
OTO Mounture — Mobil yang jarang digunakan atau hanya terparkir di rumah dalam waktu lama tetap membutuhkan perawatan. Jika dibiarkan tanpa pengecekan rutin, beberapa komponen mobil bisa mengalami penurunan performa bahkan kerusakan.
Agar mobil tetap dalam kondisi prima, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan ringan secara berkala, setidaknya setiap lima hari sekali. Pemeriksaan ini cukup mudah dilakukan sendiri di rumah tanpa harus langsung ke bengkel.
Berikut beberapa cara sederhana untuk mengecek kondisi mobil yang lama tidak dipakai.
1. Cek Kondisi Pelumas dan Cairan Mobil
Langkah pertama yang paling mudah adalah mengecek kondisi pelumas dan berbagai cairan penting pada mobil.
Pemilik kendaraan bisa memeriksa oli mesin melalui dipstick untuk memastikan volumenya masih berada di batas normal. Selain itu, cek juga beberapa cairan lainnya seperti air radiator, air wiper, dan minyak rem.
Jika volume cairan terlihat berada di bawah indikator normal, segera tambahkan hingga batas yang dianjurkan. Pastikan pengecekan dilakukan di area yang datar agar hasilnya akurat.
2. Periksa Kabel di Ruang Mesin dari Gigitan Tikus
Mobil yang terlalu lama diparkir berpotensi menjadi sarang tikus. Hewan ini sering menggigit kabel di ruang mesin yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.
Ciri-ciri ruang mesin yang dihuni tikus biasanya terdapat kotoran, sisa makanan, bahkan aroma urin tikus. Area yang paling penting diperiksa adalah sekitar aki mobil, karena menjadi sumber utama kelistrikan kendaraan.
Untuk mencegah tikus masuk ke dalam mobil, pastikan kendaraan selalu bersih dan gunakan kapur barus di area tertentu sebagai penangkal.
BACA JUGA: 5 Tips Ganti Oli Transmisi Matik Agar Perpindahan Gigi Tetap Halus dan Awet
3. Cek Kondisi Kolong Mesin
Jika saat pengecekan cairan ditemukan adanya pengurangan, langkah berikutnya adalah memeriksa bagian kolong mobil.
Perhatikan apakah terdapat area basah yang menunjukkan adanya kebocoran. Jika ditemukan bagian yang basah, bersihkan terlebih dahulu. Apabila setelah dibersihkan masih muncul cairan, kemungkinan terdapat komponen yang bocor dan perlu diperbaiki.
4. Tambahkan Air Aki Jika Diperlukan
Sebagian mobil masih menggunakan aki basah yang memerlukan pengecekan air aki secara berkala.
Jika volume air aki berkurang, tambahkan hingga batas yang direkomendasikan. Selain itu, periksa juga terminal aki. Jika terlihat endapan putih atau pengapuran, segera bersihkan.
Cara membersihkannya cukup dengan menyiram area terminal menggunakan air panas. Namun pastikan terminal aki sudah dilepas terlebih dahulu untuk menghindari korsleting listrik.
BACA JUGA: Setelah Mudik Lebaran, Ini Bagian Kaki-Kaki Mobil yang Wajib Dicek Agar Tetap Aman dan Nyaman
5. Periksa Tekanan Angin Ban
Ban mobil yang terlalu lama menapak di satu titik dapat mengalami perubahan bentuk atau menjadi sedikit rata.
Selain itu, tekanan angin ban juga bisa berkurang jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan saat mobil mulai dijalankan kembali.
Untuk mengatasinya, pemilik kendaraan bisa menggunakan kompresor angin portabel yang banyak dijual di e-commerce. Alat ini biasanya dapat dihubungkan ke soket cigarette lighter mobil untuk sumber listriknya.
6. Periksa Panel Indikator di Dalam Kabin
Setelah pengecekan di bagian luar selesai, langkah berikutnya adalah memeriksa kondisi mobil dari dalam kabin.
Nyalakan mesin kendaraan lalu perhatikan panel indikator pada spidometer. Jika terdapat masalah pada mobil, biasanya akan ditandai dengan lampu indikator tertentu yang menyala.
Selain itu, dengarkan juga suara mesin apakah terdengar normal atau muncul bunyi yang tidak biasa.
7. Cek Kondisi Asap Knalpot
Saat mesin menyala, perhatikan juga asap yang keluar dari knalpot. Warna dan ketebalan asap dapat menjadi indikator kondisi mesin.
Jika muncul asap putih yang cukup tebal, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya mobil segera diperiksa lebih lanjut di bengkel.
(om/ns)








