
OTO Mounture — Sejumlah konsumen iCAR V23 mengungkapkan pengalaman mereka terkait proses pemesanan dan pengiriman unit. Keluhan tersebut mencuat melalui unggahan di Threads yang mempertanyakan kejelasan waktu kedatangan mobil listrik tersebut setelah konsumen melakukan pemesanan dan pelunasan.
Akun Threads @pawanggemini mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan SPK iCAR V23 melalui salah satu sales. Namun, konsumen tersebut mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai kapan unit pesanannya akan tiba.
Dalam unggahannya, ia menyebut pihak sales hanya memberikan jawaban seperti “diusahakan” atau “dimaksimalkan”. Ia juga mengatakan komunikasi dengan kepala cabang yang pada awalnya masih mendapat respons, lama-kelamaan tidak lagi mendapatkan balasan.
“Udah lunas sejak 31 Agustus 2026 belum muncul-muncul keberadaannya,” tulis akun tersebut, sembari menanyakan apakah ada konsumen lain yang mengalami kasus serupa.

BACA JUGA: Modus Penipuan Segitiga Mobil Bekas, Kenali Cara Kerja dan Cara Menghindarinya
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna Threads. Salah satunya datang dari akun @irwhadi, yang menceritakan pengalaman ketika memesan iCAR V23 tipe Z berwarna silver.
Ia mengaku melakukan SPK pada 27 Juli 2026 dengan membayar tanda jadi melalui transfer ke rekening perusahaan. Menurutnya, saat itu sales meyakinkan bahwa unit tersedia sehingga dirinya diminta segera melakukan tanda jadi untuk mengunci kendaraan.
Konsumen tersebut kemudian mendapat informasi bahwa SPK sudah terdaftar dalam sistem pada 5 Agustus 2026. Bahkan, ia mengaku menerima tangkapan layar yang mencantumkan nomor mesin dan nama sesuai SPK.
Namun, persoalan muncul pada 12 Agustus 2026. Ia mendapat informasi bahwa unit yang dipesannya “hilang” dari sistem dan kemudian diminta memilih warna lain. Karena tetap menginginkan warna silver, konsumen tersebut akhirnya sepakat mengajukan pembatalan pemesanan.
Masalah berikutnya muncul ketika proses pengembalian uang tanda jadi belum juga selesai. Dalam unggahannya pada 18 September 2026, ia mengatakan pengembalian dana masih menunggu tanda tangan direktur.
“Sales menginformasikan bahwa masih menunggu tanda tangan Direktur,” tulisnya.
Ia juga mengaku telah menghubungi pihak dealer secara langsung dan mendapatkan jawaban bahwa proses pengembalian masih menunggu penyelesaian administrasi.
Menariknya, konsumen tersebut mengatakan dirinya kemudian melakukan pemesanan melalui sales dari dealer lain pada 28 Agustus 2026.
Menurut pengakuannya, unit dari transaksi kedua tersebut sudah berada di garasinya pada 13 September 2026. Ia menyebut proses pengiriman dari Jakarta memakan waktu sekitar tujuh hari.
Karena itu, ia menyimpulkan bahwa pengalaman konsumen dapat berbeda bergantung pada sales dan dealer tempat melakukan transaksi.
“Jadi tergantung siapa salesnya dan apa dealernya. Apes dah kalau ketemu dealer yang salah,” tulisnya.
BACA JUGA: Garansi Baterai Leapmotor B10-C10 Seumur Hidup, Berlaku dengan Syarat
Komentar lain datang dari akun @ethanthunt09. Ia menyarankan calon pembeli untuk memastikan keberadaan unit, kesesuaian warna, status kesiapan SPK, serta kesiapan pengiriman sebelum melakukan pelunasan.
Sementara itu, akun @kimkimaulia mengaku mengalami persoalan yang disebut serupa. Ia bahkan mengatakan telah mengirimkan pesan langsung ke akun Instagram resmi iCAR Indonesia, tetapi belum mendapatkan respons.
Ada pula komentar bernada sindiran dari akun @novrichard yang menulis, “Maaf anda bukan influencer…mohon bersabar kami ‘maksimalkan’ 😄 klo influencer mah ga pake lama…”
Secara resmi, iCAR Indonesia menyatakan penyerahan perdana iCAR V23 kepada konsumen telah dimulai pada 4 Juli 2026. Dalam keterangannya, iCAR menyebut penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah awal kehadiran V23 di pasar Indonesia.
iCAR V23 sendiri resmi diluncurkan di Indonesia pada Mei 2026 dengan harga awal Rp389,9 juta. Model ini ditawarkan sebagai SUV listrik dengan desain boxy dan tersedia dalam beberapa pilihan varian.
Untuk jaringan penjualan, situs resmi iCAR saat ini mencantumkan sejumlah dealer di berbagai wilayah Indonesia. iCAR sebelumnya juga menargetkan pembangunan hingga 30 jaringan dealer di seluruh Indonesia sampai akhir 2026.
Dengan adanya keluhan konsumen di media sosial tersebut, persoalan yang muncul tampaknya berkaitan dengan pengalaman transaksi pada dealer atau sales tertentu.
Belum ada keterangan resmi dari iCAR Indonesia mengenai keluhan yang disampaikan oleh akun-akun tersebut, sehingga informasi mengenai penyebab keterlambatan, status unit, maupun proses pengembalian tanda jadi masih berdasarkan keterangan dari konsumen yang bersangkutan.
(om/ls)








