Chery J6T CSH Punya Tenaga 428 PS dan Jarak Tempuh 1.000 Km Lebih

Chery J6T CSH
Foto: Chery

OTO Mounture — Chery J6T CSH menjadi salah satu model baru yang memperkaya jajaran Chery Super Hybrid (CSH) di Indonesia. Diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, SUV ini membawa pendekatan elektrifikasi yang berbeda melalui teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV).

Teknologi tersebut memungkinkan Chery J6T CSH menghadirkan karakter berkendara layaknya mobil listrik, sekaligus menawarkan fleksibilitas jarak tempuh lebih jauh.

Dengan sistem REEV, Chery J6T CSH diklaim mampu memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 kilometer. Kemampuan tersebut membuatnya tidak hanya ditujukan untuk penggunaan perkotaan, tetapi juga perjalanan jarak jauh, touring, hingga petualangan.

REEV merupakan salah satu pendekatan elektrifikasi yang berbeda dari hybrid konvensional maupun plug-in hybrid. Pada Chery J6T CSH, motor listrik menjadi satu-satunya penggerak roda.

Sementara itu, mesin bensin tidak terhubung secara mekanis dengan roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan tambahan energi listrik. Dengan mekanisme tersebut, pengemudi tetap mendapatkan karakter berkendara elektrik yang responsif dan senyap.

Ketika kapasitas energi baterai mencapai batas tertentu, mesin bensin akan aktif untuk menggerakkan generator. Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menyuplai energi ke sistem kendaraan.

Dengan kata lain, roda tetap digerakkan motor listrik, sedangkan mesin bensin berperan sebagai sumber energi tambahan.

BACA JUGA: VinFast Targetkan TKDN 80 Persen, Indonesia Disiapkan Jadi Basis Produksi Mobil Listrik

Teknologi REEV pada J6T CSH menjadi bagian dari keluarga Chery Super Hybrid yang mencakup tiga pendekatan elektrifikasi, yakni HEV, PHEV, dan REEV. Ketiganya memang sama-sama mengombinasikan mesin bensin, baterai, dan motor listrik, tetapi mekanisme kerja serta karakter berkendaranya berbeda.

1. HEV

Hybrid Electric Vehicle (HEV) menggabungkan mesin bensin dan motor listrik yang dapat bekerja secara bersamaan maupun bergantian.

Baterai pada sistem HEV dapat terisi kembali melalui energi regeneratif maupun mekanisme yang berasal dari mesin. Karena itu, kendaraan HEV tidak membutuhkan pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

Teknologi ini cocok bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan pengisian bahan bakar.

2. PHEV

Sementara Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menggunakan baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Dengan baterai tersebut, kendaraan dapat melaju menggunakan tenaga listrik murni dalam jarak tertentu. Setelah energi listrik berkurang, mesin bensin dapat mengambil peran untuk memperluas jarak perjalanan.

Karakter ini membuat PHEV menawarkan kombinasi berkendara listrik untuk aktivitas harian dan mesin bensin untuk perjalanan lebih jauh.

3. REEV

Berbeda dari keduanya, Range-Extended Electric Vehicle (REEV) menempatkan motor listrik sebagai penggerak roda. Mesin bensin pada sistem ini berfungsi sebagai generator yang menghasilkan listrik tambahan dan tidak terhubung langsung secara mekanis dengan roda.

Konsep tersebut diterapkan pada Chery J6T CSH untuk memberikan pengalaman berkendara berbasis tenaga listrik sekaligus mempertahankan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.

BACA JUGA: AION UT Raih 5-Bintang Euro NCAP 2026, Skor Crash Protection Capai 91 Persen

Salah satu keunggulan Chery J6T CSH adalah kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik murni hingga 190 kilometer berdasarkan metode NEDC. Jarak tersebut memungkinkan kendaraan digunakan untuk berbagai aktivitas harian di perkotaan dengan karakter berkendara elektrik.

Ketika perjalanan membutuhkan jarak yang lebih jauh, mesin bensin dan generator dapat berfungsi sebagai sumber energi tambahan. Dengan sistem tersebut, total daya jelajah Chery J6T CSH diklaim mencapai lebih dari 1.000 kilometer.

Kemampuan ini menjadi salah satu nilai penting bagi pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara listrik tanpa terlalu khawatir terhadap ketersediaan fasilitas pengisian daya ketika melakukan perjalanan jauh.

Selain menawarkan efisiensi, Chery J6T CSH juga membawa konfigurasi performa yang cukup besar untuk sebuah SUV elektrifikasi.

Model ini menggunakan three-motor architecture yang terdiri dari dua motor listrik pada sistem intelligent All-Wheel Drive (iWD) serta satu motor-generator yang terhubung dengan mesin 1.5 liter turbo. Sistem tersebut menghasilkan tenaga hingga 428 PS dan torsi maksimum 505 Nm.

Dengan tenaga tersebut, Chery J6T CSH diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 5,5 detik. Konfigurasi iWD juga memungkinkan distribusi tenaga dilakukan secara lebih independen pada masing-masing sisi kendaraan untuk menyesuaikan kebutuhan traksi.

Salah satu fitur yang menarik pada Chery J6T CSH adalah Tank Turn Feature atau Turn Pro Function. Fitur ini memungkinkan kendaraan melakukan putaran dengan radius yang sangat minim. Kemampuan tersebut berguna ketika kendaraan harus bermanuver di area sempit maupun medan off-road.

Teknologi tersebut dimungkinkan berkat penggunaan sistem iWD dengan dua motor listrik yang terintegrasi pada poros roda. Distribusi tenaga secara independen memungkinkan roda di sisi berbeda mendapatkan pengaturan tenaga yang sesuai ketika kendaraan melakukan manuver.

Untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, Chery J6T CSH dibekali 8+1 mode berkendara. Sistem iWD membantu mengatur distribusi tenaga sesuai kebutuhan, sementara suspensi H-arm berbahan aluminium dirancang untuk membantu menjaga kestabilan dan kenyamanan ketika kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Kombinasi tersebut membuat J6T CSH tidak hanya diarahkan untuk penggunaan di jalan perkotaan, tetapi juga perjalanan touring dan eksplorasi dengan kondisi lintasan yang lebih beragam.

(om/pd)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *