
OTO Mounture — Keselamatan menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika membeli mobil. Selain performa, konsumsi bahan bakar, desain, dan fitur kenyamanan, kemampuan kendaraan dalam melindungi penumpang ketika terjadi kecelakaan juga menjadi pertimbangan.
Untuk membantu konsumen mengetahui tingkat keselamatan kendaraan, terdapat sejumlah lembaga pengujian di berbagai negara dan kawasan. Salah satunya adalah ASEAN NCAP (New Car Assessment Program for Southeast Asian Countries) yang secara khusus melakukan penilaian terhadap kendaraan baru di kawasan Asia Tenggara.
Melalui serangkaian pengujian dan evaluasi, ASEAN NCAP memberikan informasi mengenai performa keselamatan kendaraan dalam bentuk rating bintang. Lantas, apa itu ASEAN NCAP, bagaimana cara kerjanya, dan apa arti bintang yang diberikan kepada sebuah mobil?
ASEAN NCAP merupakan program penilaian keselamatan kendaraan baru untuk kawasan Asia Tenggara. Program ini bertujuan memberikan informasi keselamatan kendaraan kepada konsumen sekaligus mendorong produsen otomotif meningkatkan standar keselamatan kendaraan yang dipasarkan di kawasan ASEAN.
Penilaian ASEAN NCAP tidak hanya melihat kemampuan mobil ketika mengalami kecelakaan. Program ini juga mengevaluasi berbagai teknologi keselamatan yang dirancang untuk membantu mencegah kecelakaan maupun mengurangi dampaknya.
Dengan adanya ASEAN NCAP, konsumen memiliki referensi tambahan ketika membandingkan aspek keselamatan sejumlah kendaraan.
Secara umum, kendaraan yang diuji akan menjalani serangkaian pengujian keselamatan sesuai dengan protokol yang berlaku. Pengujian tersebut mencakup aspek perlindungan penumpang, teknologi keselamatan, serta perlindungan terhadap pengguna jalan lainnya.
Hasil dari berbagai pengujian kemudian dikonversikan menjadi skor pada sejumlah kategori. Skor tersebut menjadi dasar dalam menentukan rating keselamatan kendaraan. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil ASEAN NCAP.
Rating bintang dari kendaraan yang diuji pada periode berbeda tidak selalu bisa dibandingkan secara langsung. Pasalnya, ASEAN NCAP secara berkala memperbarui protokol pengujiannya. Semakin berkembang teknologi kendaraan dan sistem keselamatan, kriteria penilaiannya juga ikut diperbarui.
BACA JUGA: Penjualan Mobil Tiongkok pada Agustus 2026: Siapa yang Naik dan Terjun?
Dalam protokol ASEAN NCAP 2021–2025, terdapat empat pilar utama yang menjadi dasar penilaian, yaitu Adult Occupant Protection (AOP), Child Occupant Protection (COP), Safety Assist (SA), dan Motorcyclist Safety (MS).
1. Adult Occupant Protection
Adult Occupant Protection atau AOP merupakan penilaian terhadap tingkat perlindungan yang diberikan kendaraan kepada penumpang dewasa ketika terjadi kecelakaan. Pengujian mencakup berbagai skenario tabrakan untuk mengetahui bagaimana kendaraan melindungi bagian tubuh penumpang.
Aspek seperti struktur kendaraan, sistem keselamatan pasif, airbag, dan perlindungan terhadap penumpang menjadi bagian penting dalam kategori ini. Dalam protokol 2021–2025, AOP memiliki bobot terbesar, yakni 40 persen dari keseluruhan penilaian.
2. Child Occupant Protection
Berikutnya adalah Child Occupant Protection atau COP. Kategori ini menilai kemampuan kendaraan dalam memberikan perlindungan kepada penumpang anak.
Selain melihat perlindungan anak ketika terjadi tabrakan, penilaian juga mempertimbangkan penggunaan sistem keselamatan anak atau Child Restraint System (CRS). Keberadaan dan kompatibilitas sistem seperti ISOFIX juga menjadi bagian yang relevan dalam aspek keselamatan penumpang anak.
3. Safety Assist
Safety Assist (SA) berkaitan dengan teknologi yang dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan atau mengurangi tingkat keparahannya.
Beberapa teknologi yang dapat menjadi bagian dari penilaian antara lain:
– Anti-lock Braking System (ABS)
– Electronic Stability Control (ESC)
– Seatbelt Reminder
– Autonomous Emergency Braking (AEB)
– Lane Support System
– Blind Spot Detection
– Forward Collision Warning
– teknologi keselamatan aktif lainnya
Kriteria yang digunakan dapat berubah mengikuti protokol ASEAN NCAP yang berlaku.
4. Motorcyclist Safety
Salah satu karakteristik penting ASEAN NCAP adalah adanya kategori Motorcyclist Safety (MS). Aspek ini menilai teknologi kendaraan yang berkaitan dengan keselamatan pengendara sepeda motor.
Kategori tersebut relevan dengan kondisi lalu lintas di Asia Tenggara yang memiliki populasi pengguna sepeda motor cukup besar.
Teknologi seperti sistem pengereman otomatis dan kemampuan kendaraan mendeteksi pengguna jalan tertentu dapat berperan dalam aspek penilaian ini, bergantung pada protokol yang digunakan.
BACA JUGA: Geely Panda Mini Karting Edition Meluncur, Harga Rp114 Jutaan
Hasil penilaian ASEAN NCAP kemudian ditampilkan dalam bentuk rating bintang. Secara sederhana, semakin tinggi rating bintang, semakin tinggi pula performa keselamatan kendaraan berdasarkan protokol yang digunakan dalam pengujian tersebut.
Namun, rating bintang sebaiknya tidak dibaca sendirian. Konsumen juga perlu melihat tahun pengujian, protokol yang digunakan, varian kendaraan, serta perlengkapan keselamatan yang tersedia pada unit yang diuji.
Hal ini penting karena sebuah kendaraan yang diuji menggunakan protokol lama tidak serta-merta dapat dibandingkan secara langsung dengan kendaraan yang diuji menggunakan protokol terbaru.
Rating 5 bintang ASEAN NCAP menunjukkan kendaraan tersebut memenuhi kriteria penilaian untuk rating tersebut berdasarkan protokol yang berlaku ketika diuji. Namun, angka bintang bukan berarti kendaraan tersebut bebas dari risiko kecelakaan atau menjamin penumpang tidak mengalami cedera.
Hasil pengujian merupakan gambaran performa kendaraan dalam skenario dan kondisi pengujian tertentu. Selain itu, keselamatan di jalan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti perilaku pengemudi, kecepatan kendaraan, kondisi jalan, penggunaan sabuk pengaman, kondisi kendaraan, serta lingkungan lalu lintas.
Karena itu, rating ASEAN NCAP sebaiknya digunakan sebagai salah satu referensi ketika menilai keselamatan sebuah mobil, bukan sebagai satu-satunya faktor.
Teknologi keselamatan kendaraan terus berkembang. Karena itu, ASEAN NCAP juga memperbarui metode penilaiannya.
Untuk periode 2026–2030, ASEAN NCAP menerapkan protokol baru yang tetap mencakup empat pilar utama, yaitu perlindungan penumpang dewasa, perlindungan penumpang anak, teknologi keselamatan, dan keselamatan pengendara sepeda motor.
Sejumlah teknologi keselamatan aktif juga mendapatkan perhatian lebih dalam protokol terbaru.
Hal ini menunjukkan bahwa penilaian keselamatan kendaraan tidak lagi hanya berfokus pada seberapa baik mobil melindungi penumpang ketika kecelakaan terjadi, tetapi juga pada kemampuan teknologi kendaraan dalam membantu mencegah kecelakaan sejak awal.
Ketika melihat sebuah mobil mendapatkan rating tertentu dari ASEAN NCAP, ada beberapa informasi yang sebaiknya diperhatikan.
Pertama, lihat tahun kendaraan tersebut diuji. Kedua, periksa protokol ASEAN NCAP yang digunakan. Ketiga, lihat skor pada masing-masing kategori, bukan hanya jumlah bintangnya.
Selanjutnya, perhatikan juga spesifikasi kendaraan yang diuji. Sebuah model dapat memiliki beberapa varian dengan perlengkapan keselamatan yang berbeda. Dengan demikian, hasil pengujian ASEAN NCAP dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan keselamatan kendaraan.
Secara keseluruhan, ASEAN NCAP merupakan program penilaian keselamatan kendaraan di kawasan Asia Tenggara yang membantu memberikan informasi kepada konsumen mengenai performa keselamatan sebuah mobil.
Penilaiannya tidak hanya berdasarkan uji tabrak, tetapi juga mencakup perlindungan penumpang dewasa, perlindungan anak, teknologi keselamatan aktif, serta aspek keselamatan bagi pengendara sepeda motor.
Rating bintang yang diberikan dapat menjadi salah satu referensi ketika memilih kendaraan. Namun, hasil tersebut perlu dibaca dengan memperhatikan tahun pengujian, protokol yang digunakan, varian kendaraan, serta fitur keselamatan yang tersedia.
Dengan memahami cara kerja ASEAN NCAP, konsumen tidak hanya melihat angka bintang, tetapi juga dapat mengetahui aspek keselamatan apa saja yang diuji dan bagaimana performa sebuah mobil dinilai.
(om/mg)








