
OTO Mounture — Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan suhu lingkungan yang cenderung tinggi, peran radiator menjadi sangat penting dalam menjaga kinerja mesin mobil, baik bensin, diesel, hingga hybrid.
Sistem pendingin ini bekerja untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika terjadi gangguan, risiko overheat bisa meningkat dan berpotensi merusak komponen mesin.
Radiator bekerja dengan bantuan cairan pendingin (coolant) yang mengalir ke dalam water jacket mesin untuk menyerap panas. Setelah itu, cairan panas tersebut dialirkan ke radiator melalui upper tank.
Di dalam radiator core, panas akan dilepas ke udara luar, dibantu oleh aliran udara dari depan mobil dan kipas radiator. Setelah suhunya turun, cairan kembali bersirkulasi untuk mendinginkan mesin secara berulang.
BACA JUGA: Tips Charge Mobil Listrik yang Benar, Biar Baterai Awet dan Aman Dipakai
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan radiator tidak bekerja optimal, antara lain:
1. Radiator Kotor dan Tersumbat
Penumpukan kotoran dan endapan pada saluran pendingin dapat menghambat sirkulasi cairan. Hal ini biasanya disebabkan penggunaan coolant yang tidak sesuai spesifikasi.
2. Water Pump Rusak
Kerusakan pada impeller atau kebocoran pada water pump dapat mengganggu aliran cairan pendingin. Jika rusak, komponen ini harus segera diganti.
3. Thermostat Bermasalah
Thermostat berfungsi mengatur suhu mesin. Jika rusak, sirkulasi cairan menjadi tidak stabil dan dapat memicu overheat.
4. Fan Belt Putus atau Kendur
Fan belt yang putus akan menghentikan kerja water pump, sehingga cairan pendingin tidak dapat bersirkulasi.
BACA JUGA: Jaringan Charging EV Makin Luas, BlueCharge Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik di Indonesia
Pengemudi perlu mengenali gejala awal kerusakan radiator agar tidak berdampak lebih serius:
– Cairan Pendingin Cepat Habis
Hal ini bisa menjadi indikasi adanya kebocoran pada sistem pendingin.
– Selang Radiator Bocor
Tekanan berlebih akibat sumbatan dapat menyebabkan selang bocor.
– Air Menetes di Bawah Mobil
Jika terdapat tetesan air di bawah mesin saat parkir, kemungkinan radiator mengalami kebocoran.
– Radiator Berkarat
Korosi pada permukaan radiator dapat mengganggu kinerja pendinginan.
– Tutup Radiator Berlumpur
Endapan lumpur menandakan coolant jarang diganti dan berpotensi menyumbat saluran.
– Indikator Suhu Mesin Naik
Jika suhu mesin meningkat di atas normal, segera hentikan kendaraan dan periksa kondisi radiator.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pemilik kendaraan disarankan rutin melakukan pengecekan sistem pendingin di bengkel resmi seperti Auto2000.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menyarankan penggunaan cairan pendingin sesuai standar pabrikan.
“Untuk memastikan cairan radiator sesuai spesifikasi dan kebutuhan mesin Toyota, termasuk hybrid, gunakan TMO Radiator Coolant yang dijamin asli di bengkel resmi,” ujarnya.
Selain itu, Auto2000 juga menghadirkan layanan Auto2000 Home Service yang memungkinkan konsumen melakukan servis di rumah atau kantor.
(om/pd)








