
OTO Mounture — Helm merupakan perlengkapan keselamatan yang wajib digunakan setiap pengendara sepeda motor. Selain menjadi kewajiban sesuai aturan lalu lintas, penggunaan helm juga berperan penting dalam melindungi kepala dari risiko cedera saat terjadi kecelakaan.
Namun, memilih helm tidak bisa hanya berdasarkan desain atau harga. Helm yang baik adalah helm yang nyaman digunakan, sesuai ukuran kepala, serta telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Lantas, bagaimana cara memilih helm motor yang tepat? Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
1. Pilih Ukuran Helm yang Pas
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ukuran helm. Helm yang terlalu sempit dapat menekan kepala sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan menyebabkan pusing saat digunakan dalam perjalanan jauh.
Sebaliknya, helm yang terlalu longgar juga berbahaya karena tidak mampu menahan kepala dengan baik saat terjadi benturan.
Idealnya, helm terasa pas saat dikenakan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Sebagai panduan, pastikan masih terdapat ruang sekitar dua jari antara busa helm dan wajah sehingga tetap nyaman namun tetap kokoh saat digunakan.
2. Pastikan Helm Sudah Bersertifikat SNI
Jangan hanya tergiur harga murah atau tampilan menarik. Pastikan helm yang dipilih telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bukti bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan keselamatan.
Helm berstandar SNI menggunakan material cangkang yang mampu menahan perubahan suhu, tahan terhadap air, minyak, deterjen, serta berbagai bahan pembersih lainnya.
Selain itu, bagian dalam helm juga harus menggunakan material yang tahan air, tidak mudah rusak, serta tidak menyebabkan iritasi pada kulit meski digunakan dalam waktu lama.
BACA JUGA: Jangan Abaikan! Ini 7 Perawatan Mobil Setelah Usia 5 Tahun
3. Pilih Jenis Helm Sesuai Kebutuhan
Setiap jenis helm memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan berkendara.
– Helm half face cocok digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota dengan mobilitas yang lebih santai.
– Helm full face memberikan perlindungan yang lebih maksimal karena menutupi seluruh bagian kepala hingga dagu. Jenis helm ini lebih direkomendasikan bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan jauh atau melaju pada kecepatan lebih tinggi.
Memilih jenis helm yang sesuai akan meningkatkan kenyamanan sekaligus memberikan perlindungan yang lebih optimal selama perjalanan.
Selain memilih helm yang tepat, pengendara juga perlu rutin memeriksa kondisi helm yang digunakan. Jika cangkang retak, tali pengikat rusak, atau busa bagian dalam mulai longgar, sebaiknya segera mengganti helm dengan yang baru.
Helm yang sudah mengalami benturan keras juga disarankan untuk diganti, meskipun kerusakan dari luar tidak terlihat. Hal ini karena struktur pelindung di dalam helm bisa saja telah mengalami penurunan fungsi sehingga tidak lagi mampu memberikan perlindungan maksimal.
Dengan memilih helm yang sesuai ukuran, telah berstandar SNI, dan disesuaikan dengan kebutuhan berkendara, risiko cedera saat berkendara dapat diminimalkan sekaligus membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.
(om/pd)








