Mitsubishi Lancer SL, Si Kotak yang Gahar

Mitsubishi Lancer SL (dok. istimewa)

OTO Mounture — Bicara mengenai akselerasi tinggi, Mitsubishi Lancer SL memang bisa dikatakan sebagai salah satu mobil yang memiliki keunggulan tersebut pada jamannya. Sebab, mobil generasi ke-2 dari Mitsubishi Lancer ini memang identik dengan mobil sedan sport.

Mobil besutan pabrikan berlambang tiga berlian ini mulai beredar di Indonesia pada 1981 – 1984 yang memiliki ciri khas bentuknya yang dominan kotak. Tak hanya eksterior, tetapi juga merambah ke dasbor yang banyak aksen kotak. Selain itu, mobil ini memiliki bodi yang besar serta ruang kabin yang luas.

Selama periode 4 tahun (1981 – 1984), Lancer SL hanya mengalami beberapa ubahan yang sifatnya minor. Baik itu dari segi desain maupun interior, sementara untuk mesin tidak banyak ubahan hanya dari beberapa sumber menyebutkan, perubahan terjadi pada konfigurasi exhaust serta timing belt pada seri keluaran 1983 – 1984. Jadi tak heran jika Lancer SL yang beredar tidak memiliki perbedaan yang begitu mencolok.

Di Indonesia, mobil ini dibekali dengan mesin yang terkenal ‘bandel’ berkapasitas 1.400 cc dengan 5 percepatan yang mampu menggelontorkan tenaga mencapai 80 HP(60 Nm). Mobil ini pun menyematkan beberapa fitur mumpuni di era-nya seperti tilt steering, interval wiper, Silent Shaft Technology dan Mitsubishi Clean Air (MCA).

Uniknya, onderdil mesin Lancer SL bisa saling bertukaran dengan mobil Mitsubishi L300. Maka untuk urusan suku cadang mesin, mobil ini masih mudah untuk didapatkan, karena mengusung mesin yang hampir sama dengan L300 yang sampai saat ini masih beredar di pasaran.

Pada sisi eksterior, lis body pada Lancer SL tahun 1981 – 1982 berwarna putih, sedangkan pada 1983 – 1984 berkelir merah. Untuk lis talang air dan kaca depan – belakang untuk tahun 1981 – 1982 dibalur dengan aksen krom, sedangkan 1983 – 1984 berwarna hitam sama juga dengan handle pintunya dan lis kaca pintu.

Sementara itu pada grill depan untuk lansiran tahun 1981 – 1982 memiliki motif garis-garis polos, pada mobil keluaran tahun 1983 ada tambahan 2 lampu kecil, sedangkan pada 1984 ada garis tebalnya di grill bagian tengah.

Menengok ke dalam kabin, ada beberapa perbedaan yang mencolok di tahun keluaran mobil ‘kotak’ ini antara lain pada panel instrument mobil keluaran 1981 – 1982 hanya terdapat odometer yang tertulis 180 km/h, tachometer, fuel, temp, clock. Sedangkan pada 1983 – 1984 clock digital diungsikan ke bagian tengah yg kemudian digantikan oleh ampere, oil press dan odometer tertulis 200 km/h.

Adapun untuk kelemahan mobil ‘boxy’ ini mungkin sama dengan mobil tua dengan merek yang lain yaitu keropos dan perlu adanya restorasi serta part kaki-kaki yang harus diganti karena sudah uzur atau sudah sangat tua.

Untungnya, untuk suku cadang kaki-kaki orisinil Lancer SL masih mudah ditemukan di toko-toko. Jika tidak menggunakan yang orisinil, yang jenis KW pun masih banyak tersedia atau sebagai alternatif lain bisa menggunakan part second atau copotan. (OM/MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.