
OTO Mounture — Setiap awal bulan, ada satu pos pengeluaran yang sering luput diperhatikan, tetapi diam-diam cukup menguras anggaran, yakni biaya bahan bakar kendaraan.
Sekilas memang terlihat kecil jika dihitung per hari. Namun ketika diakumulasikan selama satu bulan, nominalnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung intensitas penggunaan kendaraan.
Kondisi itulah yang membuat semakin banyak orang mulai melirik motor listrik sebagai alternatif kendaraan harian. Salah satu nama yang belakangan cukup mencuri perhatian adalah VinFast E-Motorcycle, terlebih setelah produsen asal Vietnam tersebut memperluas jaringan bisnisnya di Indonesia.
VinFast baru saja membuka 20 dealer resmi e-motorcycle di berbagai kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, hingga Makassar.
Langkah ini menunjukkan bahwa strategi VinFast bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik yang memudahkan konsumen dalam jangka panjang.
Managing Director VinFast E-scooter Overseas Market, Vo Thi Cam Tu, mengatakan perusahaan ingin membuat pengalaman memiliki kendaraan listrik menjadi lebih praktis.
“Strategi VinFast tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik berkualitas tinggi. Visi kami adalah membangun ekosistem yang lengkap sehingga kepemilikan dan penggunaan kendaraan listrik menjadi lebih mudah dan nyaman dari sebelumnya.”
Menurutnya, pembukaan 20 dealer tersebut diperkuat dengan kehadiran jaringan battery swapping, stasiun pengisian daya, hingga layanan purnajual yang terus diperluas di Indonesia.

BACA JUGA: Mitsubishi Xforce HEV Layak Jadi Teman Berkendara Wanita? Ini Pengalaman Kami
Saat ini VinFast menawarkan tiga pilihan motor listrik, yaitu VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper.
Ketiganya menggunakan motor BLDC in-wheel 5.200 watt dengan dua baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 1,5 kWh yang ditempatkan di bawah jok.
Untuk sekali pengisian penuh, VinFast mengklaim VinFast Evo mampu menempuh hingga 150 km, VinFast Feliz II sekitar 145 km, dan VinFast Viper sekitar 145 km.
Sementara kecepatan maksimal berada di kisaran 80 hingga 90 km/jam, cukup untuk mendukung aktivitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkawasan.
Bagi sebagian orang, harga awal motor listrik masih menjadi pertimbangan. VinFast menawarkan solusi melalui dua pilihan kepemilikan.
Konsumen dapat membeli motor lengkap dengan baterainya atau memilih skema berlangganan baterai, sehingga biaya awal pembelian bisa lebih ringan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing calon pembeli.

BACA JUGA: Behind The Sea 2026, Touring Adventure GSrek Indonesia Promosikan Wisata Pantai Krui
Salah satu program yang paling menarik perhatian adalah fasilitas battery swapping gratis melalui jaringan V-GREEN.
Selama tahun pertama kepemilikan, pengguna mendapatkan fasilitas gratis penukaran baterai, kuota hingga 20 kali battery swapping setiap bulan, serta tidak perlu menunggu proses pengisian daya ketika sedang terburu-buru.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, layanan ini berpotensi memangkas biaya operasional sekaligus menghemat waktu.
Selain biaya operasional yang lebih efisien, VinFast juga menawarkan garansi yang cukup panjang.
Motor listrik VinFast mendapat perlindungan hingga 4+2 tahun, atau 60.000+12.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Garansi tersebut mencakup komponen penting seperti motor listrik dan baterai, sehingga pengguna tidak perlu terlalu khawatir terhadap biaya perbaikan besar dalam beberapa tahun pertama.
Bagi banyak orang, keputusan membeli kendaraan bukan hanya soal harga, tetapi juga total biaya yang harus dikeluarkan selama masa kepemilikan.
Ketika dihitung secara keseluruhan, kombinasi skema berlangganan baterai, program battery swapping gratis selama satu tahun, jaringan dealer yang terus bertambah, serta garansi jangka panjang membuat VinFast E-Motorcycle menawarkan nilai yang menarik untuk dipertimbangkan.
Apalagi bagi pengguna yang setiap hari menggunakan motor untuk bekerja, kuliah, atau menjalankan usaha, efisiensi biaya operasional bisa menjadi keuntungan yang langsung terasa dari bulan ke bulan.
Pada akhirnya, beralih ke motor listrik bukan hanya tentang mengikuti tren elektrifikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kendaraan tersebut mampu memberikan pengalaman berkendara yang praktis, biaya operasional yang lebih terjangkau, dan dukungan ekosistem yang memudahkan pengguna dalam kehidupan sehari-hari.
(om/ls)








