Penjualan Motor Indonesia pada Juni 2026 Naik 7,46%, Ini Data Lengkap AISI

OTO Mounture — Pasar sepeda motor nasional kembali menunjukkan tren positif pada Juni 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor di Indonesia mencapai 515.136 unit, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain penjualan domestik yang mengalami kenaikan, ekspor motor utuh (Completely Built Up/CBU) masih mampu menembus angka 50.067 unit, meski ekspor dalam bentuk CKD dan komponen mengalami penurunan dibanding Mei 2026.

Pada Juni 2026, penjualan sepeda motor di pasar domestik tercatat sebanyak 515.136 unit. Jumlah tersebut meningkat 35.748 unit dibandingkan Mei 2026 yang mencatat 479.388 unit.

Secara persentase, penjualan domestik tumbuh 7,46 persen secara bulanan (month-to-month/MoM).

Jika dibandingkan dengan Juni 2025 yang membukukan penjualan 509.326 unit, pasar domestik juga masih mengalami pertumbuhan 1,14 persen atau bertambah sekitar 5.810 unit secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kenaikan ini menunjukkan permintaan sepeda motor di Indonesia masih cukup stabil memasuki pertengahan tahun.

BACA JUGA: Ofero Carria 1 Resmi Meluncur di Jakarta Fair 2026, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 130 Km

Ekspor sepeda motor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) pada Juni 2026 mencapai 50.067 unit. Angka tersebut turun 4.692 unit atau 8,57 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 54.759 unit.

Meski demikian, bila dibandingkan Juni 2025 yang mencatat 46.096 unit, ekspor CBU masih tumbuh 8,61 persen secara tahunan.

Untuk ekspor dalam bentuk Completely Knock Down (CKD), AISI mencatat realisasi 644.402 unit pada Juni 2026. Jumlah ini turun 53.212 unit atau 7,63 persen dibanding Mei 2026 yang mencapai 697.614 unit.

Jika dibandingkan dengan Juni 2025 yang sebesar 756.611 unit, ekspor CKD mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni 14,83 persen.

Sementara ekspor komponen atau Part by Part selama Juni 2026 tercatat sebanyak 14.932.577 unit. Angka tersebut lebih rendah 1.645.095 unit dibanding Mei 2026 yang mencapai 16.577.672 unit, atau turun sekitar 9,92 persen.

Namun secara tahunan, ekspor komponen justru menunjukkan performa yang sangat positif. Dibanding Juni 2025 yang hanya mencapai 11.149.042 unit, ekspor Part by Part melonjak 33,94 persen.

BACA JUGA: Alva Perkuat Ekosistem Motor Listrik, Charging Station Tembus 350 Konektor

Secara akumulasi Januari hingga Juni 2026, penjualan sepeda motor domestik mencapai 3.129.587 unit. Angka ini meningkat 24.958 unit atau sekitar 0,80 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencatat 3.104.629 unit.

Di sektor ekspor CBU, kinerja industri mencatat pertumbuhan paling tinggi. Total ekspor mencapai 316.819 unit, naik 54.076 unit atau 20,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 262.743 unit.

Sementara itu, ekspor CKD selama Semester I 2026 tercatat 3.863.794 unit, turun 334.664 unit atau 7,97 persen dibanding Semester I 2025 yang mencapai 4.198.458 unit.

Berbeda dengan CKD, ekspor komponen atau Part by Part justru mencatat pertumbuhan yang sangat kuat. Total ekspor mencapai 81.967.446 unit, meningkat 19.227.739 unit atau sekitar 30,65 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebanyak 62.739.707 unit.

Data AISI memperlihatkan bahwa industri sepeda motor nasional masih berada dalam tren yang cukup sehat hingga pertengahan 2026.

Penjualan domestik kembali meningkat setelah sempat melemah pada Mei, sementara ekspor CBU dan komponen tetap menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, ekspor CKD masih mengalami tekanan, mengindikasikan adanya perlambatan permintaan pada beberapa pasar tujuan ekspor.

Secara keseluruhan, capaian lebih dari 3,12 juta unit penjualan domestik, pertumbuhan 20,58 persen pada ekspor CBU, dan lonjakan 30,65 persen pada ekspor komponen menjadi sinyal bahwa industri sepeda motor Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat, baik di pasar dalam negeri maupun internasional.

(om/ns)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *