
OTO Mounture — Keluhan konsumen terkait mobil Jetour X70 Plus kembali menjadi sorotan di media sosial. Pemilik kendaraan melalui akun Threads @korban.mobil.baru mengungkapkan perkembangan terbaru kasus yang dialaminya, termasuk rencana pertemuan dengan pihak Jetour Batam melalui konferensi video yang difasilitasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).
Dalam unggahan pada 23 Oktober 2026, konsumen tersebut menyebut akhirnya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan pihak Jetour Batam setelah lebih dari satu bulan merasa diabaikan. Pertemuan dijadwalkan berlangsung melalui Zoom dengan melibatkan BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional).
“Sudah 4.5 bulan saya tidak memiliki kendaraan, mengalami kesulitan mobilitas, dan terus menunggu kepastian,” tulis pemilik akun tersebut.
Dalam perkembangan terbaru itu, konsumen juga menegaskan bahwa dirinya tidak lagi menginginkan unit pengganti. Ia kini meminta pengembalian dana atau refund karena mengaku telah kehilangan kepercayaan terhadap merek tersebut.
“Saya tidak lagi menginginkan unit pengganti. Saya hanya meminta REFUND karena sudah kehilangan kepercayaan dan tidak ingin mengulangi penderitaan ini lagi,” tulisnya.
Unggahan tersebut kembali memancing respons dari pengguna Threads lainnya. Sejumlah warganet menyampaikan dukungan, sementara ada pula yang mengaku mengalami persoalan dengan merek yang sama.

BACA JUGA: Belanja Rp2,5 Juta di Electronic City Berpeluang Bawa Pulang Mobil Geely
Kasus Jetour X70 Plus ini sebelumnya telah beberapa kali disampaikan melalui akun Threads yang sama. Dalam pemberitaan terdahulu, konsumen mengaku telah mengembalikan kendaraannya pada 4 Juni 2026 setelah mengalami sejumlah masalah yang berulang.
Menurut kronologi yang disampaikan pemilik akun, mobil SUV keluarga tersebut dibeli pada akhir November 2025 dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mengantar-jemput anak sekolah.
Namun, ia mengklaim kendaraan tersebut sudah delapan kali masuk bengkel dalam beberapa bulan pemakaian. Masalah yang disebut meliputi gangguan kunci, suara pada transmisi, serta gangguan AC yang diklaim terjadi berulang kali.
Karena merasa masalah kendaraan belum terselesaikan, konsumen mengaku memutuskan mengembalikan mobil kepada pihak marketing pada 4 Juni 2026.
Sejak saat itu, ia menyatakan belum memperoleh penyelesaian yang dianggap memadai, baik berupa penggantian unit maupun pengembalian dana. Kondisi tersebut juga disebut berdampak pada mobilitas keluarganya.
Pada sejumlah unggahan sebelumnya, konsumen mengaku telah meminta bantuan BPKN untuk menjembatani komunikasi dengan pihak Jetour Batam dan Jetour Indonesia.
BACA JUGA: MG4 EV Error di Basement Mal, Pemilik Keluhkan Modul IMCU Harus Menunggu 4 Bulan
Perkembangan terbaru tersebut turut mengundang komentar pengguna Threads lainnya. Salah satu akun, @ben_wng, menyampaikan dukungan sekaligus mengaku mengalami persoalan dengan merek yang sama.
Akun tersebut menyebut mobilitasnya terganggu selama tiga bulan dan cicilan kendaraan masih terus berjalan. Namun, komentar itu merupakan pengakuan pengguna lain dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan kasus Jetour X70 Plus yang sedang dibahas.
Sementara itu, akun @suradahana menilai membawa persoalan ke lembaga perlindungan konsumen dapat menjadi langkah untuk membantu mendorong penyelesaian sengketa. Ia membagikan pengalamannya terkait pengembalian dana tiket yang sebelumnya diperselisihkan dengan penyelenggara.
Hingga perkembangan pada 23 Oktober 2026, konsumen menyatakan berharap pertemuan dengan pihak Jetour Batam melalui BPKN menghasilkan keputusan yang jelas mengenai permintaan pengembalian dana.
Belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Jetour Batam maupun Jetour Indonesia dalam materi yang tersedia untuk pemberitaan ini. Karena itu, kronologi kerusakan kendaraan, pengembalian unit, komunikasi dengan pihak terkait, serta permintaan refund masih merujuk pada keterangan pemilik akun Threads tersebut.
Perkembangan hasil pertemuan dengan BPKN dan pihak Jetour akan menjadi bagian penting untuk mengetahui bagaimana kasus konsumen Jetour X70 Plus ini diselesaikan.
(om/ls)








