Segmen Suku Cadang Kendaraan Disebut Tak Begitu Terdampak Pandemi

Ilustrasi (dok. Suzuki)

OTO Mounture — Dampak pandemi virus korona (Covid-19) memang mempengaruhi banyak sektor industri di Tanah Air, salah satunya industri otomotif. Namun, di balik anjloknya industri otomotif itu ternyata ada segmen yang tidak begitu terdampak pandemi ini, yaitu segmen penjualan suku cadang kendaraan bermotor.

Hal ini diungkapkan oleh Sparepart Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Christiana Yuwantie pada acara Ngobrol Virtual yang dihelat Forum Wartawan Otomotif (Forwot), di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020. Menurutnya, bisnis suku cadang atau spare part kendaraan itu merupakan bisnis yang tidak mengenal krisis, baik itu ketika krisis moneter ataupun pandemi seperti saat ini.

“Selama masa pandemi ataupun krisis, bisnis spare part tidak mengalami kendala penjualan, karena saat tidak bisa membeli unit (kendaraan) baru tentu saja konsumen akan memilih memperbaiki (kendaraan) dengan membeli spare part baru,” ungkapnya.

Dia pun mengakui bahwa penjualan suku cadang Suzuki sempat mengalami anjlok selama periode April-Mei 2020 sekitar 32 persen akibat pandemi, namun nilai penjualan suku cadang pada Juni 2020 sudah mulai mendekati angka penjualan tahun lalu sebesar 91,6 persen.

“Kontribusi kenaikan nilai penjualan terbesar didapatkan dari penjualan suku cadang sepeda motor sebesar 101,5 persen dan juga penjualan oli sebesar 126,5 persen. Memasuki masa transisi dan pemulihan pascapandemi Covid-19 ini, permintaan konsumen untuk suku cadang memang sudah mulai meningkat dan hampir kembali normal,” ungkap dia.

Selain bengkel resmi, kata Christiana, aplikasi My Suzuki juga menjadi alternatif saluran pembelian suku cadang selama masa pandemi Covid-19. Tercatat jumlah transaksi telah kembali stabil pada Juni 2020, setelah sempat turun pada April dan Mei 2020.

Dia mengungkapkan bahwa wilayah Jabodetabek menjadi kontributor terbesar penjualan suku cadang dan aksesori, di mana Juni lalu berhasil meraih peningkatan pendapatan sebesar 135,5 persen untuk sepeda motor dan 102,1 persen untuk segmen mobil jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu pada periode yang sama.

“Kemudian disusul Jawa Tengah untuk segmen mobil dan sepeda motor, Jawa Timur untuk sepeda motor, dan Sumatera untuk mobil. Permintaan masyarakat akan suku cadang dan aksesori akan terus kami penuhi dan pastikan ketersediaannya. Kami harap masyarakat bisa tetap aman dan nyaman dalam bertransportasi dengan menggunakan suku cadang resmi,” terangnya. (OM/DC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *