berkaitan dengan perubahan komposisi produk, strategi distribusi, atau permintaan pasar masih perlu dikonfirmasi kepada Honda.
(om/mg/ls)








