Tanda Kerusakan pada Ring Piston

dok. Suzuki Indonesia

OTO Mounture — Ring piston atau yang disebut juga ring seher adalah salah satu komponen penting yang ada di sepeda motor. Komponen ini biasanya dipasang menjadi satu dengan piston motor.

Sesuai namanya, komponen ini berbentuk cincin dan ukuran diameternya lebih besar daripada piston. Karena teksturnya yang elastis, maka ring ini jika dimasukkan dalam blok silinder sehingga dapat mengembang dan merapat. Hal ini akan menutup celah yang ada. Komponen motor yang satu ini berfungsi sebagai pembatas antara piston dengan dinding silinder dalam proses pembakaran.

Umumnya, ring piston terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian paling, bagian tengah, dan paling bawah. Ring piston paling atas merupakan ring kompresi satu. Ring bagian tengah merupakan kompresi dua. Sedangkan ring bagian bawah merupakan ring oli.

Adapun ring piston ini menjadi salah satu indikasi penyebab kendaraan tidak nyaman digunakan. Melansir laman Suzuki Indonesia, berikut ini beberapa tanda kerusakan pada ring piston pada sepeda motor.

1. Oli mesin cepat habis

Jika oli mesin motor Anda cepat habis, kemungkinan bisa diakibatkan oleh ring seher yang sudah aus atau lemah. Ring yang seharusnya mampu merapatkan celah antara piston dan blok silinder agar tidak ada aliran oli dari penampung ke ruang bakar, menjadi kehilangan fungsinya.

Ketika ring aus, oli lebih mudah masuk ke ruang bakar ketika piston bergerak naik turun. Hal ini membuat oli terbakar sia-sia sehingga cepat berkurang dan habis.

2. Keluar asap putih dari knalpot

Berkaitan dengan gejala pertama kerusakan ring piston, oli yang terbakar dalam ruang bakar akan menimbulkan asap putih. Tanda adalah gejala ini yang paling mudah dilihat. Jika motor Anda mengeluarkan asap putih kebiruan, segera cek oli mesinnya. Jika semakin cepat berkurang, gantilah ring seher Anda.

3. Kick starter lebih ringan kadang ngelos

Jika kick starter menjadi lebih ringan daripada biasanya, ini menjadi salah satu tanda ring piston motor Anda sudah longgar. Hal ini karena piston tidak dapat memampatkan udara dan bensin secara maksimal, sehingga mengakibatkan tekanan kompresi semakin berkurang.

Jika Anda menjumpai gejala di atas pada motor, jangan buru-buru mendiagnosanya. Bisa saja ada komponen lain yang rusak. Oleh karena itu, mintalah bantuan pada ahlinya. Bawa kendaraan kesayangan Anda ke bengkel terdekat guna melakukan pemeriksaan dan perbaikan. (OM/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.