
OTO Mounture — Kawasan pembangunan pabrik milik BYD di Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kebakaran pada Rabu, 3 Juni 2026 siang.
Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video yang memperlihatkan kepulan asap hitam pekat dari area proyek beredar luas di media sosial.
Pabrik yang tengah dibangun tersebut merupakan salah satu investasi terbesar BYD di Indonesia dengan nilai mencapai Rp11,2 triliun dan dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan penyidik Polres Subang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian telah dimintai keterangan guna membantu proses investigasi.
“Ada dua saksi yang sudah dimintai keterangan. Dalam kejadian ini hanya kerugian materil dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut dia, material yang terbakar sebagian besar berupa kertas dan bahan ringan lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi sehingga memunculkan anggapan bahwa kebakaran terjadi dalam skala besar.
“Yang kebakar berupa kertas-kertas. Tapi karena asapnya tebal jadi dikira kebakaran besar,” katanya.
BACA JUGA: Kisah Haru Pemilik Pajero Sport, Menunggu 15 Tahun demi Mobil Impian
Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, muncul dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala.
Informasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di media sosial yang menyebut api bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di area proyek pembangunan.
Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengonfirmasi kebenaran dugaan tersebut dan masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab kebakaran.
Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan, membenarkan adanya insiden kebakaran di salah satu bangunan yang masih dalam tahap konstruksi di kompleks pabrik BYD Subang.
Menurut Luther, kebakaran terjadi pada bagian atap bangunan dan berhasil ditangani dalam waktu singkat sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Situasi telah berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa investigasi terkait sumber api masih berlangsung sehingga perusahaan belum dapat memberikan keterangan lebih rinci mengenai penyebab insiden tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, BYD telah meminta seluruh kontraktor yang terlibat dalam proyek pembangunan untuk memperketat penerapan prosedur keselamatan kerja di area konstruksi.
Diketahui, pabrik BYD di Subang merupakan fasilitas manufaktur yang diproyeksikan menjadi basis produksi kendaraan listrik jenama asal Tiongkok tersebut di Indonesia.
Sebelumnya, BYD mengungkapkan pembangunan pabrik tersebut telah memasuki tahap akhir sebelum beroperasi penuh. Dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun, fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Meski terjadi kebakaran, hingga kini belum ada informasi yang menyebut insiden tersebut berdampak signifikan terhadap target penyelesaian pembangunan pabrik.
(om/ril)








