Penjualan Motor pada Juli 2026 Melonjak 23,5 Persen, Tembus 636 Ribu Unit

Rekomendasi Motor Honda

OTO Mounture — Penjualan sepeda motor di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor domestik sepanjang Juli 2026 mencapai 636.030 unit.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Juni 2026 yang mencatat penjualan sebanyak 515.136 unit. Dengan demikian, penjualan motor domestik pada Juli 2026 naik 23,5 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Jika dibandingkan dengan Juli 2025, ketika penjualan motor domestik mencapai 587.048 unit, pertumbuhan tercatat sebesar 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kenaikan ini membuat Juli menjadi salah satu bulan dengan penjualan motor domestik tertinggi sepanjang 2026.

Data AISI menunjukkan pasar sepeda motor domestik mengalami fluktuasi sepanjang tujuh bulan pertama 2026.

Pada Januari 2026, penjualan domestik tercatat 577.763 unit. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari, sebelum turun cukup dalam menjadi 448.974 unit pada Maret.

Penjualan kembali naik pada April menjadi 520.972 unit, kemudian turun menjadi 479.388 unit pada Mei. Pada Juni, penjualan mencapai 515.136 unit.

Memasuki Juli 2026, penjualan melonjak menjadi 636.030 unit. Jika dibandingkan dengan Juni, terjadi tambahan penjualan sebanyak 120.894 unit atau meningkat 23,5 persen.

Sementara dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 587.048 unit, penjualan Juli tahun ini bertambah 48.982 unit, atau naik 8,3 persen.

BACA JUGA: GIIAS 2026 Resmi Berakhir, Dikunjungi 496.378 Orang Selama 11 Hari

Secara kumulatif, penjualan motor domestik Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai 3.765.617 unit.

Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan periode Januari-Juni 2025 yang mencapai 3.691.955 unit. Namun, perbandingan tersebut belum sepenuhnya setara karena periode 2026 mencakup tujuh bulan, sedangkan angka pembanding hanya enam bulan.

Jika periode Januari-Juli 2025 dihitung dengan menambahkan penjualan Juli 2025, totalnya mencapai 4.279.003 unit.

Dengan basis periode yang sama, penjualan motor domestik Januari-Juli 2026 justru tercatat turun sekitar 12 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.

Artinya, lonjakan penjualan pada Juli belum sepenuhnya menghapus pelemahan pasar yang terjadi pada beberapa bulan sebelumnya.

Selain pasar domestik, aktivitas ekspor sepeda motor Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2026.

Untuk ekspor dalam bentuk Completely Built Up (CBU), AISI mencatat sebanyak 65.769 unit pada Juli 2026. Angka ini naik 31,4 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 50.067 unit.

Jika dibandingkan Juli 2025 yang tercatat 50.042 unit, ekspor CBU Juli 2026 meningkat sekitar 31,4 persen. Sementara itu, ekspor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) mencapai 742.315 unit pada Juli 2026.

Jumlah tersebut naik 15,2 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 644.402 unit dan meningkat sekitar 9,4 persen dibandingkan Juli 2025 yang berada di angka 678.227 unit.

Ekspor part by part juga mengalami kenaikan. Pada Juli 2026, jumlahnya mencapai 17.024.460 unit, naik sekitar 14 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 14.932.577 unit. Dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 12.972.706 unit, ekspor part by part meningkat sekitar 31,2 persen.

BACA JUGA: Geely EX2 Dimodifikasi HSR Wheel, Perpaduan Retro dan Futuristis

Di sisi ekspor, seluruh kategori yang tercatat AISI juga mengalami pertumbuhan dibandingkan Juli 2025. Ekspor CBU menjadi salah satu yang mencatat kenaikan paling tinggi, yakni lebih dari 31 persen.

Lonjakan penjualan pada Juli 2026 menjadi sinyal positif bagi industri sepeda motor nasional setelah pasar domestik mengalami tekanan pada beberapa bulan sebelumnya.

Kenaikan penjualan hingga 636.030 unit menunjukkan permintaan sepeda motor kembali menguat. Namun, jika melihat akumulasi periode Januari-Juli, pasar domestik masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan penjualan pada beberapa bulan berikutnya akan menjadi faktor penting untuk melihat apakah kenaikan pada Juli merupakan awal dari tren pemulihan pasar atau hanya peningkatan musiman.

Bagi industri sepeda motor nasional, pertumbuhan pasar domestik yang dibarengi dengan peningkatan ekspor dapat menjadi momentum positif untuk menjaga kinerja hingga akhir 2026.

(om/mg)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *