Penjualan Mobil Tiongkok di Indonesia April 2026 Meningkat, BYD dan Jaecoo Dominasi Pasar

Jaecoo

OTO Mounture — Penjualan mobil pabrikan Tiongkok di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang April 2026. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejumlah merek asal Tiongkok berhasil mencatat peningkatan penjualan baik dari sisi wholesales maupun retail sales.

Jenama seperti BYD dan Jaecoo bahkan semakin memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan listrik dan SUV modern.

Pada sektor wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler, BYD menjadi jenama mobil Tiongkok dengan penjualan tertinggi pada April 2026.

BYD mencatat wholesales sebanyak 4.625 unit, naik signifikan dibanding Maret 2026 yang mencapai 2.941 unit. Jika dibandingkan April 2025, penjualan BYD juga meningkat dari 3.496 unit.

Dominasi BYD juga terlihat di sektor retail sales atau distribusi dari diler ke konsumen. Pada April 2026, BYD membukukan retail sales sebanyak 6.274 unit, naik dari 4.153 unit pada Maret 2026.

Pertumbuhan ini memperlihatkan semakin besarnya penerimaan konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi asal Negeri Tirai Bambu.

BACA JUGA: Viral Pengguna BYD Sealion 7 Mengaku Shockbreaker Patah Setelah 1 Tahun Pemakaian, Begini Kronologinya

Sementara Jaecoo menjadi salah satu pendatang baru yang paling mencuri perhatian di pasar Indonesia. Pada April 2026, Jaecoo berhasil mencatat wholesales sebanyak 3.219 unit dan retail sales 3.009 unit.

Menariknya, dalam waktu singkat, Jaecoo langsung mampu menembus jajaran merek mobil Tiongkok terlaris di Tanah Air. Kehadiran SUV modern dengan harga terjangkau seperti Jaecoo J5 EV menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan Jaecoo di pasar domestik.

Selain BYD dan Jaecoo, beberapa jenama lain juga mencatat pertumbuhan signifikan.

Geely membukukan wholesales 1.738 unit dan retail sales 1.450 unit pada April 2026. Angka tersebut melonjak jauh dibanding April 2025 yang hanya mencatat 163 unit wholesales dan 202 unit retail sales.

Wuling juga tetap menjadi salah satu pemain kuat dengan wholesales 1.584 unit dan retail sales 1.578 unit.

Sementara Denza berhasil mencatat wholesales 1.032 unit pada April 2026, naik tajam dibanding Maret 2026 yang hanya 455 unit.

BACA JUGA: Heboh “Battery Locking” Mobil Listrik di Tiongkok, Jarak Tempuh Mendadak Turun Usai Update OTA

Pasar otomotif Indonesia juga mulai diramaikan berbagai merek baru asal Tiongkok seperti Xpeng, Changan, Aletra, hingga Polytron yang mulai masuk ke pasar kendaraan listrik nasional.

Beberapa di antaranya bahkan langsung mencatat penjualan meski baru memulai distribusi di Indonesia.

Hal ini menunjukkan pasar otomotif nasional semakin terbuka terhadap merek baru, terutama yang menawarkan kendaraan listrik dengan teknologi modern dan harga kompetitif.

Mayoritas merek mobil Tiongkok yang tumbuh di Indonesia saat ini mengandalkan segmen kendaraan listrik dan hybrid.

Kombinasi harga kompetitif, fitur modern, teknologi canggih, hingga desain futuristis menjadi faktor utama yang menarik minat konsumen Indonesia.

Dengan semakin agresifnya ekspansi dealer dan layanan purna jual, pabrikan asal China diperkirakan akan terus memperkuat persaingan di pasar otomotif nasional sepanjang 2026.

(om/ns)

 

 

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *