
OTO Mounture — Kesadaran penggunaan sabuk pengaman atau seatbelt di kalangan pengemudi dan penumpang depan kini semakin baik. Namun, masih banyak penumpang di baris kedua atau belakang yang menganggap penggunaan seatbelt tidak terlalu penting.
Padahal, anggapan bahwa duduk di kursi belakang lebih aman tanpa sabuk pengaman merupakan miskonsepsi yang berbahaya.
Penumpang belakang yang tidak mengenakan seatbelt bukan hanya mempertaruhkan keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi ancaman fatal bagi pengemudi dan penumpang di depannya saat terjadi kecelakaan.
Dikutip dari laman Korlantas Polri, berikut beberapa alasan mengapa penggunaan sabuk pengaman di kursi belakang menjadi hal yang wajib dalam standar keselamatan berkendara modern.
BACA JUGA: Kendaraan Listrik di Jakarta Bebas Pajak dan Ganjil Genap, Insentif Resmi Berlanjut
1. Risiko Terpental di Dalam Kabin Sangat Besar
Saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi lalu berhenti mendadak akibat benturan, tubuh penumpang tanpa sabuk pengaman akan tetap bergerak mengikuti kecepatan kendaraan sebelumnya.
Dalam kondisi tersebut, penumpang belakang dapat terlempar ke depan dengan gaya benturan yang sangat besar.
Akibatnya, tubuh penumpang bisa menghantam kursi depan, membentur kaca kendaraan, hingga terlempar keluar dari mobil.
Cedera serius seperti trauma kepala, cedera leher, hingga kerusakan tulang belakang sangat berisiko terjadi ketika penumpang belakang tidak menggunakan seatbelt.
2. Penumpang Belakang Bisa Membahayakan Penumpang Depan
Banyak yang tidak menyadari bahwa penumpang belakang tanpa seatbelt dapat menjadi penyebab fatal bagi orang yang duduk di depannya.
Meski pengemudi dan penumpang depan telah memakai sabuk pengaman dan dilindungi airbag, mereka tetap bisa mengalami benturan keras dari tubuh penumpang belakang yang terlempar saat kecelakaan.
Dalam beberapa kasus, gaya dorong tubuh dari belakang dapat merusak kursi depan dan menyebabkan cedera fatal pada pengemudi maupun penumpang depan.
Karena itu, keselamatan di dalam mobil tidak hanya bergantung pada pengemudi, tetapi juga seluruh penumpang di dalam kabin.
BACA JUGA: Jaecoo Ramaikan Rinjani100 2026, Tampilkan SUV Hybrid Petualang di Medan Ekstrem Lombok
3. Fitur Keselamatan Mobil Tidak Akan Optimal
Mobil modern saat ini telah dilengkapi berbagai fitur keselamatan seperti airbag, pretensioner seatbelt, hingga crumple zone yang dirancang untuk mengurangi dampak benturan.
Namun seluruh sistem tersebut bekerja dengan asumsi bahwa semua penumpang menggunakan sabuk pengaman.
Jika ada penumpang yang tidak mengenakan seatbelt, distribusi energi benturan di dalam kabin menjadi tidak terkendali.
Akibatnya, fitur keselamatan kendaraan bisa menjadi kurang efektif bahkan berpotensi meningkatkan risiko cedera saat kecelakaan terjadi.
4. Membentuk Budaya Keselamatan Berkendara
Penggunaan seatbelt di seluruh kursi kendaraan juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan berkendara.
Di Indonesia, keselamatan seluruh pengguna jalan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Karena itu, membiasakan seluruh anggota keluarga menggunakan seatbelt, termasuk di kursi belakang, menjadi langkah sederhana namun penting untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Keselamatan berkendara bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain di dalam kendaraan.
(om/ril)








