
OTO Mounture — Keluhan mengenai layanan purnajual atau aftersales Chery kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, seorang pemilik Chery Omoda E5 mengaku kecewa lantaran klaim terkait dugaan cacat produk yang diajukannya belum juga mendapatkan penyelesaian meski sudah berlangsung selama empat bulan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh akun Facebook bernama Mahdi melalui grup Omoda E5 Indonesia (OE5I). Dalam unggahannya, ia mengaku telah melaporkan masalah pada mobilnya sekitar 10 hari setelah unit diterima.
Menurut Mahdi, terdapat ketidaksesuaian pada panel kap mesin bagian depan. Ia menjelaskan sisi kanan kap mesin tampak lebih tinggi sekitar 15 mm dibanding sisi kiri sehingga tidak menutup secara simetris.
“Saat ini sudah 4 bulan, claim saya masalah cacat produk belum tertangani dengan jelas,” tulis Mahdi dalam unggahannya dikutip Selasa, 21 Juli 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya pihak dealer mengarahkan mobilnya ke bengkel body repair. Namun, setelah berkonsultasi dengan pihak bengkel, solusi yang ditawarkan adalah perbaikan melalui proses ketok bodi dan pengecatan ulang (repaint).
Mahdi mengaku tidak bersedia dengan metode tersebut karena khawatir memengaruhi kondisi mobil yang masih tergolong baru.
“Saya setuju asalkan tindakannya tidak repaint. Tapi ternyata dari bengkelnya hanya bisa mengerjakan perbaikan dengan prosedur ketok dan repaint, jadi saya tidak bersedia, dan tetap minta penggantian panel kap,” tulisnya.
Ia juga mempertanyakan proses pemeriksaan kualitas (quality control/QC) sebelum kendaraan dikirim kepada konsumen.
“Heran juga, kok bagian QC-nya bisa meloloskan unit ini keluar.”
Dalam unggahan yang sama, Mahdi berharap ada perwakilan Chery yang dapat membantu menindaklanjuti permasalahan tersebut agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

BACA JUGA: Penjualan Chery di Indonesia Turun 39,1 Persen Semester I 2026, Pangsa Pasar Ikut Menyusut
Unggahan tersebut kemudian memancing berbagai tanggapan dari anggota grup Facebook lainnya. Salah satunya datang dari akun Jeremy Wijaya yang menilai kualitas pengerjaan dan QC Chery masih perlu ditingkatkan.
“Omoda rata-rata begitu. Smoke Chrome interior juga banyak yang pitted. Keliatannya QC dari Chery memang kurang aja,” tulisnya.
Sementara itu, akun Anna Anggraeni turut mengomentari layanan purnajual Chery. Ia mengaku menilai ketersediaan suku cadang juga menjadi tantangan apabila kendaraan mengalami kerusakan.
Komentar-komentar tersebut merupakan pengalaman dan pendapat pribadi masing-masing pengguna di media sosial yang belum dapat digeneralisasi untuk seluruh konsumen Chery.
Menanggapi unggahan tersebut, pihak Chery melalui akun Andy Chery turut memberikan respons di kolom komentar. Dalam keterangannya, Chery menyatakan siap membantu mengoordinasikan permasalahan yang dialami konsumen dengan tim terkait.
“Hallo, Chery Family! Kami siap membantu Chery Family dalam mengeskalasi dan mengoordinasikan permasalahan yang dihadapi kepada tim terkait.”
Pihak Chery juga meminta izin untuk menghubungi pemilik kendaraan melalui pesan pribadi (direct message) guna memperoleh informasi lebih lengkap sebelum melakukan proses eskalasi.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi lanjutan mengenai hasil penyelesaian kasus tersebut.
(om/ls)








