
OTO Mounture — Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. (ZGH) dan NIO Holding Co., Ltd. (NIO) memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan ekosistem energi kendaraan listrik.
Kerja sama yang telah terjalin sejak 2023 tersebut kini diperluas mencakup pengembangan teknologi dan standar bersama, integrasi jaringan serta layanan, hingga sinergi investasi di bidang pengisian daya dan battery swapping.
Kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan akses energi kendaraan listrik yang lebih mudah, efisien, dan saling terhubung.
CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, mengatakan pengembangan industri otomotif tidak hanya bergantung pada skala, tetapi juga membutuhkan rantai pasok yang andal, peningkatan kualitas dan efisiensi, serta pengembangan yang aman dan ramah lingkungan.
Menurutnya, jaringan pengisian daya merupakan infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sehingga perlu dikembangkan secara bersama dan terbuka.
Sebagai bagian dari kesepakatan terbaru, ZGH akan berinvestasi di NIO Power melalui pengalihan seluruh kepemilikan sahamnya di Yiyi Internet Technology Co., Ltd. atau Yiyi Power.
Yiyi Power merupakan anak perusahaan ZGH yang bergerak dalam ekosistem mobilitas dan energi kendaraan listrik.
Selain pengalihan saham tersebut, Geely juga akan memberikan investasi tunai sebesar RMB 640 juta. Setelah transaksi selesai, ZGH akan memiliki 30 persen saham di NIO Power.
Ke depan, NIO Power akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial dan pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.
Kedua perusahaan juga akan mengembangkan standar serta teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk kendaraan penumpang.
BACA JUGA: Per Oktober 2026, MMKSI Punya Susunan Direksi Baru
Dalam kerja sama tersebut, Geely Holding Group akan mengembangkan model kendaraan penumpang yang mendukung sistem battery swapping.
Sementara itu, NIO Power akan menyediakan layanan battery swapping untuk model kendaraan yang kompatibel dengan teknologi tersebut.
Skema ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik memiliki alternatif dalam mendapatkan energi selain melalui pengisian daya menggunakan kabel.
Battery swapping bekerja dengan mengganti baterai kendaraan yang telah habis dengan baterai yang sudah terisi. Dengan konsep tersebut, proses mendapatkan energi kendaraan dapat dilakukan tanpa harus menunggu proses pengisian baterai hingga penuh.
Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li, mengatakan industri kendaraan listrik pintar di China telah berkembang pesat selama satu dekade terakhir berkat kemajuan teknologi dan inovasi.
Menurutnya, industri ke depan tidak hanya dituntut untuk terus berinovasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam mengubah inovasi menjadi manfaat bagi pengguna.
Selain battery swapping, kerja sama Geely dan NIO juga mencakup pengembangan smart charging.
NIO akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. atau Haohan Energy, yang merupakan anak perusahaan ZGH.
Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10 persen saham di Haohan Energy.
Melalui investasi tersebut, kedua perusahaan akan menghubungkan infrastruktur pengisian daya yang dimiliki masing-masing pihak.
Integrasi jaringan diharapkan dapat memperluas cakupan layanan pengisian daya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
BACA JUGA: VinFast Kenalkan Ekosistem Mobil Listrik di GIIAS Semarang 2026
Kolaborasi Geely dan NIO menunjukkan semakin pentingnya integrasi infrastruktur energi seiring pertumbuhan kendaraan listrik.
Tidak hanya mengembangkan kendaraan, produsen otomotif juga perlu memperkuat ekosistem pendukung, mulai dari jaringan charging, battery swapping, teknologi, standar hingga layanan energi.
Melalui kemitraan ini, Geely Holding Group dan NIO berupaya membangun ekosistem energi kendaraan listrik yang lebih terbuka dan saling terhubung.
Kerja sama tersebut juga mencakup sinergi teknologi, standar, operasional, aset, serta investasi untuk mendukung pengembangan solusi energi kendaraan listrik pada segmen penumpang maupun komersial.
(om/mg)








